Nikmatnya Mencintai Allah Oleh Ustadz Abu Zubair Hawaary
Durasi : 01:28:03
Ukuran : 29,3 MB
Bitrate : 32 Kbps
Pekanbaru
Nikmatnya Mencintai Allah Oleh Ustadz Abu Zubair Hawaary
Durasi : 01:28:03
Ukuran : 29,3 MB
Bitrate : 32 Kbps
Pekanbaru
Menangis Karena Takut Kepada Allah Oleh Ustadz Abu Zubair Hawaary
Durasi : 01:30:54
Ukuran : 29,9 MB
Bitrate : 32 Kbps
Pekanbaru
Pemutus Kelezatan
Pernahkah terpikir oleh kita, dimana tempat tinggal kita esok hari? Cepat atau lambat saat itu akan datang pada setiap kita. Setiap kita akan meninggalkan rumah kita yang lapang dan terang benderang, ke liang lahat yang gelap gulita.
Setelah kematian seseorang tidak menempati rumah kecuali yang dahulu dia bangun sebelum dia mati. Jika dahulu dia hidup dia membagun rumah dengan baik dengan keimanan, amal shalih, berpegang teguh kepada agama Allah Tabaraka wa Ta’ala, maka baik pula lah rumahnya kelak setelah dia mati. Sebaliknya jika dia membangunnya dengan amal keburukan, maksiat, melalaikan agama Allah Tabaraka wa Ta’ala, maka penyesalan dan kerugianlah yang akan dia hadapi.
“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.” (QS Luqman [31] : 33)
Kajian ini mengajak kita untuk membuka hati sebelum membuka mata dan telinga. Mengajak kita untuk melembutkan hati hingga mudah menerima kebenaran dan istiqamah di atasnya, dan bersiap-siap untuk menempati timpat tinggal kita kelak, cepat atau lambat, sesuatu yang pasti terjadi, kehidupan setelah mati!
Durasi : 01.04.44
Ukuran : 14.8 mb
Bitrate : 32 kbps
WASIAT SANG KEKASIH
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Wahai sekalian manusia! Siapa saja dari manusia atau kaum mukminin yang tertimpa musibah maka hendaklah dia menghibur diri dengan musibahku dari musibah selainku. Sesungguhnya salah seorang dari umatku tidak akan ditimpa suatu musibah yang lebih berat dari musibahku.” (Shahih Sunan Ibnu Majah no. 1300 dari Aisyah radhiallahu anha).
Musibah apa lagi yang lebih besar dari wafatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam? Musibah apa yang lebih besar bagi manusia dibanding dengan terputusnya wahyu dari langit yang merupakan pertanda mulai munculnya fitnah seperti penggalan-penggalan malam yang gelap, yang terakhir mengikuti yang pertama, yang terakhir lebih buruk daripada yang pertama? Musibah apa yang lebih besar dari musibah yang dengannya kemudian terbuka pintu-pintu fitnah yang membawa kepada keburukan hingga akhir zaman?
Merenungkan bagian akhir kisah kehidupan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam merupakan pelajaran yang sangat berharga. Sungguh beliau tidak kembali kepada Rabb-Nya melainkan telah meninggalkan dua perkara yang malamnya bagaikan siang, dan barangsiapa yang berpegang kepada keduanya tidak akan sesat selamanya, yakni Al-Qur’an dan Sunnahnya. Betapa sering di akhir-akhir hidupnya beliau mewasiatkan untuk berpegang teguh terhadap ajaran yang ditinggalkannya. Lalu dimana posisi kita? Dimana kita pada hari ini, yang mengaku sangat mencintai Nabi yang mulia – shallallahu alaihi wasallam – namun pada saat yang bersamaan meninggalkan sebagian ajarannya, mengabaikan sunnahnya, bahkan tidak jarang sebagian yang lain mencemoohnya? Apakah bukti cinta itu dengan bentuk perayaan-perayaan atas nama beliau, bait-bait syair, nyanyian yang menjadi pilihan, sementara sunnah beliau yang merupakan jalan menuju keselamatan untuk bertemu dengannya di telaga Haud ditinggalkan?
Kajian Wasiat Sang Kekasih ini menitikberatkan kepada masa-masa terakhir kehidupan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Penjabaran mengenai wasiat beliau serta hikmah yang seharusnya diambil dari musibah besar wafatnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Durasi : 02:39:29
Ukuran : 36,4 MB
Bitrate : 32 Kbps
Pekanbaru
Durasi : 00:60:59
Ukuran : 14 Mb
Yogyakarta, 25 Januari 2009
Durasi : 00:44:29
Ukuran : 10 MB
Solo, 25 Oktober 2008
Durasi : 01:10:31
Ukuran: 16 MB
Solo, 25 Januari 2009
Kajian Perdana Telaga Hati oleh Al Ustadz Abu Zubair Al Hawaary.
Judul : Telaga Hati
Durasi : 00:22:41
Ukuran : 11 MB
Bitrate : 64 kbps
Komentar terakhir