<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>TELAGA HATI Online &#187; AL-QURAN/TAFSIR</title>
	<atom:link href="http://abuzubair.net/category/al-qurantafsir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abuzubair.net</link>
	<description>... Aku Hidup Untuk Yang Menghidupkanku dan Aku Mati Untuk Yang Mematikanku ...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Feb 2011 04:24:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<!-- podcast_generator="podPress/8.8" - maintenance_release="8.8.4" -->
		<copyright>Copyright &#xA9; 2012 TELAGA HATI Online </copyright>
		<managingEditor>surat@abuzubair.net ()</managingEditor>
		<webMaster>surat@abuzubair.net ()</webMaster>
		<category>posts</category>
		<ttl>1440</ttl>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>... Aku Hidup Untuk Yang Menghidupkanku dan Aku Mati Untuk Yang Mematikanku ...</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>surat@abuzubair.net</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://abuzubair.net/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://abuzubair.net/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>TELAGA HATI Online</title>
			<link>http://abuzubair.net</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>SIAPAKAH AHLI QUR&#8217;AN ITU?</title>
		<link>http://abuzubair.net/siapakah-ahli-quran-itu/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/siapakah-ahli-quran-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 06:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[AL-QURAN/TAFSIR]]></category>
		<category><![CDATA[kata-kata emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[AHLI QUR&#8217;AN قال ابن القيم – رحمه الله &#8211; :&#8221; و لهذا كان أهل القرآن هم العالمون به , و العاملون بما فيه و إن لم يحفظوه عن ظهر قلب , و أما مَنْ حفظه و لم يفهمه , و لم يعمل بما فيه , فليس من أهله , و إن أقام حروفه إقامة السهم [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;" dir="rtl"><strong>AHLI QUR&#8217;AN</strong></p>
<p dir="rtl">
<p dir="rtl"><strong>قال ابن القيم – رحمه الله &#8211; :&#8221; و لهذا كان أهل القرآن هم العالمون به , و العاملون بما فيه و إن لم يحفظوه عن ظهر قلب , و أما مَنْ حفظه و لم يفهمه , و لم يعمل بما فيه , فليس من أهله , و إن أقام حروفه إقامة السهم &#8230;.. و أما مجرد التلاوة من غير فهم و لا تدبر , فيفعلها البر و الفاجر , و المؤمن و المنافق</strong><strong> &#8220;</strong></p>
<p dir="rtl"><strong> </strong></p>
<p dir="rtl"><strong>(الضوء المنير على التفسير 1 / 13 , 14)</strong></p>
<p dir="rtl"><strong> </strong></p>
<p><strong>Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Oleh karena itu, Ahli Qur’an adalah orang-orang yang memahaminya, dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya sekalipun mereka tidak menghapalnya di luar kepala. Adapun orang yang hapal tapi tidak memahaminya dan tidak mengamalkan isinya, maka ia tidak termasuk Ahli Qur’an, sekalipun ia menegakkan hurufnya seperti meluruskan anak panah .. adapun sebatas membaca tanpa pemahaman dan tadabbur, itu dilakukan oleh orang yang baik, yang fajir, yang mukmin maupun orang munafik”. (Kitab, Adh-Dhow-ul Munir ‘ala At Tafsir : 1/13, 14)</strong></p>
<p dir="rtl">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/siapakah-ahli-quran-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEBAIK-BAIK KALIAN &#8230;</title>
		<link>http://abuzubair.net/sebaik-baik-kalian/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/sebaik-baik-kalian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 17:29:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[AL-QURAN/TAFSIR]]></category>
		<category><![CDATA[Di Atas Jalan Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[kata-kata emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[SEBAIK-BAIK KALIAN ADALAH ORANG YANG MEMPELAJARI AL-QUR&#8217;AN DAN MENGAJARKANNYA Al-Muhaddits Al-&#8217;Allaamah Asy-Syekh Muhamad Nashiruddin Al-Albany rahimahullah menjelaskan di dalam salah satu kasetnya, mengomentari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Abdurrahman As-Sulamy dari Utsman bin Affan marfu&#8217;an (yang artinya), &#8220;Sebaik-baik kalian adalah orang mempelajari Al-Qur&#8217;an dan mengajarkannya&#8221;. Beliau berkata, &#8220;Di dalam hadits ini ada isyarat yang memerintahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEBAIK-BAIK KALIAN ADALAH ORANG YANG MEMPELAJARI AL-QUR&#8217;AN DAN MENGAJARKANNYA</p>
<p>Al-Muhaddits Al-&#8217;Allaamah Asy-Syekh Muhamad Nashiruddin Al-Albany rahimahullah menjelaskan di dalam salah satu kasetnya, mengomentari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Abdurrahman As-Sulamy dari Utsman bin Affan marfu&#8217;an (yang artinya), &#8220;Sebaik-baik kalian adalah orang mempelajari Al-Qur&#8217;an dan mengajarkannya&#8221;.</p>
<p>Beliau berkata, &#8220;Di dalam hadits ini ada isyarat yang memerintahkan mempelajari Al-Qur&#8217;an. Bahwasanya sebaik-baik pengajar adalah yang mengajarkan Al-Qur&#8217;an. Andai saja para penuntut ilmu mengetahui itu, sesungguhnya di dalamnya ada manfaat yang besar.</p>
<p>Di antara fenomena yang tersebar luas di zaman kita bahwasanya engkau mendapatkan banyak da&#8217;i-da&#8217;I atau para pemula dalam menuntut ilmu, tampil untuk berdakwah, berfatwa dan menjawab pertanyaan-pertanyaan manusia sementara dia tidak benar dalam membaca Al-Fatihah dengan makhraj-makhraj yang benar untuk setiap huruf. Sehingga engkau melihatnya mengucapkan sin seperti shod dan tho&#8217; seperti ta&#8217;, dzal seperti zaai dan tsa&#8217; sebagai siin. Jatuh dalam Lahan Al-Jalii apalagi Lahan al-Khofii.</p>
<p>Seharusnya -  adalah suatu keniscayaan &#8211; ia memperbaiki bacaan Al-Qur&#8217;an dan hapalannya. Agar ia membawakan ayat-ayat dengan baik dan berdalil dengannya dalam nasehat-nasehat, pelajaran-pelajaran dan dakwahnya.</p>
<p>Engkau dapatkan ia sibuk dengan menshohih dan mendho&#8217;ifkan, membantah ulama dan mentarjih diantara mereka. Dan engkau sering mendengar darinya kalimat-kalimat  yang lebih tinggi dari levelnya sendiri. Kadang ia berkata, &#8220;Menurut pandangan saya ..saya katakan ..pendapatku dalam masalah ini begini dan pendapat yang rojih menurutku begini&#8221;.</p>
<p>Lebih mencengangkan lagi, orang-orang seperti mereka engkau dapatkan tidak berbicara dalam masalah-masalah yang telah disepakati. Akan  tetapi selalu  &#8211; kecuali yang dirahmati Allah &#8211; berbicara dalam masalah-masalah khilaf, sehingga ia turut pula memberikan pendapat padanya. Jika ia kesulitan ia merajihkan di antara pendapat-pendapat. Aku berlindung kepada Allah dari riya&#8217;, dan cinta ketenaran.</p>
<p>Pertama aku nasehati diriku sendiri dan kedua untuk mereka; bahwasanya sebaik-baik perkara yang harus dimulai oleh seorang penuntut ilmu adalah menghapal Al-Qur&#8217;an karena Allah Ta&#8217;ala berfirman,</p>
<p dir="rtl">فذكر بالقرآن من يخاف وعيد</p>
<p>&#8220;Maka berilah peringatan dengan Al-Qur&#8217;an orang-orang yang takut akan ancaman&#8221;.</p>
<p>(diterjemahkan dari : http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=5348)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/sebaik-baik-kalian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEBAIK-BAIK KALIAN ADALAH ORANG YANG MEMPELAJARI AL-QUR&#039;AN DAN MENGAJARKANNYA</title>
		<link>http://abuzubair.net/sebaik-baik-kalian-adalah-orang-yang-mempelajari-al-quran-dan-mengajarkannya/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/sebaik-baik-kalian-adalah-orang-yang-mempelajari-al-quran-dan-mengajarkannya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 08:23:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[AL-QURAN/TAFSIR]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[SEBAIK-BAIK KALIAN ADALAH ORANG YANG MEMPELAJARI AL-QUR&#8217;AN DAN MENGAJARKANNYA Al-Muhaddits Al-&#8217;Allaamah Asy-Syekh Muhamad Nashiruddin Al-Albany rahimahullah menjelaskan di dalam salah satu kasetnya, mengomentari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Abdurrahman As-Sulamy dari Utsman bin Affan marfu&#8217;an (yang artinya), &#8220;Sebaik-baik kalian adalah orang mempelajari Al-Qur&#8217;an dan mengajarkannya&#8221;. Beliau berkata, &#8220;Di dalam hadits ini ada isyarat yang memerintahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEBAIK-BAIK KALIAN ADALAH ORANG YANG MEMPELAJARI AL-QUR&#8217;AN DAN MENGAJARKANNYA</p>
<p>Al-Muhaddits Al-&#8217;Allaamah Asy-Syekh Muhamad Nashiruddin Al-Albany rahimahullah menjelaskan di dalam salah satu kasetnya, mengomentari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Abdurrahman As-Sulamy dari Utsman bin Affan marfu&#8217;an (yang artinya), &#8220;Sebaik-baik kalian adalah orang mempelajari Al-Qur&#8217;an dan mengajarkannya&#8221;.</p>
<p>Beliau berkata, &#8220;Di dalam hadits ini ada isyarat yang memerintahkan mempelajari Al-Qur&#8217;an. Bahwasanya sebaik-baik pengajar adalah yang mengajarkan Al-Qur&#8217;an. Andai saja para penuntut ilmu mengetahui itu, sesungguhnya di dalamnya ada manfaat yang besar.</p>
<p>Di antara fenomena yang tersebar luas di zaman kita bahwasanya engkau mendapatkan banyak da&#8217;i-da&#8217;I atau para pemula dalam menuntut ilmu, tampil untuk berdakwah, berfatwa dan menjawab pertanyaan-pertanyaan manusia sementara dia tidak benar dalam membaca Al-Fatihah dengan makhraj-makhraj yang benar untuk setiap huruf. Sehingga engkau melihatnya mengucapkan sin seperti shod dan tho&#8217; seperti ta&#8217;, dzal seperti zaai dan tsa&#8217; sebagai siin. Jatuh dalam Lahan Al-Jalii (kesalahan yang jelas)  apalagi Lahan al-Khofii (kesalahan yang tersembunyi).</p>
<p>Seharusnya -  adalah suatu keniscayaan &#8211; ia memperbaiki bacaan Al-Qur&#8217;an dan hapalannya. Agar ia membawakan ayat-ayat dengan baik dan berdalil dengannya dalam nasehat-nasehat, pelajaran-pelajaran dan dakwahnya.</p>
<p>Engkau dapatkan ia sibut dengan menshohih dan mendho&#8217;ifkan, membantah ulama dan mentarjih diantara mereka. Dan engkau sering mendengar darinya kalimat-kalimat  yang lebih tinggi dari levelnya sendiri. Kadang ia berkata, &#8220;Menurut pandangan saya ..saya katakana ..pendapatku dalam masalah ini begini dan pendapat yang rojih menurutku begini&#8221;.</p>
<p>Lebih mencengangkan lagi, orang-orang seperti mereka engkau dapatkan tidak berbicara dalam masalah-masalah yang telah disepakati. Akan  tetapi selalu  &#8211; kecuali yang dirahmati Allah &#8211; berbicara dalam masalah-masalah khilaf, sehingga ia turut pula memberikan pendapat padanya. Jika ia kesulitan ia merajihkan di antara pendapat-pendapat. Aku berlindung kepada Allah dari riya&#8217;, dan cinta ketenaran.</p>
<p>Pertama aku nasehati diriku sendiri dan kedua untuk mereka; bahwasanya sebaik-baik perkara yang harus dimulai oleh seorang penuntut ilmu adalah menghapal Al-Qur&#8217;an karena Allah Ta&#8217;ala berfirman,</p>
<p dir="rtl">فذكر بالقرآن من يخاف وعيد</p>
<p>&#8220;Maka berilah peringatan dengan Al-Qur&#8217;an orang-orang yang takut akan ancaman&#8221;.</p>
<p>(diterjemahkan dari : http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=5348)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/sebaik-baik-kalian-adalah-orang-yang-mempelajari-al-quran-dan-mengajarkannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TELAGA HATI</title>
		<link>http://abuzubair.net/telaga-hati/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/telaga-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 13:58:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[AL-QURAN/TAFSIR]]></category>
		<category><![CDATA[Jendela Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Wahyu (Al-Quran dan As-Sunnah) bagai hujan yang turun dari langit. Menghidupkan tanah yang mati, mengairi dan mengisi sungai dan telaga yang kering. Sehingga kehidupan kembali bersemi, indah nan serasa nan serasi. Begitu juga hati, hati laksana telaga dan wahyu adalah hujan yang mengairi serta mengisinya. Hati yang besar dan luas menampung ilmu yang banyak seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   AR-SA </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--  --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p>Wahyu (Al-Quran dan As-Sunnah) bagai hujan yang turun dari langit. Menghidupkan tanah yang mati, mengairi dan mengisi sungai dan telaga yang kering. Sehingga kehidupan kembali bersemi, indah nan serasa nan serasi.</p>
<p>Begitu juga hati, hati laksana telaga dan wahyu adalah hujan yang mengairi serta mengisinya. Hati yang besar dan luas menampung ilmu yang banyak seperti telaga yang besar menampung air yang banyak. Sebaliknya, hati yang kecil dan sempit menampung sesuai dengan ukurannya.</p>
<p>Ketika telaga mulai terisi air yang berlimpah, ia akan menghanyutkan sampah dan kotoran keluar dari telaga tersebut, sehingga tinggallah air yang bening, bersih dan menyejukkan.</p>
<p>Begitulah hati, ketika petujunjuk dan ilmu memenuhinya, maka ia menerpa setiap sampah-sampah syubhat dan syahwat lalu mencerabut akar-akarnya dan menghanyutkannya keluar dari hati.</p>
<p>Alangkah indahnya Al-Qur&#8217;an ketika mengungkapkan permisalan ini,</p>
<p dir="rtl"><strong>أنزل من السماء ماء فسالت أودية بقدرها فاحتمل السيل زبدا</strong></p>
<p>&#8220;Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang.&#8221; (Ar-Ro&#8217;du : 17). (Abuz Zubeir Hawaary)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/telaga-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

