WASIAT SANG KEKASIH
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Wahai sekalian manusia! Siapa saja dari manusia atau kaum mukminin yang tertimpa musibah maka hendaklah dia menghibur diri dengan musibahku dari musibah selainku. Sesungguhnya salah seorang dari umatku tidak akan ditimpa suatu musibah yang lebih berat dari musibahku.” (Shahih Sunan Ibnu Majah no. 1300 dari Aisyah radhiallahu anha).
Musibah apa lagi yang lebih besar dari wafatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam? Musibah apa yang lebih besar bagi manusia dibanding dengan terputusnya wahyu dari langit yang merupakan pertanda mulai munculnya fitnah seperti penggalan-penggalan malam yang gelap, yang terakhir mengikuti yang pertama, yang terakhir lebih buruk daripada yang pertama? Musibah apa yang lebih besar dari musibah yang dengannya kemudian terbuka pintu-pintu fitnah yang membawa kepada keburukan hingga akhir zaman?
Merenungkan bagian akhir kisah kehidupan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam merupakan pelajaran yang sangat berharga. Sungguh beliau tidak kembali kepada Rabb-Nya melainkan telah meninggalkan dua perkara yang malamnya bagaikan siang, dan barangsiapa yang berpegang kepada keduanya tidak akan sesat selamanya, yakni Al-Qur’an dan Sunnahnya. Betapa sering di akhir-akhir hidupnya beliau mewasiatkan untuk berpegang teguh terhadap ajaran yang ditinggalkannya. Lalu dimana posisi kita? Dimana kita pada hari ini, yang mengaku sangat mencintai Nabi yang mulia – shallallahu alaihi wasallam – namun pada saat yang bersamaan meninggalkan sebagian ajarannya, mengabaikan sunnahnya, bahkan tidak jarang sebagian yang lain mencemoohnya? Apakah bukti cinta itu dengan bentuk perayaan-perayaan atas nama beliau, bait-bait syair, nyanyian yang menjadi pilihan, sementara sunnah beliau yang merupakan jalan menuju keselamatan untuk bertemu dengannya di telaga Haud ditinggalkan?
Kajian Wasiat Sang Kekasih ini menitikberatkan kepada masa-masa terakhir kehidupan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Penjabaran mengenai wasiat beliau serta hikmah yang seharusnya diambil dari musibah besar wafatnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Durasi : 02:39:29
Ukuran : 36,4 MB
Bitrate : 32 Kbps
Pekanbaru




Assalamu’alaikum, ustadz ana izin dunlod ya,,,! jazakalloh
Assalamu’alaikum, Ustadz
Rasulullah memang telah wafat, tapi beliau meninggalkan wasiat buat kita semua, semoga kita akan selalu ingat akan wasiatnya dan selalu istiqomah diatas kebenaran, semoga Allah mempertemukan kita dengan beliau, amin
Asssalamu alaikum wr wb,
SubhanAllah….ana sangat suka dengan Kajian ini….berkali-kali ana dengarkan, awalnya kan yang Wasiat Dihari-Hari Menjelang Wafatnya Rosulullah….terus disempurnakan dengan sang kekasih menjadi 1 bagian penuh…… Semoga Allah merahmati Ustad Abu Zubair Al hawaary dan keluarga…..
Ustad….ana menunggu kajianya yang bisa didownload di http://www.kajian.net untuk kajian sirah nabawi dan sahabat…….itu bisa membuat ghiroh ana semakin mantab…..
thanks
wassalamu’alaikum wr wb
Assalamu’alaikum…..Ustz ana izin dlwd ya…..
oya ustadz jazakumullhukhoiron
assalamualaikum,,, alhmdulillah ana nemukan lg kajian wasiat sang kekesih ,,kmrn ana sedih bgt vcd yg brsi kajian ini rusak,,ana izin download ya ustadz,,, jazakumullahu khairn….
Assalamu’alaikum, ustadz ana izin dunlod ya,,,! jazakalloh
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh. berderailah air mata tatkala mendengar kajian detik-detik wafatnya Rasulullahi shalallahu alaihi wa sallam…musibah besar…