Archive for the Category » kata-kata emas «

June 10th, 2010 | Author:

KEPADA (YAHUDI) UMAT YANG DIMURKAI

Oleh, Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholy hafizhahullahu Ta’ala,

Kepada umat yang dimurkai, yang Allah berfirman tentang mereka,

فَبَاؤُواْ بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ

“Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.” (Al Baqoroh : 90)

Kepada umat yang hina dina yang Allah timpakan kepada mereka kehinaan karena kekufuran mereka dan perbuatan mereka membunuh para nabi.

﴿ ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُواْ إِلاَّ بِحَبْلٍ مِّنْ اللهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاؤُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُواْ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللهِ وَيَقْتُلُونَ الأَنبِيَاء بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ ﴾

“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi tanpa alasan yang benar. yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas”. (Ali Imron : 112)

Inilah sebagian sifat-sifat kalian yang menyebabkan kalian hina, rendah dan mendapatkan murka dari Allah. Dan tidak akan tegak kekuasaan kalian kecuali kalian berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia sampai masa kita ini dan sampai hari kiamat.

Kalian tidak punya sandaran keimanan dan akidah, kalian juga tidak punya sandaran sifat kejantanan dan keberanian. Kalian senantiasa berperang dari balik-balik tembok, perpecahan sesama kalian  sangatlah keras.

Sesungguhnya sifat-sifat keji kalian sangatlah banyak, antara lain : khianat, mungkir, membuat-buat fitnah, menyalakan api peperangan, membuat kerusakan di muka bumi dan setiap kali kalian menyalakan api peperangan Allah memadamkannya. Sejarah kalian sungguh hitam dan kehinaan kalian tidak asing lagi bagi seluruh umat-umat.

baca lebih lanjut…

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.6/10 (39 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +17 (from 23 votes)
June 02nd, 2010 | Author:

AKHLAK AHLI ILMU

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah, “Apabila engkau mendapatkan seorang ahli ilmu yang mencari dalil, berhukum kepadanya  dan mengikuti kebenaran kapanpun di manapun dari dari siapapun datangnya. Hilanglah kebencian dan tumbuhlah kasih sayang, orang seperti ini jika menyelisihimu sesungguhnya ia menyelisihimu dan memaklumimu. Sedangkan seorang yang jahil lagi zalim menyelisihimu dengan tanpa hujjah, ia mengkafirkanmu atau membid’ahkanmu dengan tanpa hujjah, kesalahanmu baginya adalah karena engkau tidak suka jalannya yang buruk dan perilakunya yang tercela. Maka janganlah engkau terpedaya dengan banyaknya orang seperti ini,  sesungguhnya ribuan orang seperti mereka tidak akan sebanding  dengan seorang saja dari ahli ilmu, sedangkan seorang ahli ilmu mengalahkan sepenuh bumi orang seperti mereka”.

(Ibnul Qoyyim Al Jauziyah, kitab I’laamul Muwaqqo’iin : 3/396)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.9/10 (15 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +11 (from 11 votes)
June 02nd, 2010 | Author:

بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اما بعد
يقول الشيخ ابن العثيمين رحمة الله تعالي في شرح حديث “إنما الأعمال بالنيات ” الفائدة السادسة

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu Ta’ala berkata dalam syarah hadits “Innamal A’maalu bin niyaat” pada faedah yang ke enam :

Barangkali suatu negeri mengalami kemerosotan disebabkan sedikitnya ahul ishlah (orang-orang yang mengadakan ishlah – perbaikan) dan banyaknya orang-orang yang rusak serta fasik. Akan tetapi apabila ia (orang yang baik) tetap tinggal di sana dan berdakwah kepada Allah sesuai kemampuannya, maka ia dapat memperbaiki orang lain dan orang lain itu akan memperbaiki yang lain pula, sehingga terbentuklah orang-orang yang baik, di mana mereka akan membawa kebaikan bagi negeri tersebut. Dan apabila mayoritas manusia menjadi baik, galibnya orang-orang yang memegang tampuk kekuasaan juga akan ikut menjadi baik, sekalipun melalui tekanan-tekanan.

Akan tetapi yang merusak ini – sangat disayangkan – adalah orang-orang yang sholeh (baik)  sendiri. engkau dapatkan mereka berkelompok-kelompok, berpecah-belah, kalimat mereka saring berselisih hanya karena khilaf (perbedaan dalam satu permasalahan agama yang dibolehkan perbedaan padanya).

Inilah realitanya, khususnya di negeri-negeri yang islam belum berdiri kokoh di sana. Terkadang mereka saling memusuhi, membenci karena masalah mengangkat kedua tangan dalam sholat. Dan aku ceritakan di sini kisah yang aku alami sendiri di Mina. Suatu hari datang kepadaku kepala lembaga dari dua kelompok di Afrika, salah satu kelompok mengkafirkan kelompok lainnya. Kenapa?? Salah satunya berkata, “Yang sunnah ketika berdiri dalam sholat seseorang hendaklah meletakkan dua tangannya di atas dada”. Kelompok satu lagi mengatakan bahwa sunnahnya adalah meluruskan tangan dan tidak melipatnya di atas dada.

Ini adalah masalah far’iyyah yang mudah, bukan termasuk masalah ushul dan furu’. Mereka mengatakan, “Tidak, Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama mengatakan (Barangsiapa yang tidak suka sunnahku tidak termasuk golonganku). Maka orang ini kafir, karena  Rasul shollallahu ‘alaihi wa sallama berlepas diri darinya”.

Maka berdasarkan pemahaman yang rusak ini, salah satu kelompok mengkafirkan kelompok lainnya.

Yang penting; bahwsanya sebagian ahlul ishlah di beberapa negeri yang belum kokoh keislaman di negeri tersebut saling membid’ahkan dan memfasikkan sesama mereka.

Kalaulah mereka bersepakat lalu apabila berselisih pendapat, dada mereka lapang menerimanya selama perselisihan itu dalam perkara yang dibolehkan berbeda pendapat dan mereka menjadi seperti satu tangan, niscaya umat ini akan baik. Akan tetapi apabila umat melihat orang-orang yang berdakwah dan istiqomah di antara mereka ada kedengkian dan perselisihan  dalam masalah-masalah agama ini, maka umat akan berpaling dari mereka dan dari kebaikan serta petunjuk yang ada pada mereka, bahkan mungkin saja akan terjadi kontak fisik dan inilah yang terjadi wal ‘iyadz billah.

Engkau dapatkan seorang pemuda yang mulai menempuh jalan istiqomah karena kebaikan dan petunjuk yang ada dalam agama, dadanya mulai merasakan ketentraman serta hatinya mendapatkan ketenangan, kemudian ia melihat perselisihan, kebencian dan kedengkian di antara  orang-orang yang istiqomah lantas akhirnya ia meninggalkan ke-istiqomahan karena ia tidak mendapatkan apa yang dicarinya.

Wal hasil, hijrah dari negeri kafir bukanlah seperti hijrah dari negeri fasik. Kita katakana kepada seseorang itu, “Bersabarlah, dan harapkan pahala dari Allah, khususnya jika engkau adalah seorang da’I yang mengajak kepada perbaikan”. Bahkan bisa jadi dikatakan kepadanya : hijrah bagimu hukumnya haram.

(diterjemahkan dari kitab Syarah Al Arba’in An Nawawiyyah halaman : 23-24 oleh Syaikh Al ‘Allaamah Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah Ta’ala.)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.4/10 (8 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +12 (from 12 votes)
May 25th, 2010 | Author:

KENIKMATAN YANG PALING BAIK

Dari Abu Darda’ rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia berkata, “Hai penduduk Himsh, kenapa aku lihat ulama-ulama kalian pergi, dan aku lihat orang-orang jahil kalian tidak belajar. Aku lihat kalian sibuk dengan apa yang telah dijamin untuk kalian dan menyia-nyiakan apa yang diamanahkan kepada kalian. Belajarlah sebelum ilmu diangkat, sesungguhnya lenyapnya ilmu adalah dengan kepergian para ulama. Kalau bukan karena tiga perkara niscaya baik keadaan manusia, yaitu; orang pelit yang dita’ati, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman seseorang pada diri sendiri. barangsiapa yang dianugerahi hati yang bersyukur, lisan yang berzikir, dan istri yang beriman, maka itu adalah sebaik-baik kenikmatan yang diberikan kepadanya, dan dia tidak akan ketinggalkan kebaikan sedikitpun. Barangsiapa yang banyak berdo’a diwaktu lapang dikabulkan do’anya diwaktu sempit, barangsiapa yang sering mengetuk pintu, niscaya dibukakan untuknya”.

(Tarikh Dimasyq : 47/172)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.8/10 (20 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +14 (from 16 votes)
Category: kata-kata emas  | 5 Comments
May 25th, 2010 | Author:

ORANG-ORANG YANG MENGGENGGAM BARA API

Al Hasan rahimahullah berkata, “Seorang mukmin hidup di dunia seperti orang asing (ghorib), tidak risau karena kehinaan (dunia), tidak berlomba-lomba mengejar kemuliaannya.  Manusia punya keadaan dan ia punya keadaan. Manusia merasa nyaman dengan dunia sedangkan dia letih dan lelah.

Diantara sifat-sifat orang-orang yang asing ini (Al Ghuroba’) yaitu orang-orang yang dipuji oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama adalah,

-          Berpegang teguh dengan sunnah apabila manusia meninggalkannya.

-          Meninggalkan bid’ah-bid’ah  yang  diperbuat manusia sekalipun itu mereka anggap baik.

-          Memurnikan tauhid sekalipun ia diingkari oleh kebanyakan manusia.

-          Tidak menisbatkan diri kepada siapapun selain kepada Allah dan Rasul-Nya shollallahu ‘alaihi wa sallama, tidak kepada syaikh, thoriqoh, mazhab, atau kelompok tertentu. Akan tetapi mereka menisbatkan diri kepada Allah dengan menghambakan diri hanya kepadaNya semata dan hanya mengikuti apa yang dibawa oleh Rasul-Nya.

Mereka inilah orang-orang yang menggenggam bara api sebenarnya dan kebanyakan manusia bahkan seluruhnya mencela mereka”. (Madaari As Salikiin, oleh Ibnul Qoyyim)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 7.8/10 (23 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +14 (from 18 votes)
May 25th, 2010 | Author:

AHLI QUR’AN

قال ابن القيم – رحمه الله – :” و لهذا كان أهل القرآن هم العالمون به , و العاملون بما فيه و إن لم يحفظوه عن ظهر قلب , و أما مَنْ حفظه و لم يفهمه , و لم يعمل بما فيه , فليس من أهله , و إن أقام حروفه إقامة السهم ….. و أما مجرد التلاوة من غير فهم و لا تدبر , فيفعلها البر و الفاجر , و المؤمن و المنافق

(الضوء المنير على التفسير 1 / 13 , 14)

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Oleh karena itu, Ahli Qur’an adalah orang-orang yang memahaminya, dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya sekalipun mereka tidak menghapalnya di luar kepala. Adapun orang yang hapal tapi tidak memahaminya dan tidak mengamalkan isinya, maka ia tidak termasuk Ahli Qur’an, sekalipun ia menegakkan hurufnya seperti meluruskan anak panah .. adapun sebatas membaca tanpa pemahaman dan tadabbur, itu dilakukan oleh orang yang baik, yang fajir, yang mukmin maupun orang munafik”. (Kitab, Adh-Dhow-ul Munir ‘ala At Tafsir : 1/13, 14)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 7.7/10 (23 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +17 (from 17 votes)
May 10th, 2010 | Author:

SEBAIK-BAIK KALIAN ADALAH ORANG YANG MEMPELAJARI AL-QUR’AN DAN MENGAJARKANNYA

Al-Muhaddits Al-’Allaamah Asy-Syekh Muhamad Nashiruddin Al-Albany rahimahullah menjelaskan di dalam salah satu kasetnya, mengomentari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Abdurrahman As-Sulamy dari Utsman bin Affan marfu’an (yang artinya), “Sebaik-baik kalian adalah orang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”.

Beliau berkata, “Di dalam hadits ini ada isyarat yang memerintahkan mempelajari Al-Qur’an. Bahwasanya sebaik-baik pengajar adalah yang mengajarkan Al-Qur’an. Andai saja para penuntut ilmu mengetahui itu, sesungguhnya di dalamnya ada manfaat yang besar.

Di antara fenomena yang tersebar luas di zaman kita bahwasanya engkau mendapatkan banyak da’i-da’I atau para pemula dalam menuntut ilmu, tampil untuk berdakwah, berfatwa dan menjawab pertanyaan-pertanyaan manusia sementara dia tidak benar dalam membaca Al-Fatihah dengan makhraj-makhraj yang benar untuk setiap huruf. Sehingga engkau melihatnya mengucapkan sin seperti shod dan tho’ seperti ta’, dzal seperti zaai dan tsa’ sebagai siin. Jatuh dalam Lahan Al-Jalii apalagi Lahan al-Khofii.

Seharusnya -  adalah suatu keniscayaan – ia memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan hapalannya. Agar ia membawakan ayat-ayat dengan baik dan berdalil dengannya dalam nasehat-nasehat, pelajaran-pelajaran dan dakwahnya.

Engkau dapatkan ia sibuk dengan menshohih dan mendho’ifkan, membantah ulama dan mentarjih diantara mereka. Dan engkau sering mendengar darinya kalimat-kalimat  yang lebih tinggi dari levelnya sendiri. Kadang ia berkata, “Menurut pandangan saya ..saya katakan ..pendapatku dalam masalah ini begini dan pendapat yang rojih menurutku begini”.

Lebih mencengangkan lagi, orang-orang seperti mereka engkau dapatkan tidak berbicara dalam masalah-masalah yang telah disepakati. Akan  tetapi selalu  – kecuali yang dirahmati Allah – berbicara dalam masalah-masalah khilaf, sehingga ia turut pula memberikan pendapat padanya. Jika ia kesulitan ia merajihkan di antara pendapat-pendapat. Aku berlindung kepada Allah dari riya’, dan cinta ketenaran.

Pertama aku nasehati diriku sendiri dan kedua untuk mereka; bahwasanya sebaik-baik perkara yang harus dimulai oleh seorang penuntut ilmu adalah menghapal Al-Qur’an karena Allah Ta’ala berfirman,

فذكر بالقرآن من يخاف وعيد

“Maka berilah peringatan dengan Al-Qur’an orang-orang yang takut akan ancaman”.

(diterjemahkan dari : http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=5348)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 10.0/10 (5 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +6 (from 6 votes)
April 09th, 2010 | Author:

قال ابن القيم -رحمه الله- مفتاح دار السعادة – (1 /70): الجهاد نوعان:
- جهاد باليد والسنان، وهذا المشارك فيه كثير.
- والثاني: الجهاد بالحجَّة والبيان، وهو جهاد الخاصّة من أتباع الرُّسل، وهو جهاد الأئمة وهو أفضل الجهادين لعظم منفعته وشدّة مؤونته وكثرة أعدائه.

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Jihad itu ada dua jenis :

-         Jihad dengan tangan dan senjata, jenis ini banyak yang bisa melakukannya.

-         Jihad dengan hujjah dan bayan, ini adalah jihad orang-orang tertentu dari pengikut-pengikut para rasul. Ia adalah jihad imam-imam dan adalah jihad yang paling afdhol karena manfaatnya yang sangat besar dan tanggungannya yang berat serta musuh-musuhnya yang banyak”. (Mitaah Daar As Sa’adah (1/70).

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 7.7/10 (15 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +11 (from 15 votes)
Category: kata-kata emas  | 2 Comments
April 09th, 2010 | Author:

جاء رجل إلى الحسن البصري -رحمه الله-: فقال: “يا أبا سعيد أشكو إليك قسوة قلبي. قال: أدِّبه بالذكر”. ذم الهوى – ص 69

Seseorang datang menemui Al Hasan Al Bashry rahimahullah lalu bertanya, “Hai Aba Sa’id .. aku hendak mengadukan kepadamu perihal kerasnya hatiku”. Al Hasan berkata, “Didik dia dengan dzikir”. (kitab Dzamm Al Hawa, hal : 69)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 7.3/10 (30 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +15 (from 17 votes)
March 12th, 2010 | Author:

قال ابن القيم رحمه الله :
من هداية الحمار -الذي هو ابلد الحيوانات – أن الرجل يسير به ويأتي به الى منزله من البعد في ليلة مظلمة فيعرف المنزل فإذا خلى جاء اليه ، ويفرق بين الصوت الذي يستوقف به والصوت الذي يحث به على السير فمن لم يعرف الطريق الى منزله – وهو الجنـــة – فهو أبلد من الحمار

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Salah satu kelebihan keledai – padahal ia adalah hewan paling pandir -  bahwasanya seseorang berjalan membawanya kerumahnya dari tempat yang jauh dalam kegelapan malam, maka keledai itu bisa mengenal rumah tersebut. Apabila dilepaskan (dalam kegelapan) dia bisa pulang kerumah tersebut, serta mampu membedakan antara suara yang memerintahkannya berhenti dan yang memerintahkan berjalan. Maka barangsiapa yang tidak mengenal jalan kerumahnya – yaitu surga – dia lebih pandir dari pada keledai”. (Syifaul ‘Aliil : 1/74)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 9.2/10 (21 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +10 (from 10 votes)
Category: kata-kata emas  | 2 Comments