Akan datang suatu hari kematian menjemputku

Tinggallah segala apa yang telah kutulis

Owh .. andai saja setiap yang membacanya berdo’a untukku

Agar Allah Ta’ala melimpahkan ampunan untukku

Serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku

Abuz Zubair Hawaary

Posted in BAIT SYA'IR PILIHAN | 9 Comments

MENGULANG HAPALAN PANGKAL LANCAR

Saudaraku, anda sulit menghapal?? Atau hapalan anda tidak lekat?? Dengarkan nasehat ini semoga bermanfaat!

Ibnul Jauzy rahimahullah berkata, “Cara untuk menguatkan hapalan adalah dengan banyak mengulang-ulang. Dan manusia berbeda-beda dalam hal itu, diantara mereka ada yang hapalannya langsung lengket dengan sedikit mengulang, dan adapula yang tidak hapal kecuali setelah diulang berkali-kali.

Adalah Abu Ishaq asy-Syairozy mengulang-ulang pelajaran sampai seratus kali. Dan al-Kayaa al-Haraasi mengulang-ulangi tujuh puluh kali.

Al-Hasan bin Abi Bakar an-Naisabuury al-Faqiih berkata kepada kami, “Hapalanku tidak lengket sehingga diulang-ulang lima puluh kali.’

Al-Hasan menceritakan kepada kami bahwasanya ada seorang faqiih mengulang-ulang pelajarannya berkali-kali dirumah. Maka istrinya berkata kepadanya, ‘Sungguh aku telah hapal apa yang engkau ulang-ulangi!’ Ia berkata, ‘Coba ulangi.’ maka istrinya mengulangi apa yang dihapalkannya. Selang beberapa hari,  sang faqiih berkata kepada istrinya, ‘Hai istriku, ulangi pelajaran hari itu.’ Istrinya berkata, ‘Aku tidak hapal lagi.’ sang faqiih berkata, ‘Sesungguhnya aku mengulang-ulang ketika menghapal agar tidak menimpaku apa yang menimpamu!” (al-Hats-tsu ‘ala Hifzhil ‘Ilmi, oleh Ibnul Jauzy, hal : 21)

Mari bersemangat mengulang hapalan saudaraku.

Posted in Jejak Salaf dalam Menuntut Ilmu | Leave a comment

KEPADA RAKYAT MESIR …

SERUAN UNTUK RAKYAT MESIR DARI MESJID IMAM AHMAD BIN HANBAL DI ISKANDARIAH MESIR

WAHAI RAKYAT MESIR .. TAKUTLAH KALIAN KEPADA FITNAH YANG AKAN MENGHANCURKAN NEGERI KALIAN!

Pemuda-pemuda Mesir sang Pahlawan yang gagah berani!

Tokoh-tokoh Mesir  yang kokok laksana gunung menjulang!

Wanita-wanita Mesir yang merdeka!

Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh

Di waktu berjalannya penghancuran negeri kita di tangan sekelompok orang yang melampui batas, dan pembunuhan yang dilakukan oleh para pencuri dan pelaku kejahatan yang menumpahkan darah. Tidak ada lagi yang dapat diperbuat oleh seorang muslim yang bersaksi An Laa Ilaaha Illallah wa Anna Muhammadur Rasulullah kecuali kembali kepada Kitab Robbnya dan kepada Sunnah NabiNya shollallahu ‘alaihi wa sallama. Memetik nasehat dan pelajaran dari keduanya tentang fitnah dan huru-hara yang sedang melanda kita. Tidak ada yang tahu kecuali Allah kemana bahtera negeri ini membawa kita, apakah menuju keselamatan atau akan karam Laa Haw laa wa laa Quwwata Illa billah.

Sesungguhnya penghancuran Mesir adalah cita-cita setiap orang yang zholim, angan-angan semua orang yang iri dan dengki serta kesempatan yang dinanti-nanti oleh musuh islam.

Mesirnya Amru bin ‘Ash,

Mesirnya Sholaahuddin Al-Ayyubi,

Mesirnya Saifud Din Quthuz, Azh-Zhohr Baibers dan Najmud Din Ayyub,

Mesirnya Al-Laits bin Sa’ad, Asy-Syafi’I, Ath-Thohawy, Ibnu Hajar, As-Suyuthi, Ibnu Daqiq Al-‘Id dan lain-lainnya dari para pemimpin kita yang gagah berani serta ulama-ulama yang mulia.

Wahai rakyat Mesir .. jagalah negeri kalian. Bertakwalah kepada Allah di rumah-rumah kalian, mesjid-mesjid kalian dan tempat-tempat ibadah kalian.

Wahai rakyat Mesir .. sesungguhnya musuh-musuh kalian ingin menghancurkan rumah kalian dengan  tangan kalian sendiri dan membunuh anak-anak kalian dengan pedang kalian sendiri. mereka tidak menembakkan satu pelurupun kepada kalian, akan tetapi kalianlah yangmenembakkan peluru-peluru kepada diri kalian sendiri dan menghancurkan rumah-rumah kalian dengan tangan kalian sendiri.

Tidakkah orang-orang yang mengajak manusia keluar berdemo mengetahui bahwasanya akan di antara mereka para pelaku tindak criminal yang menyusup dan mencuri kesempatan untuk menghancurkan bangunan dan merusak harta milik manusia sedangkan mereka tidak mampu menangkap, atau menahan atau menghalangi orang-orang tersebut.

Apakah kalian ingin para tentaran kita meninggalkan tugasnya untuk menjaga perbatasan negeri kita diluar agar kita berperang melawannya di dalam sehingga darah mengalir deras di jalanan kita, dan rumah-rumah dihancurkan serta kehormatan dirusak? Dan kita beralih dari kondisi yang buruk kepada yang lebih buruh darinya? Wal ‘iyadz billah – inilah dia ciri-ciri fitnah.

Sesungguhnya para pendemo – sekalipun hari ini mereka sepakat – atas kepergian fulan, maka mereka tidak akan sepakat esok untuk memilih siapa yang akan mengatur urusan umat ini. karena mereka adalah kelompok yang banyak, dan hawa nafsu yang beragam. Sesama mereka ada perselisihan dan pertentangan yang Allah lebih mengetahui hal itu. Dan setiap mereka berharap mendapatkan kekuasaan, keburukan mereka tidak lebih sedikit dari orang-orang yang berkuasa sekarang.

Dan negeri ini akan terus berada dalam kekacauan tidak ada kendalinya serta tidak ada yang mengetahui kapan akan berakhir kecuali Allah.

Maka janganlah kalian menta’ati mereka wahai penduduk Mesir!

Janganlah keluar bersama mereka! Kembalilah kepada Allah Ta’ala dalam rangka memperbaiki kondisi kalian, dan Dialah sebaik-baik wali dan penolong.

Wahai rakyat Mesir .. ingatlah firman Allah Ta’ala,

وإنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئاً إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

“Dan jika kalian bersabar dan bertakwa tidak akan membahayakan kalian tipu-daya mereka sedikitpun, sesungguhnya Allah maha meliputi apa yang mereka perbuat”.

Wahai rakyat Mesir ..ingatlah hadits Nabi kalian di dalam Ash-Shohihain dari Abu Hurairah beliau berkata : Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda,

” ستكون فتن ، القاعد فيها خير من القائم ، والقائم فيها خير من الماشي ، الماشي فيها خير من الساعي ، من تشرف لها تستشرفه ”

“Akan terjadi fitnah-fitnah, orang yang duduk padanya lebih baik dari pada orang yang berdiri. Dan orang yang berdiri padanya lebih baik dari pada orang yang berjalan. Dan orang yang berjalan padanya lebih baik dari pada orang yang berlari barangsiapa  mengikuti atau menginginkannya fitnah akan membinasakannya”.

Barangsiapa yang menginginkannya dan ikut serta di dalamnya maka fitnah itu akan membinasakannya .. akan membinasakannya.

Maka tetaplah dirumah kalian .. ta’atilah Robb kalian, tahanlah lidah kalian dan laksanakanlah apa yang difardhukan atas kalian.

Alangkah agungnya apa yang ditunjukkan syara’ kepada kita dan alangkah buruknya ajakan orang-orang jahil dan para demonstran dan pelaku keonaran. (http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=28349)

Posted in Akidah/Manhaj | 4 Comments

SEUNTAI KATA TENTANG CINTA

SEUNTAI KATA TENTANG CINTA

Cinta bagaikan gema, engkau kirimkan kepada orang-orang disekelilingmu, lalu ia kembali kepadamu.

Engkau tebarkan dilingkunganmu, ia kembali kepangkuanmu.

Apa yang engkau lihat pada orang lain engkau dapatkan pada dirimu. Mereka pun memberikan kepadamu cinta dan kasih sayang.

Engkau yang melukis jalan yang akan dilalui  mereka dalam  bersikap kepadamu. Jika engkau bersikap baik kepada mereka dan mencintai mereka, niscaya mereka mencintaimu.

Kalau engkau memberikan faedah untuk mereka, mereka akan memberimu faedah.

Pasti! Saling mencintai dan mengasihi itu karena dan dijalan Allah.

Dan orang yang paling pertama mendapatkan cinta dan kelembutan perasaanmu adalah orangtua, istri atau suami dan anak-anakmu.

Rasul shollalllahu ‘alaihi wa sallama bersabda,

خيركم خيركم لأهله و أنا خيركم لأهلي

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik bagi keluarganya dan aku adalah yang paling baik bagi keluargaku”.[1]

Tidaklah tersesat banyak manusia dari jalan Robb mereka melainkan karena mereka lebih mengedepankan cinta kepada segala sesuatu melebihi cintanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Demikian juga sebagian orang yang tenggelam dalam lembah permusuhan, dengki dan dendam kesumat adalah karena hilangnya cinta dari hati mereka.

Cobalah rasakan hidup – walau sebentar – dengan merasakan cinta manusia kepadamu, sedikit atau pun banyak. Bukankah hari-hari itu akan menjadi hari-hari terindah dalam kehidupanmu?.[2]

Dengarkan firman Allah Ta’ala,

إن الذين أمنوا وعملوا الصالحات سيجعل لهم الرحمن ودا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh Allah yang Maha pengasih akan menjadikan untuk mereka kasih-sayang”.[3]

Maksudnya cinta di hati manusia untuk mereka!

Pernahkah engkau bertanya pada dirimu sendiri, “Bagaimana diriku dengan cinta dilangit ini?”. Bukankah engkau pernah mendengar firman Allah Ta’ala dalam hadits Qudsi, “Sesungguhnya aku mencintai fulan, maka cintailah ia”. Lalu malaikat menyambutnya dengan penuh cinta dan rindu, kemudian diletakkan untuk penerimaan di muka bumi yaitu dengan cinta manusia kepadanya?!

Subhanallah!!

Seseorang dicintai Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dicintai Jibril dan para malaikat yang menghuni langit. Kemudian Allah jadikan manusia mencintainya … alangkah indahnya hidup orang tersebut.

Salah seorang di antara kita selalu mencari dan mengharapkan cinta makhluk kepadanya. Dadanya akan serasa sesak dan lidahnya bagai kelu jika mereka membencinya. Dan ia akan terbang karena gembira jika mereka mencintainya.

Orang ini mencari cinta manusia kepadanya disetiap tempat dan pada setiap insane. Akan tetapi ia lupa – kadang-kadang atau bahkan sering – cinta Robb-nya insan. Ia lupa apakah ia termasuk orang-orang yang dicintai Allah atau sebaliknya?

Demi Allah, saudaraku!! Apa guna cinta seluruh makhluk kepada kita jika Robb pencinta seluruh makhluk membenci kita?!

Renungkan bagaimana Asiyah mendahulukan tetangga sebelum tempat tinggal dalam do’anya, “Robbku, bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah di dalam surga”.[4]

Bagaimana menurutmu, kalau dikatakan kepada orang-orang mukminin : pilihlah antara surga tidak ada padanya Robb kalian dan padang tandus kalian bersama Robb kalian. Menurutmu apa yang akan mereka pilih?

Oohh .. alangkah meruginya orang yang tidak pernah merasakan yang paling indah dan manis dalam kehidupan ini!

Tahukah engkau apa itu? Dicintai Allah dan mencintai-Nya.

Cinta Allah kepada hamba adalah puncak cita-cita orang-orang yang sholeh. Karena apabila Allah cinta kepada hamba-Nya, Dia ridho kepadanya, meridhoi amalan, perkataan dan hatinya. Kebahagiaan apalagi yang melebihi itu?

Katakana kepadaku sejujurnya: apakah ada seseorang yang tulus dan benar dalam mencintai kekasihnya lalu ia menyiksa kekasihnya? neraka apalagi yang ditakuti seorang hamba apabila ia dicintai Allah? (dan bagi Allah adalah perumpamaan yang lebih tinggi – walillahil Matsalil A’laa).


[1] Shohih Al Jami’ (3314).

[2] Kholid Al Ahmady, Al Hubb dengan beberapa penyesuaian.

[3] Maryam : 96.

[4] At-Tahrim : 11.

Posted in Catatan Abuz Zubair Hawaary, Jendela Hati, Roqoiq dan Tazkiyatun Nufus | 11 Comments

SAHABAT TIDAK BERBEDA PENDAPAT DALAM AKIDAH

Alhamdulillah  tidak ada perselisihan (ikhtilaf) diantara para sahabat dalam masalah akidah, demikian juga diantara orang-orang yang datang sesudah mereka dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena mereka meyakini apa yang ditunjukkan oleh Al Kitab dan As Sunnah dan mereka tidak menyampaikan sesuatu dari diri mereka sendiri atau pendapat-pendapat mereka. Inilah yang menyebabkan mereka bersatu dan sepakat di atas akidah dan manhaj yang satu, mengamalkan firman Allah Ta’ala, “Dan berpegang-teguhlah kamu semua dengan Tali Allah dan janganlah kamu berpecah-belah”. (Ali Imron : 103)

Diantaranya adalah masalah orang-orang beriman melihat Robb mereka di hari kiamat. Mereka sepakat menetapkannya sesuai dalil-dalil yang mutawatir dari Al Kitab dan As Sunnah dan mereka tidak berbeda pendapat dalam hal itu.

Adapun ikhtilaf (perselisihan)  tentang apakah Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama melihat Robbnya pada malam Mi’roj dengan penglihatan mata, maka itu adalah perbedaan dalam kejadian tertentu di dunia, bukan perselisihan dalam masalah melihat Allah di hari kiamat.

Yang diyakini oleh mayoritas ulama dan pendapat ini adalah yang benar bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama melihat Robbnya (dimalam mi’roj) dengan hatinya bukan dengan penglihatan mata. Karena beliau shollallahu ‘alaihi  wa sallama ketika ditanya tentang itu bersabda,

نور أنى أراه

“Cahaya bagaimana aku bisa melihatNya”[1].

Beliau menafikan melihat Robbnya dengan mata pada peristiwa tersebut karena adanya hijab yang menghalangi yaitu cahaya. Dan karena mereka (mayoritas ulama) sepakat atas bahwasanya seseorang tidak bisa melihat Robbnya di dunia ini sebagaimana ditegaskan di dalam hadits,

واعلموا أن أحدا منكم لا يرى ربه حتى يموت

“Dan ketahuilah, bahwasanya salah seorang dari kalian tidak bisa melihat Robbnya sehingga ia mati”[2]. (Al Lajnah Ad Daimah : 21008)


[1] HR. Muslim (178/291) dari hadits Abu Dzar.

[2] HR. Muslim  (169/65) dari hadits Abdullah bin Umar.

Posted in Akidah/Manhaj | Leave a comment

PENGARUH AKIDAH DALAM KEHIDUPAN

PENGARUH AKIDAH DALAM KEHIDUPAN SEORANG MUSLIM

Apabila akidah benar maka amalan seorang muslim juga benar, karena akidah yang shohih membawa seorang muslim untuk mengerjakan amal-amal sholeh, serta mengarahkannya kepada kebaikan dan perbuatan yang terpuji.

Apabila seorang muslim bersaksi bahwasanya tidak ada yang diibadati dengan hak melainkan Allah, kesaksian yang dibangun di atas ilmu dan keyakinan serta pemahaman terhadap kandungannya, niscaya ia akan mengerjakan amal sholeh. Karena syahadat An Laa Ilaaha Illallah bukan semata kata yang diucapkan dengan lisan. Tetapi ia adalah pernyataan untuk keyakinan dan amal. Dan tidak sah serta tidak bermanfaat syahadat ini kecuali apabila seorang muslim melaksanakan kandungan-kandungannya dari amal-amal sholeh, seperti menunaikan rukun islam dan rukun iman serta perintah-perintah agama yang lainnya, syari’at-syari’atnya, sunnah-sunnahnya dan penyempurna-penyempurnanya. (Al Muntaqo, Syaikh Sholeh Al Fauzan : 15)

Posted in Akidah/Manhaj | 2 Comments

PENGARUH AKIDAH DALAM KEHIDUPAN

PENGARUH AKIDAH DALAM KEHIDUPAN SEORANG MUSLIM

Apabila akidah benar maka amalan seorang muslim juga benar, karena akidah yang shohih membawa seorang muslim untuk mengerjakan amal-amal sholeh, serta mengarahkannya kepada kebaikan dan perbuatan yang terpuji.

Apabila seorang muslim bersaksi bahwasanya tidak ada yang diibadati dengan hak melainkan Allah, kesaksian yang dibangun di atas ilmu dan keyakinan serta pemahaman terhadap kandungannya, niscaya ia akan mengerjakan amal sholeh. Karena syahadat An Laa Ilaaha Illallah bukan semata kata yang diucapkan dengan lisan. Tetapi ia adalah pernyataan untuk keyakinan dan amal. Dan tidak sah serta tidak bermanfaat syahadat ini kecuali apabila seorang muslim melaksanakan kandungan-kandungannya dari amal-amal sholeh, seperti menunaikan rukun islam dan rukun iman serta perintah-perintah agama yang lainnya, syari’at-syari’atnya, sunnah-sunnahnya dan penyempurna-penyempurnanya. (Al Muntaqo, Syaikh Sholeh Al Fauzan : 15)

Posted in Akidah/Manhaj | 2 Comments

ISTILAH USHULUDDIN

MAKSUD ISTILAH USHULUDDIN

Berbeda-beda makna yang dimaksud dari istilah Ushuluddin. Terkadang yang dimaksud dengannya adalah rukun islam dan rukun iman. Kadang juga digunakan untuk istilah pembahasan-pembahasan akidah. Ada juga yang menggunakannya untuk perkara-perkara yang wajib diketahui oleh seorang muslim dari hukum-hukum islam, seperti pengharaman zina dan khomar.

Ia adalah istilah-istilah yang berbeda-beda maksudnya sesuai dengan perpedaan pandangan orang-orang yang menggunakannya. Dan tidak ada masalah dalam hal ini, yang penting bagi seorang muslim adalah melaksanakan perintah Allah Ta’ala dan meninggalkan laranganNya dengan menempuh jalan lurus syari’at yang suci ini. (Al-Lajnah Ad Daimah : 18612).

Posted in Akidah/Manhaj | 2 Comments

MASALAH-MASALAH KHITBAH DAN MAHAR

MASALAH-MASALAH KHITBAH DAN MAHAR

1.       CARA MEMILIH ISTRI

Telah shohih dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama bahwasanya beliau menganjurkan menikahi wanita yang memiliki agama, memiliki sifat kasih-sayang dan subur. Ini menunjukkan pentingnya memperhatikan masalah memilih istri yang sholeh, disebabkan maslahat-maslahat kehidupan rumah tangga yang dipetik dari itu, serta pengaruhnya yang besar terhadap kesholehan dan keistiqomahan anak keturunan kelak.

Allah Ta’ala berfirman (artinya), “sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)”. (An-Nisa’ : 34)[1]

2.       TANGGUNG JAWAB WALI AMRI PEMUDI (GADIS) TERHADAP LAKI-LAKI YANG MAJU UNTUK MEMINANG PUTRINYA

Wali amri seorang pemudi wajib memilihkan untuk putrinya seorang laki-laki yang sepadan dan sholeh, dari orang-orang yang ia ridhoi agama dan amanahnya, berdasarkan sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama,

إذا أتاكم من ترضون خلقه و دينه فزوجوه إلا تفعلوا تكن فتنة في الأرض و فساد عريض

“Apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridhoi akhlak dan agamanya maka nikahkanlah ia, jika tidak kalian lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang luas”.[2]

Maka wali pemudi wajib bertakwa kepada Allah dalam masalah itu, dan menjaga maslahat putrinya bukan maslahat dia, sesungguhnya ia dibebani amanah dan kelak diminta pertanggung jawaban terhadap apa yang Allah amanahkan kepadanya. Dan janganlah ia membebani peminang apa yang tidak dia sanggupi, seperti meminta mahar melebihi kebiasaan yang berlaku.[3]

3.       LANDASAN SEORANG PEMUDI DALAM MEMILIH SUAMINYA

Sifat-sifat yang paling penting yang karenanyalah seharusnya seorang pemudi memilih laki-laki yang datang meminangnya yaitu akhlak dan agama. Adapun harta dan nasab adalah masalah kedua, akan tetapi yang paling penting adalah hendaknya yang datang meminang adalah seorang yang memiliki agama dan akhlak. Karena seorang pria yang memiliki agama dan akhlak, wanita tidak akan kehilangan apa-apa darinya. Jika ia menahannya ia menahannya dengan baik, jika ia melepaskannya ia melepaskannya dengan baik pula. Kemudian laki-laki yang memiliki agama dan akhlak diberkahi Allah begitu juga anak keturunannya. Istrinya bisa belajar darinya akhlak dan agama. Adapun jika tidak memiliki agama dan akhlak, seorang wanita hendaknya menjauh darinya, khususnya sebagian orang-orang yang melalaikan sholat atau orang-orang yang dikenal suka meminum khomar, wal ‘iyadz billah.

Adapun orang-orang yang tidak sholat sama sekali, maka mereka adalah kafir. Wanita mukminah tidak halal bagi mereka sebagaimana mereka juga tidak halal bagi wanita mukminah. yang penting, seorang wanita menitik-beratkan pada akhlak dan agama. Adapun nasab jika di dapat yang memiliki nasab bagus tentu lebih utama. Karena Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallama bersabda, “Apabila datang kepada kalian seorang yang kalian ridhoi akhlak dan agamanya maka nikahkanlah ia”[4].[5] bersambung)


[1] Al Lajnah Ad Daimah : 18447.

[2] Hadits Hasan dikeluarkan oleh At Tirmidzi (1085) dari hadits Abu Hatim Al Muzani rodhiyallahu ‘anhu, dihasankan oleh Al Albany di Shohih Sunan At Tirmidzi.

[3] Al Lajnah Ad Daimah : 20062.

[4] Lihat takhrij no 2.

[5] Ibnu Utsaimin, Fatawa Al Mar-atul Muslimah.

Posted in FIKIH | 1 Comment

AKU MENCINTAINYA

KUAKUI BAHWA AKU MENCINTAINYA …

Ya, aku memang mencintainya. Aku mencintainya mengalahkan cinta seseorang kepada kekasihnya. Bahkan manakah cinta orang-orang yang jatuh cinta dibanding cintaku ini?!

Ya, aku mencintainya. Bahkan demi Allah, aku merindukannya. Aku merasakan sentuhannya yang lembut, menyentuh relung hatiku. Aku tidak mendengarnya melainkan rinduku seakan terbang ke langit, lalu hatiku menari-nari dan jiwaku menjadi tentram.

Aku mecintaimu duhai perkataan yang baik

Aku mencintaimu duhai perkataan yang lembut

Aku mencintaimu duhai perkataan yang santun.

Alangkah indahnya ketika seorang anak mencium tangan ibunya seraya berkata, “Semoga Allah menjagamu ibu”.

Alangkah eloknya ketika seorang ayah senantiasa mendo’akan anaknya, “Ya Allah ridhoilah mereka, dan bahagiakan mereka di dunia dan akhirat”.

Alangkah bagusnya ketika seorang istri menyambut kedatangan suaminya dengan senyuman seraya berkata, “Semoga Allah tidak menjauhkan kami darimu, rumah ini serasa gelap tanpa dirimu”.

Alangkah baiknya ketika istri melepaskan kepergian suami bekerja di pagi hari, ia berkata, “Jangan beri kami makan dari yang haram, kami tidak sanggup memakannya”.

Kalimat dan ungkapan yang indah, bukankah begitu? Bukankah kita berharap kalimat dan ungkapan seperti ini dikatakan kepada kita? Bukankah setiap kita berangan-angan mengatakan kalimat-kalimat seperti ini kepada orang-orang yang dicintainya? Akan tetapi kenapa kita tidak atau jarang mendengarnya?

Penyebabnyanya adalah kebiasaan. Barangsiapa yang membiasakan lisannya mengucapkan kata-kata yang lembut berat baginya untuk meninggalkannya, begitu pula sebaliknya.

Orang yang terbiasa memanggil istrinya dengan kata “kekasihku” sulit baginya memanggil istrinya seperti sebagian orang memanggil istrinya, ‘Hei ..hai ..”. atau “Kau ..” dan lain sebagainya.

Barangsiapa yang terbiasa memulai ucapannya kepada anaknya, “Ananda, Anakku, Putriku” tidak seperti sebagian lain yang mengatakan, “Bongak .. jahat ..setan!” maka ia berat mengucapkan selain itu.

Kenapa kita tidak bisa mengucapkan satu ungkapan cinta saja kepada anak-anak kita, ibu kita, dan keluarga kita? Jika adapun kalimat tersebut keluar dengan malu-malu.

Kenapa lisanmu terkunci di dekat istrimu atau dihadapan ayah dan ibumu, sedangkan dihadapan temanmu, kata-katamu begitu mesra?!

Biasakanlah – misalnya- mengucapkan kepada ibumu, “Ibu, do’akan kami. Apakah ibu ingin titip sesuatu agar ananda beli sebelum ananda berangkat?”

Biasakanlah mengucapkan kepada anakmu kata-kata (sayangku, anakku) dan apabila ia mengambilkan sesuatu untukmu seperti segelas air katakana kepadanya Jazakallah atau ungkapan terima kasih.

Jika putra atau putrimu meminta sesuatu darimu dan engkau sanggup memberikannya serta itu baik untuknya katakanlah kepada mereka dengan tulus, “Dengan sepenuh hati, ayah akan bawakan untukmu”.

Cobalah kata-kata dan kalimat yang lembut dan senyuman yang manis, lalu lihatlah hasilnya!

Lihatlah bagaimana Nabi kita shollallahu ‘alaihi wa sallama berbicara kepada anak istrinya.

Perhatikanlah kelembutan hatinya, serta keindahan tutur katanya.

Beliaulah sebaik-baik suri teladan.

Posted in Akhlak, Catatan Abuz Zubair Hawaary | 19 Comments

HAKIKAT DIN ISLAM

HAKIKAT DIN ISLAM

Hakikat islam  tergambar dalam jawaban Rasul shollallahu ‘alaihi wa sallama untuk Jibril ‘alaihis Salam. Ketika ia bertanya kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama tentan g Islam, maka Beliau menjawab, “Islam itu adalah; engkau bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang diibadati dengan hak melainkan Allah dan bahwasanya Muhamad itu adalah Rasulullah, dan engkau menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan serta mengerjakan haji ke Baitullah jika engkau sanggup melakukannya”. (HR. Muslim 1/8 dari sahabat Umar bin Al Khottob)

Termasuk dalam ini beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, Rasul-rasuNya, hari akhir, dan beriman kepada Qodar yang baik maupun yang buruk, sebagaimana termasuk juga dalam itu Al Ihsan yaitu; Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya. Jika engkau tidak melihatNya sesungguhnya Ia melihatmu. Karena Islam apabila disebutkan mencakup semua hal ini berdasarkan kepada firman Allah Ta’ala (yang artirnya), “Sesungguhnya Din yang diridhoi disisi Allah adalah Islam”. (Ali imron : 19)

Dan hadits Jibril ketika ia bertanya kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama tentang islam, iman, dan ihsan, lalu beliau menjawabnya dengan apa yang disebutkan di atas. Dan Rasul memberitakan bahwa Jibril menanyakan semua perkara ini adalah dalam rangka mengajarkan kepada manusia agama mereka. Tentu ini menunjukkan bahwasanya Dinul Islam adalah tunduk kepada perintah-perintah Allah zohir dan batin serta meninggalkan apa yang dilarangnya zohir dan batin. Inilah dia Islam yang sempurna. (Al-Lajnah Ad Daimah, 1988)

Posted in Akidah/Manhaj | 5 Comments