<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>TELAGA HATI Online</title>
	<atom:link href="http://abuzubair.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abuzubair.net</link>
	<description>... Aku Hidup Untuk Yang Menghidupkanku dan Aku Mati Untuk Yang Mematikanku ...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Jun 2010 04:16:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<!-- podcast_generator="podPress/8.8" - maintenance_release="8.8.4" -->
		<copyright>Copyright &#xA9; Telaga Hati Online 2010 </copyright>
		<managingEditor>surat@abuzubair.net (TELAGA HATI Online)</managingEditor>
		<webMaster>surat@abuzubair.net (TELAGA HATI Online)</webMaster>
		<category>posts</category>
		<ttl>1440</ttl>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>... Aku Hidup Untuk Yang Menghidupkanku dan Aku Mati Untuk Yang Mematikanku ...</itunes:summary>
		<itunes:author>TELAGA HATI Online</itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name>TELAGA HATI Online</itunes:name>
			<itunes:email>surat@abuzubair.net</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://abuzubair.net/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://abuzubair.net/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>TELAGA HATI Online</title>
			<link>http://abuzubair.net</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>KEPADA UMAT YANG DIMURKAI</title>
		<link>http://abuzubair.net/kepada-umat-yang-dimurkai/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/kepada-umat-yang-dimurkai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 06:37:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah/Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[kata-kata emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[KEPADA (YAHUDI) UMAT YANG DIMURKAI Oleh, Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholy hafizhahullahu Ta’ala, Kepada umat yang dimurkai, yang Allah berfirman tentang mereka, فَبَاؤُواْ بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ “Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.” (Al Baqoroh : 90) Kepada umat yang hina dina yang Allah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>KEPADA (YAHUDI) UMAT YANG DIMURKAI</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh, Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholy hafizhahullahu Ta’ala,</strong></p>
<p>Kepada umat yang dimurkai, yang Allah berfirman tentang mereka,</p>
<p dir="rtl">فَبَاؤُواْ بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ</p>
<p>“Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.” (Al Baqoroh : 90)</p>
<p>Kepada umat yang hina dina yang Allah timpakan kepada mereka kehinaan karena kekufuran mereka dan perbuatan mereka membunuh para nabi.</p>
<p dir="rtl">﴿ ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُواْ إِلاَّ بِحَبْلٍ مِّنْ اللهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاؤُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُواْ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللهِ وَيَقْتُلُونَ الأَنبِيَاء بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ ﴾</p>
<p>“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi tanpa alasan yang benar. yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas”. (Ali Imron : 112)</p>
<p>Inilah sebagian sifat-sifat kalian yang menyebabkan kalian hina, rendah dan mendapatkan murka dari Allah. Dan tidak akan tegak kekuasaan kalian kecuali kalian berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia sampai masa kita ini dan sampai hari kiamat.</p>
<p>Kalian tidak punya sandaran keimanan dan akidah, kalian juga tidak punya sandaran sifat kejantanan dan keberanian. Kalian senantiasa berperang dari balik-balik tembok, perpecahan sesama kalian  sangatlah keras.</p>
<p>Sesungguhnya sifat-sifat keji kalian sangatlah banyak, antara lain : khianat, mungkir, membuat-buat fitnah, menyalakan api peperangan, membuat kerusakan di muka bumi dan setiap kali kalian menyalakan api peperangan Allah memadamkannya. Sejarah kalian sungguh hitam dan kehinaan kalian tidak asing lagi bagi seluruh umat-umat.</p>
<p><span id="more-458"></span></p>
<p>Untuk umat (Yahudi) ini aku katakan – dan juga dikatakan oleh setiap muslim yang tulus : Janganlah kalian angkuh dan sombong. Janganlah kalian terpedaya oleh kemenangan semu yang kalian dapatkan. Sesungguhnya kalian  demi Allah tidak pernah menang atas pasukan Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallama dan tidak pernah menang atas akidah Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallama; yaitu akidah tauhid “Laa Ilaaha Illallah”. Kalian tidak pernah menang atas pasukan yang dipimpin oleh orang-orang semisal Kholid bin Al Walid, Abu Ubaidah bin Al Jarroh, Sa’ad bin Abi Waqqosh, Amru bin Al ‘Ash dan Nu’man bin Muqrin dari orang-orang yang terdidik di atas akidah Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallama dan manhaj Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama. Serta mereka mendidik pasukan mereka di atas itu, dan memimpin mereka untuk meninggikan Kalimatullah. Orang-orang yang lebih kuat dan perkasa dari kalian seperti balatentara kisra dan kaisar tidak sanggup berdiri menghadang mereka.</p>
<p>Kalian tidak pernah menang atas pasukan yang seperti ini jati diri, akidah dan manhajnya, dan yang cita-citanya adalah menegakkan Kalimatullah. Kalian hanya menang melawan pasukan-pasukan dari generasi-generasi yang dikatakan Allah Ta’ala,</p>
<p dir="rtl">﴿ فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا ﴾</p>
<p>“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan,”. (Maryam : 59)</p>
<p>Kalian menang atas pasukan yang kebanyakan mereka tidak berakidah seperti akidah Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama dan sahabat-sahabatnya, tidak mengikuti manhaj Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama dan tentaranya, tujuannya pun tidak sama dengan tujuan yang dulu mereka berjihad karenanya.</p>
<p>Atas orang-orang yang seperti buih-buih di permukaan airlah kalian menang. Dikarenakan kesia-siaan dan kegagalan mereka negara kalian bisa tegak, dan kalian merasa berkuasa di bumi serta menyebarkan kerusakan padanya</p>
<p dir="rtl">﴿ وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا . فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُواْ خِلالَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولاً . ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا . إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الآخِرَةِ لِيَسُوؤُواْ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُواْ الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُواْ مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا ﴾</p>
<p>“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: &#8220;Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar&#8221;. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana. kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”. (Al Isro’ : 4-7)</p>
<p>Inilah sejarah kalian, dan beginilah Allah memperlakukan kalian. Sekalipun ini telah berlalu di tangan orang-orang majusi. Maka kalian – insya Allah – akan mendapatkan apa yang lebih dahsyat dari itu ditangan tentara Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama, tentara islam sebagaimana Allah telah mengancam kalian dengan itu karena kerendahan dan kehinaan kalian di sisiNya.</p>
<p dir="rtl">﴿ وَإِنْ عُدتُّمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا ﴾ .</p>
<p>“Dan Sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-Isro’ : <img src='http://abuzubair.net/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekarang kalian kembali mengulangi kedurhakaan, dan akan kembali kepada kalian hukuman yang keras dari Allah yang tidak pernah mengingkari janji-Nya, dan di atas tangan-tangan pasukan Muhamad bukan di tangan anak-anak buatan kalian dan barat yang Kristen dan matrealisme. Jangan kalian angkuh dan bangga, demi Allah kalian tidak pernah menang atas islam, tidak atas pasukan Muhamad, (Umar) Al Faruq, Kholid dan saudara-saudaranya dari tentara-tentara Allah dan tentara-tentara islam.</p>
<p>Kepada seluruh kaum muslimin – pemerintah dan rakyatnya, kelompok-kelompok dan golongan-golongan, para ulama dan cendikiawan- sampai kapan kalian cenderung kepada kehidupan yang hina ini!?  Sampai kapan kalian hidup seperti buih-buih di lautan!? Sampai kapan!? Dan sampai kapan!?</p>
<p>Mana orang-orang pintar kalian!? Mana ulama-ulama kalian!? Mana para cendikiawan kalian!? Dan mana panglima-panglima pasukan kalian!?</p>
<p>Kalian telah mendirikan ribuan sekolah dan universitas, lantas apa buahnya!? Demi Allah, kalau sepersepuluh dari orang-orang yang menisbatkan diri kepada sekolah-sekolah dan universitas-universitas ini  tegak di atas Minhaj Nubuwwah, baik akidah, akhlak, dan undang-undang, niscaya akan menerangi dunia dengan cahaya keimanan dan tauhid, serta sirnalah kegelapan kebodohan, syirik dan bid’ah. Dan musuh-musuh kalian tidak akan menguasai kalian seperti saat ini. Dan jika ada sebagian perguruan tinggi ini tegak di atas manhaj yang hak ini orang-orang yang tidak menyukai manhaj ini menyusup kedalamnya, lalu mempengaruhi perjalanannya dan merobah haluan kebanyakan orang-orang yang menisbatkan diri kepadanya, maka hanya kepada Allah semata tempat mengadu.</p>
<p>Tidakkah realita pahit ini mewajibkan kalian untuk mengkaji ulang konsep-konsep sekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi kalian serta konsep pembinaan kalian? Tidakkah telah datang saatnya untuk berpikir sungguh-sungguh dalam merobah kondisi ini? Dan membalikkan menjadi lebih baik, serta menegakkan manhaj-manhaj islamiyah yang shohih yang bersumber dari Kitabullah dan Sunnah shollallahu ‘alahi wa sallama dan Manhaj as Salafush sholeh. Demi Allah tidak akan baik akhir umat ini kecuali dengan apa-apa yang telah membuat baik generasi awalnya.</p>
<p>Robahlah manhaj-manhaj ini, yang kebanyakannya tidak menghasilkan untuk kalian kecuali buih-buih diatas permukaan air. Tegakkanlah di atas puing-puingnya manhaj robbany yang tidak ada kebaikan, keberuntungan dan kesuksesan di dunia dan akhirat bagi kalian kecuali dengannya, jika kalian menginginkan untuk diri kalian dan umat kalian keberuntungan, kebaikan dan kemenangan atas musuh-musuh, terutama atas orang-orang yang Allah timpakan atas mereka kehinaan dan kerendahan (yahudi).</p>
<p>Dan kepada para pemimpin kaum muslimin – secara khusus – sesungguhnya di atas pundak kalian ada tanggung jawab yang sangat besar;</p>
<p>Pertama : komitmen kalian kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, serta siroh Al Khulafa’ Ar Rosyidin, dalam akidah, ibadah dan politik kalian. Dan dalam membawa rakyat kalian serta mendidik mereka di atas itu semua.</p>
<p>Adalah kewajiban dari Robb kalian atas kalian untuk mencampakkan undang-undang buatan manusia – demi Allah – yang terkebelakang itu. Lalu memimpin umat kalian dalam segala aspek kehidupannya dengan Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya serta sunnah khulafa ar rosyidin; baik yang berkaitan dengan agama maupun dunianya.</p>
<p>Sesungguhnya kalian adalah hamba-hamba Allah, hidup di bumi-Nya, dan dari rizkiNya lah kalian makan, minum dan berpakaian. Maka merupakan kewajiban kalian untuk mengibadati-Nya, bersyukur kepada-Nya dan berbangga dengan agama serta syari’at-Nya, lalu kalian berpegang teguh dengannya, dan mewajibkan rakyat kalian untuk memegang teguhnya, karena manusia itu mengikuti agama raja-rajanya. Sesungguhnya Allah mengangkat sesuatu dengan kekuasaan, apa yang tidak diangkatnya dengan Al Qur’an, sebagaimana dikatakan oleh Al Kholifah Ar Rosyid Utsman.</p>
<p>Kedua : hendaklah kalian membentuk pasukan-pasukan islamiyah yang terdidik di atas Al Kitab dan As Sunnah serta di atas azas-azas kemiliteran islami. untuk merealisasikan tujuan dan cita-cita pasukan pengikut Nabi Muhammad, kalian wajib mendidiknya di atas akidah dan manhaj Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama, Al Faruq dan Kholid. Serta mendidik mereka di atas cita-cita yang telah digariskan Allah untuk Muhamad dan sahabat-sahabatnya, agar mereka menjadi tentara Allah sejati. Ketika itulah kalian tidak akan terkalahkan.</p>
<p dir="rtl">﴿ وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ ﴾</p>
<p>“Dan Sesungguhnya tentara Kami Itulah yang pasti menang”. (Ash-Shoffat : 173)</p>
<p>Bukan di atas cita-cita dan tujuan duniawiyah, slogan-slogan jahiliyah seperti sukuisme, nasionalisme dan rasisme, serta apa yang lebih buruk dari pada itu.</p>
<p>Sungguh telah cukup bagi kalian – insya Allah – dan telah cukup bagi umat kalian apa yang menimpa kalian dan mereka, yaitu pelecehan umat paling hina lagi rendah dan tantangan mereka kepada kalian. Serta keangkuhan, kesombongan dan perbuatan aniaya mereka kepada kalian. Demi Allah tidak ada yang bisa menolak keburukan dan kesombongan ini melainkan dengan berpegang teguh kepada islam dan mendidik umat kalian serta pasukan-pasukan kalian di atas pokok-pokoknya dan dasar-dasarnya di samping itu meruntuhkan segala syi’ar, pemikiran dan akidah yang telah membawa umat kepada realita pahit ini.</p>
<p>Dan kepada rakyat Palestina – secara khusus – rakyat ini wajib mengetahui; bahwasanya (dahulu) Palestina tidak ditaklukan kecuali dengan islam ditangan (Umar) Faruq-nya islam serta pasukan-pasukan islamiyahnya. Dan Palestina tidak akan bisa dibebaskan dari kotoran yahudi kecuali dengan islam yang hak, yang dengannya dahulu Palestina ditaklukan melalui tangan Al Faruq (Umar).</p>
<p>Kalian telah banyak berjuang dan sangat banyak. Saya tidak pernah mengetahui suatu bangsa yang memiliki kesabaran seperti kesabaran kalian. Akan tetapi banyak dari kalian tidak mengemban akidah Al Faruq dan manhajnya. Kalau jihad kalian tegak di atas ini, niscaya problema kalian akan lenyap, dan kalian pasti meraih kemenangan. Maka wajib atas kalian menegakkan akidah-akidah kalian, manhaj-manhaj kalian dan jihad kalian di atas Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Kalian wajib berpegang teguh semuanya dengan tali Allah dan janganlah berpecah-belah. Lakukanlah semua ini dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan; di mesjid-mesjid, sekolah-sekolah dan perguruan tinggi-perguruan tinggi kalian. Serta tepatilah janji kepada Allah dalam semua itu – insya Allah – untuk mewujudkan kemenangan sesungguhnya atas yahudi saudara-saudara kera dan babi.</p>
<p>Dan sesungguhnya penduduk Syam yang muslim dijanjikan kemenangan atas yahudi dan nasrani melalui lisan Ash Shodiqul Mashduq       shollallahu ‘alaihi wa sallama. Maka sinsingkanlah lengan niscaya Allah akan mewujudkan janjiNya untuk kalian. Tanpa itu kalian tidak akan mendapatkan kecuali kerugian.</p>
<p>Demi Allah, tidak bermanfaat bagi kalian campur tangan amerika dan PBB, begitu juga sukuisme dan nasionalisme yang dimurkai Allah.</p>
<p>Segeralah! Segeralah jalani sebab-sebab kemenangan hakiki. Telah cukup bagi kalian pengalaman-pengalaman yang tidak memberikan apa-apa untuk kalian. Janganlah seperti yang dikatakan (permisalan arab),</p>
<p>“Bagaikan seekor onta ditengah gurun, mati kehausan</p>
<p>Sedangkan ia membawa air di atas punggungnya”.</p>
<p>Ya Allah, wujudkanlah untuk umat ini perkara yang baik yang padanya wali-waliMu menjadi mulia dan musuh-musuhmu padanya menjadi hina. Ya Allah tinggikanlah Kalimat-Mu, muliakanlah Din-Mu dan muliakanlah dengannya kaum muslimin, bimbinglah mereka kepada-Mu dan kepada agama-Mu, sesungguhnya Engkau Maha mendengarkan do’a.</p>
<p>(Dinukil dan diterjemahkan dari : http://www.sahab.net/home/index.php?Site=News&amp;Show=662)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/kepada-umat-yang-dimurkai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENDAKWAHI ORANG AWAM …</title>
		<link>http://abuzubair.net/mendakwahi-orang-awam-%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/mendakwahi-orang-awam-%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 04:41:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Akidah/Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=453</guid>
		<description><![CDATA[MENDAKWAHI ORANG AWAM … PERTANYAAN : Bagaimana cara mendakwahi manusia awam kepada salafiyyah; manhaj salafush sholeh, khususnya mereka terikat dengan sebagian da’i-da’I suu’ dan yang buruk? JAWABAN : Allah telah meletakkan manhaj untuk berdakwah kepadaNya. Allah Ta’ala berfirman kepada NabiNya, ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ “serulah (manusia) kepada jalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>MENDAKWAHI ORANG AWAM …</strong></p>
<ul>
<li>PERTANYAAN : Bagaimana cara mendakwahi manusia awam kepada salafiyyah; manhaj salafush sholeh, khususnya mereka terikat dengan sebagian da’i-da’I suu’ dan yang buruk?</li>
</ul>
<ul>
<li>JAWABAN : Allah telah meletakkan manhaj untuk berdakwah kepadaNya. Allah Ta’ala berfirman kepada NabiNya,</li>
</ul>
<p dir="rtl"><strong>ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ</strong><strong></strong></p>
<p>“serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (An Nahl : 125)</p>
<p>Jadi berdakwah kepada Allah dengan hikmah, dan hikmah adalah ilmu dan bayan (penjelasan) serta hujjah. Maka anda berdakwah dengan ilmu, dengan akhlak yang baik, dan dengan lembut, baik terhadap orang awam atau yang bukan awam. Akan tetapi orang awam  lebih mudah menerima, kadang ia menerima kebenaran darimu tanpa membantah, jika anda perlu membantah mungkin karena padanya ada sedikit dalih, sedikit bergantung kepada yang batil, maka bantahlah ia dengan cara yang paling baik.</p>
<p dir="rtl"><strong>وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ * وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ</strong><strong></strong></p>
<p>“dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara Dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai Keuntungan yang besar”.(Fush-shilat : 34-35)</p>
<p>Jadi hikmah ini tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan besar”. (Dijawab oleh Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkholy hafizhohullah sebagaimana disitus beliau)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/mendakwahi-orang-awam-%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HUKUM PENAMAAN YAHUDI DENGAN ISRAEL</title>
		<link>http://abuzubair.net/hukum-penamaan-yahudi-dengan-israel/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/hukum-penamaan-yahudi-dengan-israel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 06:35:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah/Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[HUKUM PENAMAAN YAHUDI DENGAN ISRAEL بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه. أمّا بعد : Ada sebuah fenomena  aneh yang tersebar luas di tengah kaum muslimin, yaitu penamaan Negara yahudi yang dimurkai Allah dengan nama Israel! Dan saya tidak melihat orang yang mengingkari fenomena berbahaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>HUKUM PENAMAAN YAHUDI DENGAN ISRAEL</strong></p>
<p dir="rtl"><strong> </strong></p>
<p dir="rtl"><strong>بسم الله الرحمن الرحيم</strong></p>
<p dir="rtl"><strong>الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه</strong><strong>.<br />
</strong><strong>أمّا بعد</strong><strong> : </strong></p>
<p>Ada sebuah fenomena  aneh yang tersebar luas di tengah kaum muslimin, yaitu penamaan Negara yahudi yang dimurkai Allah dengan nama Israel!</p>
<p>Dan saya tidak melihat orang yang mengingkari fenomena berbahaya ini! Yang merendahkan kemuliaan seorang rasul yang mulia dari para rasul, yaitu Ya’qub ‘alaihish sholaatu was salam. Yang mana Allah telah memujinya beserta dua ayahnya yang mulia yaitu Ibrahim dan Ishaq, di dalam kitab-Nya yang mulia,</p>
<p>Allah Tabaaroka wa Ta’ala berfirman,</p>
<p dir="rtl"><strong>واذكر عبادنا إبراهيم وإسحاق ويعقوب أولي الأيدي والأبصار. إنا أخلصناهم بخالصة ذكرى الدار. وإنهم عندنا لمن المصطفين الأخيار</strong><strong> </strong></p>
<p>“Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya&#8217;qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang Tinggi Yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. dan Sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar Termasuk orang-orang pilihan yang paling baik”. (Shod : 45-47)</p>
<p><span id="more-447"></span></p>
<p>Inilah kedudukan Rasul yang mulia ini di dalam Islam, lantas bagaimana mungkin ia dilekatkan pada yahudi dan mereka melekatkan diri mereka dengannya?</p>
<p>Kebanyakan kaum muslimin menggunakan namanya dalam bentuk ungkapan celaan terhadap Negara (yahudi) ini, seperti perkataan : Israel melakukan ini, melakukan begini dan akan melakukan begini!</p>
<p>Menurut pandanganku ini adalah perkara mungkar, sekedar ada saja ditengah-tengah kaum muslimin tidak boleh apalagi menjadi sebuah fenomena yang tersebar luas diantara mereka tanpa pengingkaran!</p>
<p>Beranjak dari sini, kami letakkan pertanyaan ini beserta jawabannya, maka kami katakan,</p>
<p>-         Apakah boleh menamakan daulah yahudiah yang kafir dan keji dengan Israel atau daulah (Negara) Israel kemudian mengarahkan celaan kepadanya dengan nama Israel?</p>
<p>Yang benar adalah bahwa itu tidak boleh!</p>
<p>Yahudi telah berbuat makar yang besar, di mana mereka membuat hak mereka sebagai hak yang  sah dalam menegakkan Negara di tengah negeri kaum muslimin dengan atas nama warisan Ibrahim dan Israel!</p>
<p>Yahudi telah membuat makar besar dalam menamakan Negara zionisnya dengan nama Negara Israel!</p>
<p>Tipu daya mereka ini merembes pada kaum muslimin, saya tidak katakan pada orang-orang awam mereka saja, bahkan juga pada kebanyakan cendikiawan<a href="#_ftn1">[1]</a>. Sehingga mereka menyebutkan Negara Israel bahkan menyebutkan nama Israel dalam khabar-khabar mereka di Koran-koran, majalah-majalah dan pembicaraan-pembicaraan mereka, baik sekedar dalam bentuk berita atau dalam bentuk celaan dan laknat, semua itu terjadi di tengah-tengah kaum muslimin, dan sangat disayangkan kita tidak mendengar adanya yang mengingkari!</p>
<p>Allah banyak mencela yahudi di dalam Al Qur’an serta melaknat mereka, dan menceritakan kepada kita kemurkaan yang ditimpakanNya kepada mereka, akan tetapi dengan nama yahudi dan dengan nama “Orang-orang yang kafir dari Bani Israil tidak dengan nama Israil nabi yang mulia Ya’qub putra yang mulia Ishaq putra yang mulia Ibrahim Kholilullah ‘alaihimush sholaatu was salaam!</p>
<p>Mereka orang-orang yahudi tidak punya hubungan keagamaan apapun dengan Nabiyullah Israil (Ya’qub ‘alaihis salam) dan tidak pula dengan Ibrahim Kholilullah ‘alaihis sholatu was salam!</p>
<p>Dan mereka tidak punya hak mewarisi kedua nabi tersebut dalam hal keagamaan, itu hanyalah kekhususan orang-orang yang beriman.</p>
<p>Allah Ta’ala befirman,</p>
<p dir="rtl"><strong>إن أولى الناس بإبراهيم للذين اتبعوه وهذا النبي والذين آمنوا والله ولي المؤمنين</strong><strong> </strong></p>
<p>“Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman.” (Ali Imron : 68)</p>
<p>Dan Allah Ta’ala berfirman menyatakan bahwa Kholil-Nya Ibrahim berlepas diri dari yahudi dan nasrani serta orang-orang musyrikin,</p>
<p dir="rtl"><strong>ما كان إبراهيم يهودياً و لا نصرانياً ولكن كان حنيفاً مسلماً وما كان من المشركين</strong><strong> </strong></p>
<p>“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi Dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah Dia Termasuk golongan orang-orang musyrik”. (Ali Imron : 67)</p>
<p>Kaum muslimin tidak mengingkari bahwasanya yahudi adalah dari keturunan Ibrahim dan Israil, akan tetapi mereka meyakini bahwasanya yahudi termasuk musuh Allah dan musuh rasul-rasulNya, diantara mereka adalah Muhamad, Ibrahim dan Israil. Mereka meyakini bahwasanya tidak ada saling mewarisi antara para nabi dan antara musuh-musuh mereka dari orang-orang kafir, baik itu yahudi atau nasrani atau orang-orang musyrik arab dan selain mereka.</p>
<p>Dan sesungguhnya manusia yang paling berhak terhadap Ibrahim dan seluruh para nabi adalah orang-orang islam yang beriman dengan mereka, mencintai mereka dan memuliakan mereka, dan beriman dengan apa yang diturunkan kepada mereka dari kitab-kitab dan shohifah. Mereka menganggap itu adalah bagian dari pokok-pokok agama mereka, merekalah pewaris para nabi dan manusia yang paling berhak terhadap para nabi!</p>
<p>Bumi Allah hanyalah untuk hamba-hambaNya yang beriman kepadaNya dan kepada para rasul yang mulia.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p dir="rtl"><strong>ولقد كتبنا في الزبور من بعد الذكر أن الأرض يرثها عبادي الصالحون</strong><strong> </strong></p>
<p>“dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur  sesudah (kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.” (Al Anbiya’ : 105)</p>
<p>Maka musuh-musuh nabi tidak berhak menjadi pewaris di muka bumi – terutama yahudi – di kehidupan dunia ini dan  bagi mereka di akhirat azab neraka yang kekal!</p>
<p>Sungguh mengherankan kondisi banyak kaum muslimin yang menerima propaganda yahudi yang mengatakan bahwa mereka adalah pewaris bumi palestina, dan mencari haikal Sulaiman yang mereka sendiri mengkafirkanya serta menuduhnya dengan tuduhan-tuduhan yang buruk. Mereka adalah orang-orang yang paling memusuhi Sulaiman dan yang lainnya dari nabi-nabi Bani Israil.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p dir="rtl"><strong>أفكلما جاءكم رسول بما لا تهوى أنفسكم استكبرتم ففريقاً كذبتم وفريقاً تقتلون</strong><strong> </strong></p>
<p>“Apakah Setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?”. (Al Baqoroh : 87)</p>
<p>Bagaimana bisa sebagian kaum muslimin menerima – paling tidak kondisi mereka mengatakan demikian – propaganda-propaganda batil ini?! Lalu disamping itu menamai mereka dengan israil dan Negara Israel!</p>
<p>Maka hendaklah kaum muslimin menyiapkan diri mereka secara akidah dan manhaj beranjak dari Kitab Robb mereka dan sunnah Nabi mereka shollallahu ‘alaihi wasallama, serta apa-apa yang dahulu Rasul shollallahu ‘alaihi wasallama dan para sahabatnya berada di atasnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dari kalangan tabi’in yang terpilih serta imam-imam petunjuk dan agama. Sesungguhnya inilah dia sarana paling besar untuk kemenangan mereka atas musuh-musuh mereka dan untuk kemulian serta kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat!</p>
<p>Hendaklah mereka membersihkan diri mereka dari hawa nafsu, bid’ah-bid’ah, fanatisme kepada kebatilan dan ahlinya. Kemudian berusaha dengan sungguh-sungguh mempersiapkan secara materi yaitu berupa persenjataan dengan berbagai bentuknya. Dan penunjang-penunjang itu seperti pelatihan militer, sebagaimana Allah dan Rasul-Nya memerintahkan itu.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman, <strong> </strong></p>
<p dir="rtl"><strong>وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط الخيل ترهبون به عدو الله وعدوكم</strong><strong> </strong></p>
<p>“dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu”. (Al Anfal : 60)</p>
<p>Kekuatan di dalam nash ini mencakup segala kekuatan yang membuat musuh takut dari berbagai jenis persenjataan.</p>
<p>Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah”.</p>
<p>Dan memanah mencakup segala senjata yang dilemparkan (atau ditembakkan), semua itu wajib dimiliki bisa dengan diproduksi sendiri atau dengan membeli atau lain-lainya!</p>
<p>Sekali lagi saya sangat heran penggunaan nama nabi yang mulia ini untuk Negara yang keji, umat yang dimurkai dan umat pendusta, sebagaimana dikatakan dalam pemberitaan-pemberitaan tentang mereka dan dalam mencela mereka : Israel  dan Negara israil, seolah-olah bahasa islam dan arab yang luas telah sempit bagi mereka sehingga tidak menemukan lagi kecuali nama ini!</p>
<p>Kemudian apakah mereka telah berpikir pada diri mereka sendiri dalam hal ini, apakah perbuatan ini membuat Allah atau Rasul-Nya shollallahu ‘alaihi wa sallama ridho? Dan kalau nabiyullah Israil hidup apakah ia ridho ataukah malah menyakitinya?</p>
<p>Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya celaan yang mereka tujukan kepada yahudi dengan namanya (nabi Israil) juga tertuju kepadanya tanpa mereka sadari?</p>
<p>Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu ia berkata,</p>
<p dir="rtl"><strong>قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: &#8220;ألا تعجبون كيف يصرف الله عني شتم قريش ولعنهم يشتمون مذمماً ويلعنون مذمماً وأنا محمد&#8221;</strong></p>
<p>“Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Tidakkah kalian heran bagaimana Allah mengalihkan dariku celaan Quraisy dan laknat mereka? Mereka mencela dan melaknat orang yang tercela sedangkan aku adalah Muhamad (yang terpuji)”. Diriwayatkan oleh Ahmad dan Al Bukhari di Shohihnya (no.3533) dan An Nasai.</p>
<p>Maka bagaimana kalian alihkan celaan dan laknat kalian untuk musuh-musuh Allah kepada  nama nabi yang mulia, salah seorang dari nabi-nabi Allah, rasul dan orang-orang pilihanNya?</p>
<p>Jika ada yang mengatakan, “Penamaan seperti ini ada terdapat di dalam Taurah!”.</p>
<p>Kita jawab : tidak mustahil bahwa ini adalah bagian dari penyelewengan-penyelewengan ahli kitab sebagaimana Allah bersaksi atas mereka bahwasanya mereka menyelewengkan Al Kitab dengan tangan-tangan mereka kemudian mereka mengatakan ini adalah dari sisi Allah. Bahkan di dalam taurah yang telah diselewengkan ada tuduhan kufur kepada nabi-nabi Allah serta perbuatan-perbuatan keji, bagaimana bisa dijadikan sandaran apa yang terdapat di dalam kitab-kitab mereka kalau realitanya seperti ini.</p>
<p>Kita memohon kepada Allah agar Ia melimpahkan taufik-Nya untuk seluruh kaum muslimin kepada apa-apa yang dicintai dan diridhoiNya dari perkataan maupun perbuatan sesungguhnya Robb kita Maha mendengar do’a.</p>
<p>Ditulis oleh</p>
<p>Robi’ bin Hadi ‘Umair Al Madkholy</p>
<p>(http://www.sahab.net/forums/showthread.php?p=754789)</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Baru saja penerjemah mendengar khotib jum’at mengatakan, “…Israel yang memborbardir kaum muslimin di Palestina”.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/hukum-penamaan-yahudi-dengan-israel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SYARAH KITAB AL-ADABUL MUFROD IMAM AL BUKHORI (2)</title>
		<link>http://abuzubair.net/syarah-kitab-al-adabul-mufrod-imam-al-bukhori-2/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/syarah-kitab-al-adabul-mufrod-imam-al-bukhori-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 03:52:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[IBU]]></category>
		<category><![CDATA[Maafkan Anakmu ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[SYARAH KITAB AL-ADABUL MUFROD (2) Oleh, Abuz Zubair Hawaary BAB II. [KEWAJIBAN] BERBAKTI KEPADA IBU Setelah sebelumnya Imam Al Bukhari rahimahullah membawakan ayat dan hadits tentang berbakti kepada kedua orangtua secara umum. Beliau lanjutkan dengan membuat bab tentang bakti kepada ibu sebelum bab berbakti kepada ayah. Hal ini sesuai tuntunan Al Qur’an dan hadits yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>SYARAH KITAB AL-ADABUL MUFROD (2)</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh, Abuz Zubair Hawaary</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>BAB II. [KEWAJIBAN] BERBAKTI KEPADA IBU</strong></p>
<p>Setelah sebelumnya Imam Al Bukhari rahimahullah membawakan ayat dan hadits tentang berbakti kepada kedua orangtua secara umum. Beliau lanjutkan dengan membuat bab tentang bakti kepada ibu sebelum bab berbakti kepada ayah.</p>
<p>Hal ini sesuai tuntunan Al Qur’an dan hadits yang mengutamakan ibu atas bapak. Allah Ta’ala menjelaskan kepada kita, bahwa peran ibu lebih  besar dalam hal perjuangan dan kesabarannya di dalam kehidupan ini dibanding  ayah. Oleh karena itu Allah menyebutkan ibu secara khusus, untuk mengingatkan  bahwa hak ibu lebih besar dibanding hak ayah. Hal ini disebabkan ibu yang mengandung janin di dalam perutnya selama Sembilan bulan; dan dialah yang memberinya segala kebutuhannya berupa makanan dan lain-lain dari darah dan dagingnya.</p>
<p><span id="more-445"></span></p>
<p>Janin terbentuk di dalam dan dari padanya. Dia makan dan bernapas untuk janinnya dan dirinya sendiri, dia memberikan kesehatan dan kekuatannya kepada janin, sekalipun dia sendiri sangat lemah. Karena itu Allah Ta’ala berfirman, “Dan Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orangtua ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibu-bapakmu. Hanya kepadaKulah kembalimu’. (Lukman : 14)</p>
<p>Ibu mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan berlipat ganda. Setelah dilahirkan, bayi tidak terpisah dari ibunya, bahkan setelah itu ia senantiasa membutuhkannya, menetek dan makan dari ibunya. Setelah bersalin, sang ibu terus memberinya sebagian kesehatannya, sebagaimana memberinya makan sebelum itu. Jika demikian bagaimana ibu tidak lebih utama dibanding bapak?</p>
<p>Memang bapak merasa payah karena memperhatikan kepentingan anak-anaknya, tetapi dia tidak merasakan penderitaan seperti yang dirasakan oleh ibu.</p>
<p>Ibu tidak suka derita dan siksaan bersalin, tetapi menerimanya karena cintanya pada anak, oleh sebab itu Allah Yang Maha Bijaksana berfirman, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula)”. (Al Ahqoq : 15)</p>
<p>Ibu mencintai anak, tetapi tidak mencintai penderitaan. Adapun bapak tidak benci kepada pekerjaan, malam di dalamnya Ia mendapatkan kesenangan dan keuntungan. Karena manusia memiliki fitrah cinta kepada keuntungan. Lebih dari itu, ibu memelihara anak, baik yang bersifat badaniah maupun adabiah, dan mempunyai andil dalam mendidiknya. Dialah sekolah pertama bagi anak; dialah yang mengarahkan, mendidik, dan mengajari bersopan santun; dialah yang selalu mengawasinya …<a href="#_ftn1">[1]</a>.</p>
<p><strong>JAZAAKILLAH KHOIROL JAZA’ DUHAI IBUKU …</strong></p>
<p>Ibu ..kata pertama yang kuucapkan ketika mulai belajar berbicara.</p>
<p>Kalimat paling indah yang pernah kulang2 …</p>
<p>Ingin rasanya kutuangkan ungkapan terima kasih dan sebuah pengakuan kepada ibuku.</p>
<p>Sebuah pengakuan dan terima kasih kepada ibuku yang kuyakini telah berjasa kepadaku setelah anugerah dan rahmat Allah Ta’ala.</p>
<p>Apapun yang kukatakan, dan apapun yang  kulakukan, takkan bisa aku membalas jasamu duhai ibuku.</p>
<p>aku takkan melupakan haribaanmu yang penuh kasih sayang</p>
<p>Takkan kulupa malam-malam yang engkau lalui tanpa memejamkan mata sepicingpun.</p>
<p>Dan hari-harimu yang penuh dengan keletihan.</p>
<p>aku tidak lupa ketika kita semua berkumpul mengelilingi hidangan makan di atas tikar pandan, lalu engkau mendahulukan kami dari pada dirimu dengan segala macam makanan dan minuman yang lezat dan enak..bahkan setelah kami mulai tumbuh besar engkaupun masih rela menyuapkan makanan ke mulut kami …</p>
<p>Betapa lelahnya engkau wahai ibu, ketika kami terlambat pulang di malam hari karena bermain, seluruh penghuni rumah telah lelap tinggallah engkau menahan kantuk menanti kepulangan kami.</p>
<p>Dulu, engkau takut dan khawatir ketika kami bermain ditepi sungai..aku ingat, engkau pernah marah ketika aku bermain ditepian sungai lalu memukulku, ketika itu aku belum mengerti kenapa engkau begitu marah. Tatkala aku besar dan dewasa, anakmu ini mengerti. Semua itu engkau lakukan karena engkau mengkhawatirkan keselamatan aku anakmu!!</p>
<p>Aku tidak akan lupa, ketika aku beranjak remaja dan pergi merantau untuk menuntut ilmu engkau ikut bersusah payah bekerja, menumbuk tepung membuat kue dan berjualan mengumpulkan uang dari sana dan sini untuk membantu pendidikan kami anak-anakmu.</p>
<p>Ya Allah .. rahmatilah ibuku</p>
<p>Betapa letihnya diriku ketika pulang liburan kemudian datanglah saat untuk kembali ketempat perantauan ..hatiku serasa terputus-putus ketika engkau berkata kepadaku, “Mungkin ketika engkau nanti kembali lagi engkau tidak melihatku lagi …”.</p>
<p>Alangkah sedih hatiku, setelah bertahun-tahun aku tidak pulang, ketika pertama kali aku berdiri di hadapanmu engkau katakan, “Ini bukan anakku”. Karena kondisi dan penampilanku yang tidak seperti engkau bayangkan …</p>
<p>Tak kuasa diriku menahan air mata  mendengarnya, membuatku tersungkur memeluk kakimu dan ketika tanganmu membelai kepalaku serasa tetesan-tetesan embun memadamkan kesedihan dan mengobati kerinduan hati.</p>
<p>Setelah perjalanan panjang yang kulalui jauh darimu, akupun pulang ..engkau telah beranjak tua dan lemah. Sungguh engkau telah berikan untukku dan saudara-saudaraku tahun-tahun terindah dan paling manis dalam hidupmu.</p>
<p>Berapa sering engkau membela kami. Entah berapa banyak pengorbananmu untuk kami. Engkaulah yang telah menanggung keresahan dan kegundahan kami, engkau selalu berusaha mewujudkan keinginan kami sekalipun kami telah besar.</p>
<p>Dulu dipanggil fulan .. dan hari hari ini orang memanggilku ustadz fulan..semua itu demi Allah tidak lain dan tidak bukan karena anugerah Allah semata kemudian karena jasamu ibu. aku ini demi Allah tidak lain dan tidak bukan adalah satu dari sekian banyak buah kebaikanmu ibu. Semoga Allah membalas kebaikanmu dengan sebaik-baik pahala</p>
<p>Wahai pemilik senyuman yang tulus, wahai pemilik hati yang dermawan dan penuh kasih sayang</p>
<p>Untukmu aduhai bunga yang tak pernah layu</p>
<p>Untukmu wahai mata air yang bening</p>
<p>Untukmu yang telah mengusap air mataku</p>
<p>Untukmu yang telah membasuh kotoranku</p>
<p>Yang telah menyuapkan makan dan minum dengan tangannya kemulutku</p>
<p>Untukmu yang telah menjadikan haribaannya sebagai ketenangan bagiku</p>
<p>Matanya yang selalu mengawasiku</p>
<p>kuhadiahkan untai kata dan rangkai kalimat  ini untukmu dan  semoga Allah membalas segala budi baikmu dengan sebaik-baik balasan.</p>
<p>Ya Allah jagalah ibuku dengan penjagaanMu, panjangkanlah umurnya, perbaikilah amalannya, dan tutuplah usianya dengan amal sholeh dijalanMu.</p>
<p>Ibu .. kalaulah umurmu ditanganku ingin menambahkannya sekalipun aku harus binasa karenanya.</p>
<p>Ibu .. kalau aku kuasa, kan  kuangkat engkau setinggi-tingginya hingga ke langit.</p>
<p>Demi Allah tidak akan ada yang bisa memberikan hakmu dengan sempurna kecuali Allah Ta’ala.</p>
<p>IBU .. TAHUKAH ENGKAU SIAPA ITU IBU?</p>
<p>Dia adalah contoh kasih sayang yang hidup di tengah kita, tidak ada yang memandangnya dengan penghormatan dan penghargaan melainkan orang-orang yang dikasihi Allah. Ibu adalah laksana batu karang kesabaran. Gambaran hidup bagi sifat pema’af dan lapang dada.</p>
<p>Seseorang bercerita, “Sekarang aku baru mengetahui arti ungkapan sebagian orang ‘mendengar bukan seperti menyaksikan’. Aku banyak mendengar ragam ungkapan tentang besarnya keutamaan seorang ibu. Sama seperti yang lainnya, aku mendengar semua itu tapi hanya sebatas lewat ditelinga. Terkadang ungkapan yang indah menggetarkan perasaanku. Kadangkala aku mengangguk-angguk kagum mendengar bait-bait syair yang indah kemudian tidak tampak wujudnya dalam kehidupan nyata.</p>
<p>Akan tetapi Allah mengingikan kebaikan untukku, ketika aku dapatkan diriku mengikuti fase-fase perkembangan kehamilan istriku selangkah demi selangkah.</p>
<p>Dan ketika ia memasuki bulan yang kesembilan lebih sedikit. Aku bayangkan diriku adalah bayi meringkuk di dalam rahim itu. Aku terus mengikuti dan mengawasi .. aku mulai merasakan sebagian makna-makna tersebut yang sering aku dengar ..tentang keutamaan seorang ibu.</p>
<p>Aku telah melihat  dan melihat sesuatu hal yang luar biasa, membuat kepala menggeleng-geleng, hati tersentuh dan mata menangis. Sejak itu aku benar-benar yakin bahwasanya ibu wanita yang agung ini, manusia tidak akan pernah bisa membalas jasa dan budi baiknya sepanjang masa.</p>
<p>Betapapun indahnya untai kata sebuah puisi dan rangkai kalimat nan lembut sebuah sya’ir</p>
<p>Demi Allah  tidak akan ada yang bisa membalas kebaikannya kecuali Allah semata. Diakhir bulan yang kesembilan itu ..apa yang aku saksikan!! Aku memohon rahmatMu ya Allah ..apakah sanggup seorang manusia menanggung semua kepedihan dan rasa sakit itu??!! Aku melihatnya menanggung semua itu dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Aku melihatnya dan mendengarnya dan ia tidak sadar ketika ia mengerang kesakitan aku merasakan panasnya pedih yang dirasanya berpindah langsung ke dalam hatiku. Aku berusaha berjuang melawan diriku agar mataku tidak mempermalukanku. Kemudian tidak beberapa lama, aku dikejutkan lagi oleh dirinya yang tersenyum melupakan kepedihan dan rasa sakit itu, seraya menunjuk ke perutnya ia berkata, “Aku sangat mencintaimu bayiku, aku rindu untuk melihatmu”. Maha suci Allah yang melimpahkan kesabaran kepadanya untuk menanggung kepedihan yang bersambung dengan ruhnya.</p>
<p>Engkau melihatnya apabila bergerak merasa pedih, apabila duduk merintih, apabila berbaring meringis, apabila berjalan letih, apabila berusaha tidur untuk rehat sejenak tidak sanggup. Dia tidak bisa berbolak-balik di tempat tidurnya seenaknya seperti sebelum ia mengandung bayi itu. Namun begitu ia masih saja sibuk dengan mengatur, membersihkan, merapikan dan mengurus urusan rumah. Serta mengasuh anak-anaknya yang masih kecil; memberi makan, memandikan dan menidurkan mereka. Itu semua dilakukannya sendiri bagaikan mengangkat sebuah gunung.</p>
<p>Dan setelah itu  ia masih berujar kepada kesabaran dengan tersenyum, “hai sabar, ambillah pelajaran dariku. Hai sabar, ambillah pelarajan dariku”.</p>
<p>Cobalah dirimu menjadi seorang ibu. Apakah sanggup seorang laki-laki untuk tinggal bersama seorang bayi usia dua atau tiga tahun sepanjang hari kalau tidak dia akan menyumpah serapah atau memaki dirinya sendiri karena kesal atau menyesal.</p>
<p>Demi Allah, hanya seorang ibu saja yang sanggup menanggung itu dengan ridho, rela dan senyuman.</p>
<p>Alangkah indahnya pemandangan ketika seorang ibu duduk dan di sekelilingnya duduk pula anak-anaknya yang masih kecil, tak obahnya anak-anak burung yang membuka paruhnya supaya ibunya menyuapkan makanan …</p>
<p>Sang ibu membujuk ini untuk makan, bercanda dengan yang lainnya sambil menyuapkannya, dan memberi minum anaknya yang lain setelah berulangkali merayunya. Serta tertawa dengan yang paling kecil agar mau menyantap makanannya.</p>
<p>Semua itu ia lakukan  sambil duduk ditengah-tengah mereka dengan posisi yang tidak mengenakkan, hampir-hampir saja seluruh persendiannya menjerit, mengaduh menahan sakit. Namun begitu ia tetap tersenyum dan memberi semangat anak-anaknya agar mau makan.</p>
<p>Kemudian tiba-tiba ia menjerit pelan, ia baru saja menerima tendangan bayi di dalam perutnya maka ia segera memperbaiki posisi duduknya, setelah itu ia kembal itersenyyum seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu.</p>
<p>Lantas, janinnya kembali memberikan pukulan dan tendangan lagi seolah-olah ia berkata kepada ibunya, “Aku disini ibu”.</p>
<p>Sang ibu gembira dengan pukulan dan tendangan janinnya, sedangkan janinnya tidak membiarkannya beristirahat barang sejenak. Apabila tidak terasa gerakan janinnya ia takut dan cemas, apabila bergerak ia gembira dan senang.</p>
<p>Subhanallah, beragam rasa sakit dan derita yang saya kira kalau ditimpakan kepada seorang laki-laki berotot barangkali ia akan menjerit sampai terdengar oleh tetangga-tetanggannya.</p>
<p>Adapun dia, tetap  sabar mengharapkan ridho Allah, bahkan tersenyum dan tertawa.</p>
<p>Semoga rahmat Allah untuknya, ramat Allah atasnya dan rahmat Allah bersamanya.</p>
<p>Apakah engkau mengira sakit dan pedih itu berakhir sampai disitu saja?!</p>
<p>Alangkah mulianya engkau ibu …</p>
<p>Apabila telah lewat usia kandungan Sembilan bulan, dan telah dekat saat keluarnya janin ke dunia, datanglah musibah itu. Si janin tidak ingin tinggal lagi dirahim ibunya, tapi dia tidak juga keluar dengan sukarela ke dunia fana ini. Ketika itulah rasa sakit yang tidak tertahankan, derita yang tidak ringan. Kemudian sering pula janin tidak keluar kecuali dengan paksaan, sehingga kadang daging harus disayat, perut dibelah atau divakum .. kemudian rasa sakit kian bertambah ketika janin mulai keluar ..darah berpacu dengan janin dan kematian  serasa di ambang mata, terkadang kematian yang lebih dahulu dan si ibupun mati sementara janinnya yang hidup. Apabila sang ibu dikaruniahi usia yang panjang ia sadar setelah menghadapi kondisi yang berat ini, lalu apabila ia melihat bayinya terbaring disisinya, ia pun tersenyum .. hilang rasa sakit, lupa derita yang baru saja dilaluinya.</p>
<p>Ya Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang, alangkah menakjubkannya kasih sayang seorang ibu dan kerinduan kepada bayinya. Ia berjuang menghadapi rasa sakit dan kematian kemudian ia berangan-angan rela mati untuk kehidupan bayinya.</p>
<p>Ibu …</p>
<p>Kalaulah bintang gemintang memancarkan sinarnya menerangimu</p>
<p>Kalaulah semua burung-burung bernyanyi menyenandungkan namamu</p>
<p>Kalaulah angin lembut bertiup menaburkan butiran embun nan bening dan wangi dipangkuanmu</p>
<p>Semua itu tidak cukup untuk membalas jasamu ibu.</p>
<p dir="rtl"><strong>عن أنس قال : ارتقى النبي على المنبر درجة فقال آمين</strong><strong> ..</strong><strong>ثم ارتقى الثانية فقال آمين</strong><strong> ..</strong><strong>ثم ارتقى الثالثة فقال آمين</strong><strong> ..<br />
</strong><strong>ثم استوى فجلس فقال أصحابه : علامَ أمنت يا رسول الله ؟</strong><strong>!..</strong><strong>فقال</strong><strong> : (( </strong><strong>أتاني جبريل فقال</strong><strong> : </strong><strong>رغم أنف امرئ ذُكرت عنده فلم يصلِ عليك ، فقلت : آمين </strong><strong> </strong><strong>ثم قال : ورغم أنف امرئ أدرك أبويه ولم يدخل الجنة&#8230;&#8221; </strong></p>
<p>Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu ia menuturkan, Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama naik ke tangga pertama mimbar maka belia mengucapkan amin, kemudian naik ke anak tangga ke dua seraya lalu mengucapkan amin, kemudian naik ke anak tangga yang ketiga lalu mengucapkan amin. Kemudian duduk di atas mimbar. Maka sahabat-sahabatnya berkata, “Apa yang engkau aminkan hai Rasulullah? Beliau berkata, “Jibril mendatangiku, lalu ia berkata, ‘Celaka orang yang disebutkan namamu dihadapnnya lalu ia tidak bersholawat atasmu, maka aku mengucapkan amin. Kemudian ia berkata, ‘Celaka orang yang mendapatkan kedua orangtuanya dan ia tidak masuk surga …”. (Shohih dengan syawahidnya, Fadhlush Sholah ‘alan Nabi tahqiq Syaikh Al Albany, hal; 30).</p>
<p>Ibu …</p>
<p>karena kemuliaanmu kening tertunduk hina di depanmu</p>
<p>namamu semerbak mewangi, haribaanmu menghangati jiwaku</p>
<p>Allah yang  Maha Tinggi lagi Mulia menjagamu.</p>
<p>Kepadamu ibuku, aku rindu</p>
<p>Ridhomu atasku bagai hembusan angin nan sejuk menghapus dukaku</p>
<p>Kasihmu duhai ibu, penawar luka-lukaku</p>
<p>Peliru lara sepanjang umurku dan tempat bernaungku</p>
<p>Dan setelah kepada Allah, kepadamulah aku mengadu</p>
<p>Kala problema merundungku</p>
<p>Dengan do&#8217;amu duhai ibu sirna segala kesusahanku</p>
<p>Do&#8217;amu laksana jalan bagi hatiku</p>
<p>Wahai ibuku, engkaulah yang membuat indah hidupku</p>
<p>Bunga-bunga nan indah mekar dan mata air yang tak pernah berhenti mengaliriku</p>
<p>Tak dapat kuhitung malam-malam yang kau lalui tanpa memejamkan matamu</p>
<p>Dan hatimu bersedih ketika aku pergi meninggalkanmu</p>
<p>Teruslah ibu menjadi pelita yang bagiku.</p>
<p>Agar aku bisa berbakti kepadamu.</p>
<p>Mari kita mulai mempelajari hadits dalam bab ini<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>3. HADITS KETIGA : </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p dir="rtl"><strong>عن بهر بن حكيم عن أبيه عن جده قلت : يا رسول الله من أبر قال أمك قلت من أبر قال أمك قلت من أبر قال أمك قلت من أبر قال أباك ثم الأقرب فالأقرب </strong><strong> </strong></p>
<p dir="rtl"><strong>قال الشيخ الألباني : حسن</strong><strong> </strong></p>
<p>Dari Bahz bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya, aku berkata, “Hai Rasulullah, siapa yang lebih berhak untuk saya berbakti kepadanya. Beliau shollallahu ‘alaihi wa sallama berkata, “Ibumu”. Aku berkata lagi : setelah itu siapa lagi? Beliau menjawab : ibumu. Aku berkata : siapa lagi? Beliau menjawab : ibumu. Aku berkata : kemudian siapa lagi? Beliau menjawab : ayahmu, kemudian yang paling dekat lalu yang paling dekat”.<a href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p>SYARAH HADITS:</p>
<p>Hadits yang mulia ini menunjukkan besarnya hak seorang ibu atas anaknya, yang mana Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama menjadikan baginya tiga hak :</p>
<p>Pertama : karena seorang ibu bersabar atas kesusahan dan kelelahan.</p>
<p>Kedua : merasakan kesusahan dalam mengandung, melahirkan, menyusui, mengayomi.</p>
<p>Ketiga : memberikan didikan secara khusus yang tidak dilakukan oleh seorang ayah.</p>
<p>Lalu Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama menjadikan untuk ayah satu hak saja sebagai balasan bagi nafkah, didikan, dan pengajarannya, serta apa yang berkaitan dengan itu.</p>
<p>Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Dalam hadits ini terdapat anjuran berbuat baik kepada kerabat. Dan ibu yang paling berhak mendapatkan perilaku baik itu, lalu ayah, menyusul kerabat yang paling dekat, lalu yang paling dekat. Para ulama berkata, sebab didahulukannya ibu adalah karena ibu bersusah payah, lebih besar kasih sayang dan pelayanannya. Ibu menanggung berbagai kesulitan saat mengandung, melahirkan, menyusui, mendidik, melayani, mengobati anak ketika sakit dan lain sebagainya.</p>
<p>Al Haris Al Muhasiby menukilkan ijma’ ulama bahwa ibu lebih berhak mendapatkan perlakuan baik dari pada ayah. Dan Al Qodhi ‘Iyadh menuturkan, ada perbedaan pandangan ulama dalam masalah itu. Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat ibu lebih diutamakan ..(kemudian lanjut beliau) dan yang benar adalah pendapat pertama (jumhur) karena hadits-hadits ini sangat tegas menunjukkan kepada makna tersebut”.<a href="#_ftn3">[3]</a> Wallahu A’lam.</p>
<p>PELAJARAN HADITS :</p>
<ol>
<li>Kewajiban      berbakti/berbuat baik kepada kedua orangtua dan haramnya kedurhakaan      kepada keduanya.</li>
<li>Ridho      dan hak ibu didahulukan dari ridho dan hak ayah.</li>
<li>Anjuran      berbuat baik kepada karib-kerabat sesuai urutan yang terdekat dengan kita.      Terkadang seseorang bingung ketika hendak berbuat kebaikan kepada karib      kerabatnya, siapa yang harus didahulukan. Maka hadits ini adalah      jawabannya, yaitu didahulukan yang paling dekat hubungannya</li>
</ol>
<p><strong>4. HADITS KEEMPAT :</strong></p>
<p dir="rtl"><strong>عن بن عباس : أنه أتاه رجل فقال أنى خطبت امرأة فأبت أن تنكحني وخطبها غيرى فأحبت أن تنكحه فغرت عليها فقتلتها فهل لي من توبة قال أمك حية قال لا قال تب إلى الله عز و جل وتقرب إليه ما استطعت فذهبت فسألت بن عباس لم سألته عن حياة أمه فقال أنى لا أعلم عملا أقرب إلى الله عز و جل من بر الوالدة </strong></p>
<p dir="rtl"><strong>قال الشيخ الألباني : صحيح</strong><strong> </strong></p>
<p>Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma bahwasanya seseorang mendatanginya lalu berkata : bahwasanya aku meminang wanita, tapi ia enggan menikah denganku. Dan ia dipinang orang lain lalu ia menerimanya. Maka aku cemburu kepadanya lantas aku membunuhnya. Apakah aku masih bisa bertaubat? Ibnu Abbas berkata : apakah ibumu masih hidup? Ia menjawab : tidak. Ibnu Abbas berkata : bertaubatlah kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan dekatkanlah dirimu kepadaNya sebisamu. Atho’ bin Yasar berkata : maka aku pergi menanyakan kepada Ibnu Abbas kenapa engkau tanyakan tentang kehidupan ibunya? Maka beliau berkata :  aku tidak mengetahui amalan yang paling dekat kepada Allah ‘Azza wa Jalla selain dari  berbakti kepada ibu”.<a href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p>SYARAH HADITS :</p>
<p>Berbuat baik kepada ibu adalah ibadah yang sangat agung, bahkan dengan berbakti kepada ibu diharapkan bisa membantu taubat seseorang diterima Allah Ta’ala. Seperti dalam riwayat di atas, seseorang yang melakukan dosa sangat besar yaitu membunuh, ketika ia bertanya kepada Ibnu Abbas apakah ia masih bisa bertaubat, Ibnu Abbas malah balik bertanya apakah ia mempunyai seorang ibu, karena menurut beliau berbakti atau berbuat baik kepada ibu adalah amalan paling dicintai Allah sebagaimana sebagaimana membunuh adalah termasu dosa yang dibenci Allah.</p>
<p>Pernah seseorang mendatangi Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama lalu ia berkata,</p>
<p dir="rtl"><strong>يا رسول الله أذنبت ذنبا عظيما ذنبا عظيما  ؟ قال هل لك من أم ؟ قال لا . قال وهل لك من خالة ؟ . قال نعم . قال برها</strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p>“Hai Rasulullah sesungguhnya aku telah melakukan dosa yang besar apakah aku bisa bertaubat?” Maka beliau menjawab, “Apakah engkau punya dua orangtua”ia menjawab, “Tidak” Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama bertanya lagi, “Apakah kamu punya Khoolah (bibi dari jalur ibu)?” Ia berkata, “Ya”. Nabi bersabda, “Maka berbuat baiklah kepadanya”.<a href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p>Di dalam surat Al Furqon Allah Ta’ala menyebutkan tiga dosa paling besar yaitu; syirik, membunuh dan zina, kemudian Allah sebutkan azab bagi pelakunya yaitu; kehinaan dan azab yang berlipat ganda di akhirat.</p>
<p>Kemudian Allah Ta’ala berfirman, “kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”<a href="#_ftn6">[6]</a></p>
<p>Kesimpulannya, berbuat baik kepada ibu adalah amal sholeh yang sangat bermanfa’at untuk menghapuskan dosa-dosa dan jalan untuk masuk surga.</p>
<p>PELAJARAN HADITS :</p>
<ol>
<li>Bolehnya      laki-laki meminang wanita yang hendak dinikahinya.</li>
<li>Wanita      yang dipinang boleh menolak jika ia tidak suka atau ridho kepada laki-laki      yang meminangnya.</li>
<li>Pelaku      dosa besar seperti pembunuh, dinasehati agar bertaubat dan mendekatkan      diri kepada Allah sekuat kemampuannya.</li>
<li>Dalam      riwayat ini pelaku pembunuhan mengaku kepada Ibnu Abbas bahwa ia telah      membunuh. Lantas kenapa Ibnu Abbas tidak menegakkan hukum had atasnya? Jawabannya      : karena hukum had adalah kewajiban pemerintah untuk menegakkannya.</li>
<li>Bakti      kepada ibu mendekatkan pelaku maksiat kepada Allah Ta’ala melebihi keta’atan      lain.<a href="#_ftn7">[7]</a> (Wallahu A’lam bish Showaab)</li>
</ol>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Lebih luas tentang bakti kepada ibu silahkan membaca : Wahai Ibu Ma’afkan Anakmu, oleh Abuz Zubair Hawaary, cet. Daarul Falah Jakarta.</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Dikeluarkan oleh Ahmad di Al Musnad (2/5), Abu Dawud di Al Adab Bab Birrul Waalidain (5139), At Tirmidzi di Al Birr wash Shilah Bab. Ma Ja-a fi Birril Waalidain (7981), dinyatakan hasan oleh Al Albany, lihat Al Irwa’ (837, 2170).</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Syarah Shohih Muslim (16/102).</p>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> Hadits ini dikeluarkan juga oleh Al Baihaqy di Syu’abul Iman (7313), dan Syaikh Al Albany menshohihkannya, lihat As Shohihah (2799).</p>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Shohihnya (2/177), Al Hakim dan Ibnu Hibban berkata, “Hadits ini shohih menurut syarat Syaikhoini, namun keduanya tidaki mengeluarkannya”. (4/171, no. 7261) Imam Ahmad di Al  Musnad (2/13).</p>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a> Al Furqon : 70.</p>
<p><a href="#_ftnref7">[7]</a> Idho-aat min Rosy-syil Barad oleh Suhail Umar Abdullah Suhail Asy Syariif dan Silsilah Al-Adabul Mufrod oleh Hani Hilmy.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/syarah-kitab-al-adabul-mufrod-imam-al-bukhori-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhlak Ahli Ilmu</title>
		<link>http://abuzubair.net/akhlak-ahli-ilmu/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/akhlak-ahli-ilmu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 05:10:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Jadilah Seperti Mereka ...]]></category>
		<category><![CDATA[kata-kata emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[AKHLAK AHLI ILMU Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah, “Apabila engkau mendapatkan seorang ahli ilmu yang mencari dalil, berhukum kepadanya  dan mengikuti kebenaran kapanpun di manapun dari dari siapapun datangnya. Hilanglah kebencian dan tumbuhlah kasih sayang, orang seperti ini jika menyelisihimu sesungguhnya ia menyelisihimu dan memaklumimu. Sedangkan seorang yang jahil lagi zalim menyelisihimu dengan tanpa hujjah, ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="rtl">AKHLAK AHLI ILMU</p>
<p dir="rtl">
<p dir="rtl">Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah, “Apabila engkau mendapatkan seorang ahli ilmu yang mencari dalil, berhukum kepadanya  dan mengikuti kebenaran kapanpun di manapun dari dari siapapun datangnya. Hilanglah kebencian dan tumbuhlah kasih sayang, orang seperti ini jika menyelisihimu sesungguhnya ia menyelisihimu dan memaklumimu. Sedangkan seorang yang jahil lagi zalim menyelisihimu dengan tanpa hujjah, ia mengkafirkanmu atau membid’ahkanmu dengan tanpa hujjah, kesalahanmu baginya adalah karena engkau tidak suka jalannya yang buruk dan perilakunya yang tercela. Maka janganlah engkau terpedaya dengan banyaknya orang seperti ini,  sesungguhnya ribuan orang seperti mereka tidak akan sebanding  dengan seorang saja dari ahli ilmu, sedangkan seorang ahli ilmu mengalahkan sepenuh bumi orang seperti mereka”.</p>
<p dir="rtl">(Ibnul Qoyyim Al Jauziyah, kitab I’laamul Muwaqqo’iin : 3/396)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/akhlak-ahli-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://abuzubair.net/440/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/440/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 04:54:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[BAIT SYA'IR PILIHAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/440/</guid>
		<description><![CDATA[Akan datang suatu hari kematian menjemputku Tinggallah segala apa yang telah kutulis Owh .. andai saja setiap yang membacanya berdo’a untukku Agar Allah Ta’ala melimpahkan ampunan untukku Serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku Abuz Zubair Hawaary]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="rtl"><strong>Akan datang suatu hari kematian menjemputku</strong></p>
<p dir="rtl"><strong>Tinggallah segala apa yang telah kutulis</strong></p>
<p dir="rtl"><strong>Owh .. andai saja setiap yang membacanya berdo’a untukku</strong></p>
<p dir="rtl"><strong>Agar Allah Ta’ala melimpahkan ampunan untukku</strong></p>
<p dir="rtl"><strong>Serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku</strong></p>
<p dir="rtl">
<p dir="rtl"><strong>Abuz Zubair Hawaary<br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/440/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mutiara Nasehat  dari Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah</title>
		<link>http://abuzubair.net/mutiara-nasehat-dari-syaikh-ibnu-utsaimin-rahimahullah/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/mutiara-nasehat-dari-syaikh-ibnu-utsaimin-rahimahullah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 04:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Akidah/Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[kata-kata emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله السلام عليكم ورحمة الله وبركاته اما بعد يقول الشيخ ابن العثيمين رحمة الله تعالي في شرح حديث &#8220;إنما الأعمال بالنيات &#8221; الفائدة السادسة Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu Ta&#8217;ala berkata dalam syarah hadits &#8220;Innamal A&#8217;maalu bin niyaat&#8221; pada faedah yang ke enam : “Barangkali suatu negeri mengalami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;" dir="rtl"><strong>بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله</strong><strong><br />
</strong><strong>السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</strong><strong><br />
</strong><strong>اما بعد</strong><strong><br />
</strong><strong>يقول الشيخ ابن العثيمين رحمة الله تعالي في شرح حديث &#8220;إنما الأعمال بالنيات &#8221; الفائدة السادسة</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;">Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu Ta&#8217;ala berkata dalam syarah hadits &#8220;Innamal A&#8217;maalu bin niyaat&#8221; pada faedah yang ke enam :</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><strong>“</strong>Barangkali suatu negeri mengalami kemerosotan disebabkan sedikitnya ahul ishlah (orang-orang yang mengadakan ishlah – perbaikan) dan banyaknya orang-orang yang rusak serta fasik. Akan tetapi apabila ia (orang yang baik) tetap tinggal di sana dan berdakwah kepada Allah sesuai kemampuannya, maka ia dapat memperbaiki orang lain dan orang lain itu akan memperbaiki yang lain pula, sehingga terbentuklah orang-orang yang baik, di mana mereka akan membawa kebaikan bagi negeri tersebut. Dan apabila mayoritas manusia menjadi baik, galibnya orang-orang yang memegang tampuk kekuasaan juga akan ikut menjadi baik, sekalipun melalui tekanan-tekanan.</p>
<p>Akan tetapi yang merusak ini – sangat disayangkan – adalah orang-orang yang sholeh (baik)  sendiri. engkau dapatkan mereka berkelompok-kelompok, berpecah-belah, kalimat mereka saring berselisih hanya karena khilaf (perbedaan dalam satu permasalahan agama yang dibolehkan perbedaan padanya).</p>
<p>Inilah realitanya, khususnya di negeri-negeri yang islam belum berdiri kokoh di sana. Terkadang mereka saling memusuhi, membenci karena masalah mengangkat kedua tangan dalam sholat. Dan aku ceritakan di sini kisah yang aku alami sendiri di Mina. Suatu hari datang kepadaku kepala lembaga dari dua kelompok di Afrika, salah satu kelompok mengkafirkan kelompok lainnya. Kenapa?? Salah satunya berkata, “Yang sunnah ketika berdiri dalam sholat seseorang hendaklah meletakkan dua tangannya di atas dada”. Kelompok satu lagi mengatakan bahwa sunnahnya adalah meluruskan tangan dan tidak melipatnya di atas dada.</p>
<p>Ini adalah masalah far’iyyah yang mudah, bukan termasuk masalah ushul dan furu’. Mereka mengatakan, “Tidak, Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama mengatakan (Barangsiapa yang tidak suka sunnahku tidak termasuk golonganku). Maka orang ini kafir, karena  Rasul shollallahu ‘alaihi wa sallama berlepas diri darinya”.</p>
<p>Maka berdasarkan pemahaman yang rusak ini, salah satu kelompok mengkafirkan kelompok lainnya.</p>
<p>Yang penting; bahwsanya sebagian ahlul ishlah di beberapa negeri yang belum kokoh keislaman di negeri tersebut saling membid’ahkan dan memfasikkan sesama mereka.</p>
<p>Kalaulah mereka bersepakat lalu apabila berselisih pendapat, dada mereka lapang menerimanya selama perselisihan itu dalam perkara yang dibolehkan berbeda pendapat dan mereka menjadi seperti satu tangan, niscaya umat ini akan baik. Akan tetapi apabila umat melihat orang-orang yang berdakwah dan istiqomah di antara mereka ada kedengkian dan perselisihan  dalam masalah-masalah agama ini, maka umat akan berpaling dari mereka dan dari kebaikan serta petunjuk yang ada pada mereka, bahkan mungkin saja akan terjadi kontak fisik dan inilah yang terjadi wal ‘iyadz billah.</p>
<p><span style="color: #ff0000;">Engkau dapatkan seorang pemuda yang mulai menempuh jalan istiqomah karena kebaikan dan petunjuk yang ada dalam agama, dadanya mulai merasakan ketentraman serta hatinya mendapatkan ketenangan, kemudian ia melihat perselisihan, kebencian dan kedengkian di antara  orang-orang yang istiqomah lantas akhirnya ia meninggalkan ke-istiqomahan karena ia tidak mendapatkan apa yang dicarinya.</span></p>
<p>Wal hasil, hijrah dari negeri kafir bukanlah seperti hijrah dari negeri fasik. Kita katakana kepada seseorang itu, “Bersabarlah, dan harapkan pahala dari Allah, khususnya jika engkau adalah seorang da’I yang mengajak kepada perbaikan”. Bahkan bisa jadi dikatakan kepadanya : hijrah bagimu hukumnya haram.</p>
<p>(diterjemahkan dari kitab Syarah Al Arba’in An Nawawiyyah halaman : 23-24 oleh Syaikh Al ‘Allaamah Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah Ta’ala.)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/mutiara-nasehat-dari-syaikh-ibnu-utsaimin-rahimahullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KENIKMATAN YANG PALING BAIK</title>
		<link>http://abuzubair.net/kenikmatan-yang-paling-baik/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/kenikmatan-yang-paling-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 07:52:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[kata-kata emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[KENIKMATAN YANG PALING BAIK Dari Abu Darda’ rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia berkata, “Hai penduduk Himsh, kenapa aku lihat ulama-ulama kalian pergi, dan aku lihat orang-orang jahil kalian tidak belajar. Aku lihat kalian sibuk dengan apa yang telah dijamin untuk kalian dan menyia-nyiakan apa yang diamanahkan kepada kalian. Belajarlah sebelum ilmu diangkat, sesungguhnya lenyapnya ilmu adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>KENIKMATAN YANG PALING BAIK</strong><br />
</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Dari Abu Darda’ rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia berkata, “Hai penduduk Himsh, kenapa aku lihat ulama-ulama kalian pergi, dan aku lihat orang-orang jahil kalian tidak belajar. Aku lihat kalian sibuk dengan apa yang telah dijamin untuk kalian dan menyia-nyiakan apa yang diamanahkan kepada kalian. Belajarlah sebelum ilmu diangkat, sesungguhnya lenyapnya ilmu adalah dengan kepergian para ulama. Kalau bukan karena tiga perkara niscaya baik keadaan manusia, yaitu; orang pelit yang dita’ati, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman seseorang pada diri sendiri. barangsiapa yang dianugerahi hati yang bersyukur, lisan yang berzikir, dan istri yang beriman, maka itu adalah sebaik-baik kenikmatan yang diberikan kepadanya, dan dia tidak akan ketinggalkan kebaikan sedikitpun. Barangsiapa yang banyak berdo’a diwaktu lapang dikabulkan do’anya diwaktu sempit, barangsiapa yang sering mengetuk pintu, niscaya dibukakan untuknya”.</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>(Tarikh Dimasyq : 47/172)</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/kenikmatan-yang-paling-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ORANG-ORANG YANG MENGGENGGAM BARA API</title>
		<link>http://abuzubair.net/orang-orang-yang-menggenggam-bara-api/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/orang-orang-yang-menggenggam-bara-api/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 07:27:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah/Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[kata-kata emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[ORANG-ORANG YANG MENGGENGGAM BARA API Al Hasan rahimahullah berkata, “Seorang mukmin hidup di dunia seperti orang asing (ghorib), tidak risau karena kehinaan (dunia), tidak berlomba-lomba mengejar kemuliaannya.  Manusia punya keadaan dan ia punya keadaan. Manusia merasa nyaman dengan dunia sedangkan dia letih dan lelah. Diantara sifat-sifat orang-orang yang asing ini (Al Ghuroba’) yaitu orang-orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>ORANG-ORANG YANG MENGGENGGAM BARA API</strong></span></p>
<p>Al Hasan rahimahullah berkata, “Seorang mukmin hidup di dunia seperti orang asing (ghorib), tidak risau karena kehinaan (dunia), tidak berlomba-lomba mengejar kemuliaannya.  Manusia punya keadaan dan ia punya keadaan. Manusia merasa nyaman dengan dunia sedangkan dia letih dan lelah.</p>
<p>Diantara sifat-sifat orang-orang yang asing ini (Al Ghuroba’) yaitu orang-orang yang dipuji oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama adalah,</p>
<p>-          Berpegang teguh dengan sunnah apabila manusia meninggalkannya.</p>
<p>-          Meninggalkan bid’ah-bid’ah  yang  diperbuat manusia sekalipun itu mereka anggap baik.</p>
<p>-          Memurnikan tauhid sekalipun ia diingkari oleh kebanyakan manusia.</p>
<p>-          Tidak menisbatkan diri kepada siapapun selain kepada Allah dan Rasul-Nya shollallahu ‘alaihi wa sallama, tidak kepada syaikh, thoriqoh, mazhab, atau kelompok tertentu. Akan tetapi mereka menisbatkan diri kepada Allah dengan menghambakan diri hanya kepadaNya semata dan hanya mengikuti apa yang dibawa oleh Rasul-Nya.</p>
<p>Mereka inilah orang-orang yang menggenggam bara api sebenarnya dan kebanyakan manusia bahkan seluruhnya mencela mereka”. (Madaari As Salikiin, oleh Ibnul Qoyyim)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/orang-orang-yang-menggenggam-bara-api/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIAPAKAH AHLI QUR&#8217;AN ITU?</title>
		<link>http://abuzubair.net/siapakah-ahli-quran-itu/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/siapakah-ahli-quran-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 06:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[AL-QURAN/TAFSIR]]></category>
		<category><![CDATA[kata-kata emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[AHLI QUR&#8217;AN قال ابن القيم – رحمه الله &#8211; :&#8221; و لهذا كان أهل القرآن هم العالمون به , و العاملون بما فيه و إن لم يحفظوه عن ظهر قلب , و أما مَنْ حفظه و لم يفهمه , و لم يعمل بما فيه , فليس من أهله , و إن أقام حروفه إقامة السهم [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;" dir="rtl"><strong>AHLI QUR&#8217;AN</strong></p>
<p dir="rtl">
<p dir="rtl"><strong>قال ابن القيم – رحمه الله &#8211; :&#8221; و لهذا كان أهل القرآن هم العالمون به , و العاملون بما فيه و إن لم يحفظوه عن ظهر قلب , و أما مَنْ حفظه و لم يفهمه , و لم يعمل بما فيه , فليس من أهله , و إن أقام حروفه إقامة السهم &#8230;.. و أما مجرد التلاوة من غير فهم و لا تدبر , فيفعلها البر و الفاجر , و المؤمن و المنافق</strong><strong> &#8220;</strong></p>
<p dir="rtl"><strong> </strong></p>
<p dir="rtl"><strong>(الضوء المنير على التفسير 1 / 13 , 14)</strong></p>
<p dir="rtl"><strong> </strong></p>
<p><strong>Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Oleh karena itu, Ahli Qur’an adalah orang-orang yang memahaminya, dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya sekalipun mereka tidak menghapalnya di luar kepala. Adapun orang yang hapal tapi tidak memahaminya dan tidak mengamalkan isinya, maka ia tidak termasuk Ahli Qur’an, sekalipun ia menegakkan hurufnya seperti meluruskan anak panah .. adapun sebatas membaca tanpa pemahaman dan tadabbur, itu dilakukan oleh orang yang baik, yang fajir, yang mukmin maupun orang munafik”. (Kitab, Adh-Dhow-ul Munir ‘ala At Tafsir : 1/13, 14)</strong></p>
<p dir="rtl">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/siapakah-ahli-quran-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
