Saturday, March 28th, 2009 | Author:

LARANGAN MENGHARAPKAN/MEMINTA BERKAH DARI POHON, BATU DAN SEJENISNYA.

عن أبي واقد الليثي – رضي الله عنه – قال : خرجنا مع رسول اللهr إلى حنين ونحن حدثاء عهد بكفر ، وللمشركين سدرة يعكفون عندها وينوطون بها أسلحتهم يقال لها ذات أنواط ، فمررنا بسدرة ، فقلنا يا رسول الله اجعل لنا ذات أنواط ، كما لهم ذات أنواط فقال رسول اللهr : « الله أكبر إنها السنن قلتم والذي نفسي بيده ، كما قالت بنو إسرائيل لموسى : ] اجعل لنا إلهاً كما لهم آلهة قال إنكم قوم تجهلون [ لتركبن سنن من كان قبلكم »

Artinya : Dari Abu Waqid Al-Laitsi semoga Allah meridhoinya ia berkata, “Kami pergi bersama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama menuju Hunain. Dan ketika itu kami baru meninggalkan kekufuran. Orang-orang musyrikin mempunyai  Sidroh (sejenis pohon) , mereka beri’tikaf di dekatnya dan menggantungkan senjata-senjata mereka padanya. Pohon itu disebut Dzaatu Anwath. Maka kami melewati sebuah pohon sidroh. Kami pun berkata, ‘Ya Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwath seperti yang mereka miliki’. Maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, ‘Allahu Akbar .. sesungguhnya itu adalah jalan-jalan (orang-orang sebelum kalian). Kalian telah mengatakan demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya sebagaimana ucapan Banu Israil kepada Musa (jadikanlah untuk kami tuhan-tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan. Ia (Musa) berkata :  sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang bodoh).

Sungguh, kalian pasti akan mengikuti jejak-jejak orang-orang yang seblum kalian”.

(Dikeluarkan oleh Ahmad 5/228, At-Tirmidzi  4/475 kitab Al-Fitan no.2180, Abdurrozaq 11/369 no. 20763, Ibnu Jarir 9/45-46, Ibnul Mundzir di Ad-Durrul Mantsur 3/533, Abu Hatim 3/275 no. 3290-3294 dan Ath-Thobroni)

MAKNA HADITS

Dalam perang Hunain, ikut serta dalam pasukan Rasulullah shollallahu alaihi wa sallama orang-orang yang baru masuk islam. Kaki mereka belum kokoh di atas islam, dan belum paham dakwah islamiyah serta akidah-akidah dan landasan-landasanya, karena mereka belum lama meninggalkan jahiliyah dan syirik. Ketika mereka melewati orang-orang musyrikin yang sedang I’tikaf di di dekat sebuah pohon mengharapkan berkah dan mengagungkan pohon itu. Tatkala orang-orang yang baru masuk islam itu melihat mereka melakukan itu, mereka meminta Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama membuatkan untuk mereka pohon tempat mereka menggantungkan senjata-senjata mereka dengan tujuan mengharapkan berkah dari pohon itu – bukannya mengibadatinya – mereka mengira bahwa islam mengizinkan tabarruk (mengharapkan berkah) seperti ini, dan bahwasanya dengan itu mereka dapat meraih kemenangan atas musuh-musuh mereka.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama terkejut mendengar permintaan yang aneh ini. Maka beliau mengucapkan kalimat yang agung, yang seharusnya menjadi pelajaran bagi umat sampai hari kiamat, beliau berkata (Allahu Akbar .. sesungguhnya itu adalah jalan-jalan (orang-orang sebelum kalian). Kalian telah mengatakan demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya sebagaimana ucapan Banu Israil kepada Musa (jadikanlah untuk kami tuhan-tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan. Ia (Musa) berkata :  sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang bodoh).Sungguh, kalian pasti akan mengikuti jejak-jejak orang-orang yang seblum kalian.

Kaum muslimin teramat membutuhkan untuk memahami pelajaran ini. Begitu juga para ulama seyogyanya mereka menyuarakan kalimat yang kuat ini kepada orang-orang yang mengharap berkah dari makhluk yang hidup maupun yang sudah mati, pohon-pohon dan bebatuan. Karena mereka mengira itu dari islam. Dan mereka dibohongi  oleh orang-orang yang tidak takut kepada Allah serta tidak mengharapkan Allah dan hari akhir dari para penyembah harta dan kedudukan. Mereka memanfaatkan emosi orang-orang bodoh dan awam. Sehingga mereka memegang kebatilan dan mendorong mereka untuk memerangi kebenaran dan tauhid.

Kesimpulan Hadits :

1.       Larangan menyerupai orang-orang jahiliyah.

2.       Bahwasanya perbuatan Bani Israil yang dicela, juga tercela bagi umat ini jika melakukannya.

3.       Di dalam hadits ini ada isyarat kepada kaedah (Saddudz Dzari’ah) atau menutup pintu keburukan.

4.       Di dalam hadits ini juga terdapat mu’jizat Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama, karena apa yang disabdakannya terbukti.

5.       Wajib takut terhadap kesyirikan. Dan bahwasanya seseorangitu bisa jadi menganggap baik sesuatu, dan ia mengiranya itu bisa mendekatkan dia kepada Allah, padahal malah menjauhkannya dari rahmat Allah, dan mendekatkannya kepada kemurkaan-Nya.

(diringkas dari : Mudzakkiroh Al-Hadits An-Nabawy  fil Akidah wal It-Tiba’  karangan Syaikh Robi bin Hadi Al-Madkholi, halaman 17-19).

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 7.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +1 (from 1 vote)
LARANGAN MENGHARAP/MEMINTA BERKAH DARI MAKHLUK7.0102
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay
Category: Akidah/Manhaj
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
2 Responses
  1. Abdullah says:

    Assalamu’alaikum…

    Afwan ustad, bagaimana dengan tradisi2 orang dijawa? yang melarungkan makanan dan sembelihan serta benda2 lainnya kedalam laut? contohnya laut pantai selatan dan sejenisnya.

    satu lagi ustad. bagaimana pendapat ustad mengenai keris dan benda2 sejenisnya?? apakah ada tradisi memandikan benda2 tersebut yang kata orang2 yang punya adalah benda keramat? dan juga saya mau tanya mengenai kalung yang berbentuk tasbih yang di percayai dapat membawa kesehatan? ane sering lihat sebagian orang jemaa’ah tabliq dan lainnya pake kalung yang berbentuk tasbih tersebut.

    Jazakallahu khairan kashiran.

    Ana Abdullah
    Di Pekanbaru, SUkajadi tepatnya di jalan balam..

    Assalamu’alaikum

    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. wa ‘alaikumus salam warahmah

    na’am .. tradisi-tradisi di sebagian tempat seperi sesajen atau sembelihan yang dilakukan untuk selain Allah adalah perbuatan syirik. dan itu adalah salah satu perbuatan jahiliyyah yang wajib ditinggalkan, dijauhi dan dibersihkan.

    Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah sesungguhnya sholatku, dan sembilahanku, dan hidupku serta matiku adalah milik Allah Robb semesta alam”. (Al-An’am : 162-163)

    Allah Tabaaroka wa Ta’ala memerintahkan kita menyelisihi orang-orang musyrikin yang mengibadati dan menyembelih selain Allah. karena barangsiapa yang mendekatkan diri kepada selain Allah untuk menolak bala (marabahaya) atau mendatangkan manfaat karena mengagungkannya maka dia telah melakukan kekufuran dan kesyirikan yang dilakukan oleh orang-orang jahiliyyah dulu.
    seseorang datang menemui Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama meminta izin untuk menyembelih nazarnya di tempat yang bernama Bawaanah. Maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama berkata kepadanya, “Apakah di sana ada dulu ada berhala?”. ia menjawab, “Tidak”. Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama kembali bersabda, “Apakah di sana dahulu pernah di adakan hari raya jahiliyyah?”. ia menjawab, “Tidak”. Nabi bersabda, “Tunaikan nazarmu”. (Dikeluarkan oleh Abu Dawud dalam sunannya 3313)

    penanya ini adalah seorang sahabat, orang yang bertauhid ingin mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. akan tetapi apabila tempat itu pernah menjadi tempat berhala atau perayaan jahiliyyah bisa menjadi penghalang dilaksanakannya nazarnya. tatkala nabi mengetahui bahwasanya semua itu tidak ada di sana barulah nabi mengizinkan. kalau seandainya salah satu perbuatan jahiliyyah itu pernah dilakukan di sana dulunya, niscaya beliau akan melarang sahabat tadi menyembelih nazarnya di sana demi menjaga kemurnian tauhid dan memutus jalan kepada kesyirikan.

    adapun mengkeramatkan benda-benda seperti keris, tombak, kerbau dan lain-lainnya lalu dimandikan dengan ritual tertentu, serta diharapkan berkah darinya. tidak diragukan lagi, bertentangan dengan akidah tauhid yang dibawa oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallama. antum bisa merujuk tulisan larangan mengharapkan berkah dari makhluk di telaga hati yang diposting pada 31 maret 2009.

    dan masalah mengalungkan tasbih dileher ..itu hanyalah perbuatan-perbuatan orang yang tak berilmu. mendatangkan ‘ujub dan riya’. kalau digunakan dengan keyakinan sebagai obat, maka itu seperti tamimah (jimat) yang dilarang oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama. semoga Allah meneguhkan kita semua di atas tauhid dan menjauhkan kita dari segala perbuatan syirik. wallahu a’lam.

    akhuukum

    abuz zubair hawaary

    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0 (from 0 votes)
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>