<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>TELAGA HATI Online &#187; Akidah/Manhaj</title>
	<atom:link href="http://abuzubair.net/category/akidah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abuzubair.net</link>
	<description>... Aku Hidup Untuk Yang Menghidupkanku dan Aku Mati Untuk Yang Mematikanku ...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Feb 2011 04:24:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<!-- podcast_generator="podPress/8.8" - maintenance_release="8.8.4" -->
		<copyright>Copyright &#xA9; Telaga Hati Online 2010 </copyright>
		<managingEditor>surat@abuzubair.net (TELAGA HATI Online)</managingEditor>
		<webMaster>surat@abuzubair.net (TELAGA HATI Online)</webMaster>
		<category>posts</category>
		<ttl>1440</ttl>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>... Aku Hidup Untuk Yang Menghidupkanku dan Aku Mati Untuk Yang Mematikanku ...</itunes:summary>
		<itunes:author>TELAGA HATI Online</itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name>TELAGA HATI Online</itunes:name>
			<itunes:email>surat@abuzubair.net</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://abuzubair.net/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://abuzubair.net/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>TELAGA HATI Online</title>
			<link>http://abuzubair.net</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>KEPADA RAKYAT MESIR &#8230;</title>
		<link>http://abuzubair.net/kepada-rakyat-mesir/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/kepada-rakyat-mesir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Feb 2011 04:24:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah/Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=490</guid>
		<description><![CDATA[SERUAN UNTUK RAKYAT MESIR DARI MESJID IMAM AHMAD BIN HANBAL DI ISKANDARIAH MESIR WAHAI RAKYAT MESIR .. TAKUTLAH KALIAN KEPADA FITNAH YANG AKAN MENGHANCURKAN NEGERI KALIAN! Pemuda-pemuda Mesir sang Pahlawan yang gagah berani! Tokoh-tokoh Mesir  yang kokok laksana gunung menjulang! Wanita-wanita Mesir yang merdeka! Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh Di waktu berjalannya penghancuran negeri kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SERUAN UNTUK RAKYAT MESIR DARI MESJID IMAM AHMAD BIN HANBAL DI ISKANDARIAH MESIR</p>
<p>WAHAI RAKYAT MESIR .. TAKUTLAH KALIAN KEPADA FITNAH YANG AKAN MENGHANCURKAN NEGERI KALIAN!</p>
<p>Pemuda-pemuda Mesir sang Pahlawan yang gagah berani!</p>
<p>Tokoh-tokoh Mesir  yang kokok laksana gunung menjulang!</p>
<p>Wanita-wanita Mesir yang merdeka!</p>
<p>Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh</p>
<p>Di waktu berjalannya penghancuran negeri kita di tangan sekelompok orang yang melampui batas, dan pembunuhan yang dilakukan oleh para pencuri dan pelaku kejahatan yang menumpahkan darah. Tidak ada lagi yang dapat diperbuat oleh seorang muslim yang bersaksi An Laa Ilaaha Illallah wa Anna Muhammadur Rasulullah kecuali kembali kepada Kitab Robbnya dan kepada Sunnah NabiNya shollallahu ‘alaihi wa sallama. Memetik nasehat dan pelajaran dari keduanya tentang fitnah dan huru-hara yang sedang melanda kita. Tidak ada yang tahu kecuali Allah kemana bahtera negeri ini membawa kita, apakah menuju keselamatan atau akan karam Laa Haw laa wa laa Quwwata Illa billah.</p>
<p>Sesungguhnya penghancuran Mesir adalah cita-cita setiap orang yang zholim, angan-angan semua orang yang iri dan dengki serta kesempatan yang dinanti-nanti oleh musuh islam.</p>
<p>Mesirnya Amru bin ‘Ash,</p>
<p>Mesirnya Sholaahuddin Al-Ayyubi,</p>
<p>Mesirnya Saifud Din Quthuz, Azh-Zhohr Baibers dan Najmud Din Ayyub,</p>
<p>Mesirnya Al-Laits bin Sa’ad, Asy-Syafi’I, Ath-Thohawy, Ibnu Hajar, As-Suyuthi, Ibnu Daqiq Al-‘Id dan lain-lainnya dari para pemimpin kita yang gagah berani serta ulama-ulama yang mulia.</p>
<p>Wahai rakyat Mesir .. jagalah negeri kalian. Bertakwalah kepada Allah di rumah-rumah kalian, mesjid-mesjid kalian dan tempat-tempat ibadah kalian.</p>
<p>Wahai rakyat Mesir .. sesungguhnya musuh-musuh kalian ingin menghancurkan rumah kalian dengan  tangan kalian sendiri dan membunuh anak-anak kalian dengan pedang kalian sendiri. mereka tidak menembakkan satu pelurupun kepada kalian, akan tetapi kalianlah yangmenembakkan peluru-peluru kepada diri kalian sendiri dan menghancurkan rumah-rumah kalian dengan tangan kalian sendiri.</p>
<p>Tidakkah orang-orang yang mengajak manusia keluar berdemo mengetahui bahwasanya akan di antara mereka para pelaku tindak criminal yang menyusup dan mencuri kesempatan untuk menghancurkan bangunan dan merusak harta milik manusia sedangkan mereka tidak mampu menangkap, atau menahan atau menghalangi orang-orang tersebut.</p>
<p>Apakah kalian ingin para tentaran kita meninggalkan tugasnya untuk menjaga perbatasan negeri kita diluar agar kita berperang melawannya di dalam sehingga darah mengalir deras di jalanan kita, dan rumah-rumah dihancurkan serta kehormatan dirusak? Dan kita beralih dari kondisi yang buruk kepada yang lebih buruh darinya? Wal ‘iyadz billah – inilah dia ciri-ciri fitnah.</p>
<p>Sesungguhnya para pendemo – sekalipun hari ini mereka sepakat – atas kepergian fulan, maka mereka tidak akan sepakat esok untuk memilih siapa yang akan mengatur urusan umat ini. karena mereka adalah kelompok yang banyak, dan hawa nafsu yang beragam. Sesama mereka ada perselisihan dan pertentangan yang Allah lebih mengetahui hal itu. Dan setiap mereka berharap mendapatkan kekuasaan, keburukan mereka tidak lebih sedikit dari orang-orang yang berkuasa sekarang.</p>
<p>Dan negeri ini akan terus berada dalam kekacauan tidak ada kendalinya serta tidak ada yang mengetahui kapan akan berakhir kecuali Allah.</p>
<p>Maka janganlah kalian menta’ati mereka wahai penduduk Mesir!</p>
<p>Janganlah keluar bersama mereka! Kembalilah kepada Allah Ta’ala dalam rangka memperbaiki kondisi kalian, dan Dialah sebaik-baik wali dan penolong.</p>
<p>Wahai rakyat Mesir .. ingatlah firman Allah Ta’ala,</p>
<p>وإنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئاً إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ</p>
<p>“Dan jika kalian bersabar dan bertakwa tidak akan membahayakan kalian tipu-daya mereka sedikitpun, sesungguhnya Allah maha meliputi apa yang mereka perbuat”.</p>
<p>Wahai rakyat Mesir ..ingatlah hadits Nabi kalian di dalam Ash-Shohihain dari Abu Hurairah beliau berkata : Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda,</p>
<p>&#8221; ستكون فتن ، القاعد فيها خير من القائم ، والقائم فيها خير من الماشي ، الماشي فيها خير من الساعي ، من تشرف لها تستشرفه &#8221;</p>
<p>“Akan terjadi fitnah-fitnah, orang yang duduk padanya lebih baik dari pada orang yang berdiri. Dan orang yang berdiri padanya lebih baik dari pada orang yang berjalan. Dan orang yang berjalan padanya lebih baik dari pada orang yang berlari barangsiapa  mengikuti atau menginginkannya fitnah akan membinasakannya”.</p>
<p>Barangsiapa yang menginginkannya dan ikut serta di dalamnya maka fitnah itu akan membinasakannya .. akan membinasakannya.</p>
<p>Maka tetaplah dirumah kalian .. ta’atilah Robb kalian, tahanlah lidah kalian dan laksanakanlah apa yang difardhukan atas kalian.</p>
<p>Alangkah agungnya apa yang ditunjukkan syara’ kepada kita dan alangkah buruknya ajakan orang-orang jahil dan para demonstran dan pelaku keonaran. (http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=28349)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/kepada-rakyat-mesir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SAHABAT TIDAK BERBEDA PENDAPAT DALAM AKIDAH</title>
		<link>http://abuzubair.net/sahabat-tidak-berbeda-pendapat-dalam-akidah/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/sahabat-tidak-berbeda-pendapat-dalam-akidah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Jan 2011 07:32:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah/Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=484</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah  tidak ada perselisihan (ikhtilaf) diantara para sahabat dalam masalah akidah, demikian juga diantara orang-orang yang datang sesudah mereka dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena mereka meyakini apa yang ditunjukkan oleh Al Kitab dan As Sunnah dan mereka tidak menyampaikan sesuatu dari diri mereka sendiri atau pendapat-pendapat mereka. Inilah yang menyebabkan mereka bersatu dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah  tidak ada perselisihan (ikhtilaf) diantara para sahabat dalam masalah akidah, demikian juga diantara orang-orang yang datang sesudah mereka dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena mereka meyakini apa yang ditunjukkan oleh Al Kitab dan As Sunnah dan mereka tidak menyampaikan sesuatu dari diri mereka sendiri atau pendapat-pendapat mereka. Inilah yang menyebabkan mereka bersatu dan sepakat di atas akidah dan manhaj yang satu, mengamalkan firman Allah Ta’ala, “Dan berpegang-teguhlah kamu semua dengan Tali Allah dan janganlah kamu berpecah-belah”. (Ali Imron : 103)</p>
<p>Diantaranya adalah masalah orang-orang beriman melihat Robb mereka di hari kiamat. Mereka sepakat menetapkannya sesuai dalil-dalil yang mutawatir dari Al Kitab dan As Sunnah dan mereka tidak berbeda pendapat dalam hal itu.</p>
<p>Adapun ikhtilaf (perselisihan)  tentang apakah Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama melihat Robbnya pada malam Mi’roj dengan penglihatan mata, maka itu adalah perbedaan dalam kejadian tertentu di dunia, bukan perselisihan dalam masalah melihat Allah di hari kiamat.</p>
<p>Yang diyakini oleh mayoritas ulama dan pendapat ini adalah yang benar bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama melihat Robbnya (dimalam mi’roj) dengan hatinya bukan dengan penglihatan mata. Karena beliau shollallahu ‘alaihi  wa sallama ketika ditanya tentang itu bersabda,</p>
<p>نور أنى أراه</p>
<p>“Cahaya bagaimana aku bisa melihatNya”<a href="#_ftn1">[1]</a>.</p>
<p>Beliau menafikan melihat Robbnya dengan mata pada peristiwa tersebut karena adanya hijab yang menghalangi yaitu cahaya. Dan karena mereka (mayoritas ulama) sepakat atas bahwasanya seseorang tidak bisa melihat Robbnya di dunia ini sebagaimana ditegaskan di dalam hadits,</p>
<p>واعلموا أن أحدا منكم لا يرى ربه حتى يموت</p>
<p>“Dan ketahuilah, bahwasanya salah seorang dari kalian tidak bisa melihat Robbnya sehingga ia mati”<a href="#_ftn2">[2]</a>. (Al Lajnah Ad Daimah : 21008)</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> HR. Muslim (178/291) dari hadits Abu Dzar.</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> HR. Muslim  (169/65) dari hadits Abdullah bin Umar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/sahabat-tidak-berbeda-pendapat-dalam-akidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENGARUH AKIDAH DALAM KEHIDUPAN</title>
		<link>http://abuzubair.net/pengaruh-akidah-dalam-kehidupan-2/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/pengaruh-akidah-dalam-kehidupan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Jan 2011 07:20:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah/Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[PENGARUH AKIDAH DALAM KEHIDUPAN SEORANG MUSLIM Apabila akidah benar maka amalan seorang muslim juga benar, karena akidah yang shohih membawa seorang muslim untuk mengerjakan amal-amal sholeh, serta mengarahkannya kepada kebaikan dan perbuatan yang terpuji. Apabila seorang muslim bersaksi bahwasanya tidak ada yang diibadati dengan hak melainkan Allah, kesaksian yang dibangun di atas ilmu dan keyakinan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENGARUH AKIDAH DALAM KEHIDUPAN SEORANG MUSLIM</p>
<p>Apabila akidah benar maka amalan seorang muslim juga benar, karena akidah yang shohih membawa seorang muslim untuk mengerjakan amal-amal sholeh, serta mengarahkannya kepada kebaikan dan perbuatan yang terpuji.</p>
<p>Apabila seorang muslim bersaksi bahwasanya tidak ada yang diibadati dengan hak melainkan Allah, kesaksian yang dibangun di atas ilmu dan keyakinan serta pemahaman terhadap kandungannya, niscaya ia akan mengerjakan amal sholeh. Karena syahadat An Laa Ilaaha Illallah bukan semata kata yang diucapkan dengan lisan. Tetapi ia adalah pernyataan untuk keyakinan dan amal. Dan tidak sah serta tidak bermanfaat syahadat ini kecuali apabila seorang muslim melaksanakan kandungan-kandungannya dari amal-amal sholeh, seperti menunaikan rukun islam dan rukun iman serta perintah-perintah agama yang lainnya, syari’at-syari’atnya, sunnah-sunnahnya dan penyempurna-penyempurnanya. (Al Muntaqo, Syaikh Sholeh Al Fauzan : 15)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/pengaruh-akidah-dalam-kehidupan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENGARUH AKIDAH DALAM KEHIDUPAN</title>
		<link>http://abuzubair.net/pengaruh-akidah-dalam-kehidupan/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/pengaruh-akidah-dalam-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Jan 2011 02:23:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah/Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=478</guid>
		<description><![CDATA[PENGARUH AKIDAH DALAM KEHIDUPAN SEORANG MUSLIM Apabila akidah benar maka amalan seorang muslim juga benar, karena akidah yang shohih membawa seorang muslim untuk mengerjakan amal-amal sholeh, serta mengarahkannya kepada kebaikan dan perbuatan yang terpuji. Apabila seorang muslim bersaksi bahwasanya tidak ada yang diibadati dengan hak melainkan Allah, kesaksian yang dibangun di atas ilmu dan keyakinan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENGARUH AKIDAH DALAM KEHIDUPAN SEORANG MUSLIM</p>
<p>Apabila akidah benar maka amalan seorang muslim juga benar, karena akidah yang shohih membawa seorang muslim untuk mengerjakan amal-amal sholeh, serta mengarahkannya kepada kebaikan dan perbuatan yang terpuji.</p>
<p>Apabila seorang muslim bersaksi bahwasanya tidak ada yang diibadati dengan hak melainkan Allah, kesaksian yang dibangun di atas ilmu dan keyakinan serta pemahaman terhadap kandungannya, niscaya ia akan mengerjakan amal sholeh. Karena syahadat An Laa Ilaaha Illallah bukan semata kata yang diucapkan dengan lisan. Tetapi ia adalah pernyataan untuk keyakinan dan amal. Dan tidak sah serta tidak bermanfaat syahadat ini kecuali apabila seorang muslim melaksanakan kandungan-kandungannya dari amal-amal sholeh, seperti menunaikan rukun islam dan rukun iman serta perintah-perintah agama yang lainnya, syari’at-syari’atnya, sunnah-sunnahnya dan penyempurna-penyempurnanya. (Al Muntaqo, Syaikh Sholeh Al Fauzan : 15)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/pengaruh-akidah-dalam-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ISTILAH USHULUDDIN</title>
		<link>http://abuzubair.net/istilah-ushuluddin/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/istilah-ushuluddin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Jan 2011 02:21:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah/Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[MAKSUD ISTILAH USHULUDDIN Berbeda-beda makna yang dimaksud dari istilah Ushuluddin. Terkadang yang dimaksud dengannya adalah rukun islam dan rukun iman. Kadang juga digunakan untuk istilah pembahasan-pembahasan akidah. Ada juga yang menggunakannya untuk perkara-perkara yang wajib diketahui oleh seorang muslim dari hukum-hukum islam, seperti pengharaman zina dan khomar. Ia adalah istilah-istilah yang berbeda-beda maksudnya sesuai dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MAKSUD ISTILAH USHULUDDIN</p>
<p>Berbeda-beda makna yang dimaksud dari istilah Ushuluddin. Terkadang yang dimaksud dengannya adalah rukun islam dan rukun iman. Kadang juga digunakan untuk istilah pembahasan-pembahasan akidah. Ada juga yang menggunakannya untuk perkara-perkara yang wajib diketahui oleh seorang muslim dari hukum-hukum islam, seperti pengharaman zina dan khomar.</p>
<p>Ia adalah istilah-istilah yang berbeda-beda maksudnya sesuai dengan perpedaan pandangan orang-orang yang menggunakannya. Dan tidak ada masalah dalam hal ini, yang penting bagi seorang muslim adalah melaksanakan perintah Allah Ta’ala dan meninggalkan laranganNya dengan menempuh jalan lurus syari’at yang suci ini. (Al-Lajnah Ad Daimah : 18612).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/istilah-ushuluddin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HAKIKAT DIN ISLAM</title>
		<link>http://abuzubair.net/hakikat-din-islam/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/hakikat-din-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2011 14:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah/Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=466</guid>
		<description><![CDATA[HAKIKAT DIN ISLAM Hakikat islam  tergambar dalam jawaban Rasul shollallahu &#8216;alaihi wa sallama untuk Jibril &#8216;alaihis Salam. Ketika ia bertanya kepada Nabi shollallahu &#8216;alaihi wa sallama tentan g Islam, maka Beliau menjawab, &#8220;Islam itu adalah; engkau bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang diibadati dengan hak melainkan Allah dan bahwasanya Muhamad itu adalah Rasulullah, dan engkau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #ff0000;">HAKIKAT DIN ISLAM</span></strong></p>
<p>Hakikat islam  tergambar dalam jawaban Rasul shollallahu &#8216;alaihi wa sallama untuk Jibril &#8216;alaihis Salam. Ketika ia bertanya kepada Nabi shollallahu &#8216;alaihi wa sallama tentan g Islam, maka Beliau menjawab, &#8220;Islam itu adalah; engkau bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang diibadati dengan hak melainkan Allah dan bahwasanya Muhamad itu adalah Rasulullah, dan engkau menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan serta mengerjakan haji ke Baitullah jika engkau sanggup melakukannya&#8221;. (HR. Muslim 1/8 dari sahabat Umar bin Al Khottob)</p>
<p>Termasuk dalam ini beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, Rasul-rasuNya, hari akhir, dan beriman kepada Qodar yang baik maupun yang buruk, sebagaimana termasuk juga dalam itu Al Ihsan yaitu; Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya. Jika engkau tidak melihatNya sesungguhnya Ia melihatmu. Karena Islam apabila disebutkan mencakup semua hal ini berdasarkan kepada firman Allah Ta&#8217;ala (yang artirnya), &#8220;Sesungguhnya Din yang diridhoi disisi Allah adalah Islam&#8221;. (Ali imron : 19)</p>
<p>Dan hadits Jibril ketika ia bertanya kepada Nabi shollallahu &#8216;alaihi wa sallama tentang islam, iman, dan ihsan, lalu beliau menjawabnya dengan apa yang disebutkan di atas. Dan Rasul memberitakan bahwa Jibril menanyakan semua perkara ini adalah dalam rangka mengajarkan kepada manusia agama mereka. Tentu ini menunjukkan bahwasanya<span style="color: #ff0000;"> Dinul Islam adalah tunduk kepada perintah-perintah Allah zohir dan batin serta meninggalkan apa yang dilarangnya zohir dan batin. <span style="text-decoration: underline;"><strong>Inilah dia Islam yang sempurna</strong></span></span>. (Al-Lajnah Ad Daimah, 1988)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/hakikat-din-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>YANG WAJIB DIPELAJARI OLEH SEORANG MUSLIM</title>
		<link>http://abuzubair.net/463/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/463/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2011 14:02:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah/Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[APA YANG WAJIB DIPELAJARI DAN DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DALAM URUSAN AGAMANYA? Seorang muslim wajib mengetahui seluruh urusan agamanya baik akidah maupun syari&#8217;ah. Maka dia harus mempelajari perkara-perkara akidah, apa yang wajib dalam akidah dan apa pula lawan-lawan akidah serta perkara-perkara yang menyempurnakan dan menguranginya. Sehingga akidahnya menjadi akidah yang shohihah dan salimah (selamat). Begitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>APA YANG WAJIB DIPELAJARI DAN DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DALAM URUSAN AGAMANYA?</p>
<p>Seorang muslim wajib mengetahui seluruh urusan agamanya baik akidah maupun syari&#8217;ah. Maka dia harus mempelajari perkara-perkara akidah, apa yang wajib dalam akidah dan apa pula lawan-lawan akidah serta perkara-perkara yang menyempurnakan dan menguranginya. Sehingga akidahnya menjadi akidah yang shohihah dan salimah (selamat). Begitu juga dia wajib mempelajari hukum-hukum amaliah agamanya sehingga dia dapat menunaikan apa yang diwajibkan Allah atasnya dan meninggalkan apa yang diharamkan Allah atasnya dengan landasan bashiroh (ilmu).</p>
<p>Allah Ta&#8217;ala berfirman, &#8220;Ketahuilah bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadati dengan hak melainkan Allah dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan untuk laki-laki mukmin dan perempuan mukminat&#8221;. (Muhamad ; 19)</p>
<p>Di ayat ini Allah mulai dengan perintah ilmu sebelum perkataan dan perbuatan (amal).</p>
<p>Maka ilmu dan amal adalah suatu keniscayaan. Ilmu tanpa amal tidak cukup, bahkan pelakunya hanya mendapat murka Allah. Dan amal dengan tanpa ilmu tidak sah, karena ia adalah kesesatan. Sementara Allah  Ta&#8217;ala memerintahkan kita berlindung dari jalan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat di akhir surat Al Fatihah dalam setiap rakaat dari sholat kita. (dikutip dari : Al Muntaqo/18, Syaikh Al Fauzan, dengan beberapa penyesuaian)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/463/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEPADA UMAT YANG DIMURKAI</title>
		<link>http://abuzubair.net/kepada-umat-yang-dimurkai/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/kepada-umat-yang-dimurkai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 06:37:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah/Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[kata-kata emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[KEPADA (YAHUDI) UMAT YANG DIMURKAI Oleh, Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholy hafizhahullahu Ta’ala, Kepada umat yang dimurkai, yang Allah berfirman tentang mereka, فَبَاؤُواْ بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ “Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.” (Al Baqoroh : 90) Kepada umat yang hina dina yang Allah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>KEPADA (YAHUDI) UMAT YANG DIMURKAI</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh, Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholy hafizhahullahu Ta’ala,</strong></p>
<p>Kepada umat yang dimurkai, yang Allah berfirman tentang mereka,</p>
<p dir="rtl">فَبَاؤُواْ بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ</p>
<p>“Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.” (Al Baqoroh : 90)</p>
<p>Kepada umat yang hina dina yang Allah timpakan kepada mereka kehinaan karena kekufuran mereka dan perbuatan mereka membunuh para nabi.</p>
<p dir="rtl">﴿ ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُواْ إِلاَّ بِحَبْلٍ مِّنْ اللهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاؤُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُواْ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللهِ وَيَقْتُلُونَ الأَنبِيَاء بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ ﴾</p>
<p>“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi tanpa alasan yang benar. yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas”. (Ali Imron : 112)</p>
<p>Inilah sebagian sifat-sifat kalian yang menyebabkan kalian hina, rendah dan mendapatkan murka dari Allah. Dan tidak akan tegak kekuasaan kalian kecuali kalian berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia sampai masa kita ini dan sampai hari kiamat.</p>
<p>Kalian tidak punya sandaran keimanan dan akidah, kalian juga tidak punya sandaran sifat kejantanan dan keberanian. Kalian senantiasa berperang dari balik-balik tembok, perpecahan sesama kalian  sangatlah keras.</p>
<p>Sesungguhnya sifat-sifat keji kalian sangatlah banyak, antara lain : khianat, mungkir, membuat-buat fitnah, menyalakan api peperangan, membuat kerusakan di muka bumi dan setiap kali kalian menyalakan api peperangan Allah memadamkannya. Sejarah kalian sungguh hitam dan kehinaan kalian tidak asing lagi bagi seluruh umat-umat.</p>
<p><span id="more-458"></span></p>
<p>Untuk umat (Yahudi) ini aku katakan – dan juga dikatakan oleh setiap muslim yang tulus : Janganlah kalian angkuh dan sombong. Janganlah kalian terpedaya oleh kemenangan semu yang kalian dapatkan. Sesungguhnya kalian  demi Allah tidak pernah menang atas pasukan Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallama dan tidak pernah menang atas akidah Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallama; yaitu akidah tauhid “Laa Ilaaha Illallah”. Kalian tidak pernah menang atas pasukan yang dipimpin oleh orang-orang semisal Kholid bin Al Walid, Abu Ubaidah bin Al Jarroh, Sa’ad bin Abi Waqqosh, Amru bin Al ‘Ash dan Nu’man bin Muqrin dari orang-orang yang terdidik di atas akidah Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallama dan manhaj Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama. Serta mereka mendidik pasukan mereka di atas itu, dan memimpin mereka untuk meninggikan Kalimatullah. Orang-orang yang lebih kuat dan perkasa dari kalian seperti balatentara kisra dan kaisar tidak sanggup berdiri menghadang mereka.</p>
<p>Kalian tidak pernah menang atas pasukan yang seperti ini jati diri, akidah dan manhajnya, dan yang cita-citanya adalah menegakkan Kalimatullah. Kalian hanya menang melawan pasukan-pasukan dari generasi-generasi yang dikatakan Allah Ta’ala,</p>
<p dir="rtl">﴿ فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا ﴾</p>
<p>“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan,”. (Maryam : 59)</p>
<p>Kalian menang atas pasukan yang kebanyakan mereka tidak berakidah seperti akidah Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama dan sahabat-sahabatnya, tidak mengikuti manhaj Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama dan tentaranya, tujuannya pun tidak sama dengan tujuan yang dulu mereka berjihad karenanya.</p>
<p>Atas orang-orang yang seperti buih-buih di permukaan airlah kalian menang. Dikarenakan kesia-siaan dan kegagalan mereka negara kalian bisa tegak, dan kalian merasa berkuasa di bumi serta menyebarkan kerusakan padanya</p>
<p dir="rtl">﴿ وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا . فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُواْ خِلالَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولاً . ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا . إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الآخِرَةِ لِيَسُوؤُواْ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُواْ الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُواْ مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا ﴾</p>
<p>“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: &#8220;Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar&#8221;. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana. kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”. (Al Isro’ : 4-7)</p>
<p>Inilah sejarah kalian, dan beginilah Allah memperlakukan kalian. Sekalipun ini telah berlalu di tangan orang-orang majusi. Maka kalian – insya Allah – akan mendapatkan apa yang lebih dahsyat dari itu ditangan tentara Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama, tentara islam sebagaimana Allah telah mengancam kalian dengan itu karena kerendahan dan kehinaan kalian di sisiNya.</p>
<p dir="rtl">﴿ وَإِنْ عُدتُّمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا ﴾ .</p>
<p>“Dan Sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-Isro’ : <img src='http://abuzubair.net/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekarang kalian kembali mengulangi kedurhakaan, dan akan kembali kepada kalian hukuman yang keras dari Allah yang tidak pernah mengingkari janji-Nya, dan di atas tangan-tangan pasukan Muhamad bukan di tangan anak-anak buatan kalian dan barat yang Kristen dan matrealisme. Jangan kalian angkuh dan bangga, demi Allah kalian tidak pernah menang atas islam, tidak atas pasukan Muhamad, (Umar) Al Faruq, Kholid dan saudara-saudaranya dari tentara-tentara Allah dan tentara-tentara islam.</p>
<p>Kepada seluruh kaum muslimin – pemerintah dan rakyatnya, kelompok-kelompok dan golongan-golongan, para ulama dan cendikiawan- sampai kapan kalian cenderung kepada kehidupan yang hina ini!?  Sampai kapan kalian hidup seperti buih-buih di lautan!? Sampai kapan!? Dan sampai kapan!?</p>
<p>Mana orang-orang pintar kalian!? Mana ulama-ulama kalian!? Mana para cendikiawan kalian!? Dan mana panglima-panglima pasukan kalian!?</p>
<p>Kalian telah mendirikan ribuan sekolah dan universitas, lantas apa buahnya!? Demi Allah, kalau sepersepuluh dari orang-orang yang menisbatkan diri kepada sekolah-sekolah dan universitas-universitas ini  tegak di atas Minhaj Nubuwwah, baik akidah, akhlak, dan undang-undang, niscaya akan menerangi dunia dengan cahaya keimanan dan tauhid, serta sirnalah kegelapan kebodohan, syirik dan bid’ah. Dan musuh-musuh kalian tidak akan menguasai kalian seperti saat ini. Dan jika ada sebagian perguruan tinggi ini tegak di atas manhaj yang hak ini orang-orang yang tidak menyukai manhaj ini menyusup kedalamnya, lalu mempengaruhi perjalanannya dan merobah haluan kebanyakan orang-orang yang menisbatkan diri kepadanya, maka hanya kepada Allah semata tempat mengadu.</p>
<p>Tidakkah realita pahit ini mewajibkan kalian untuk mengkaji ulang konsep-konsep sekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi kalian serta konsep pembinaan kalian? Tidakkah telah datang saatnya untuk berpikir sungguh-sungguh dalam merobah kondisi ini? Dan membalikkan menjadi lebih baik, serta menegakkan manhaj-manhaj islamiyah yang shohih yang bersumber dari Kitabullah dan Sunnah shollallahu ‘alahi wa sallama dan Manhaj as Salafush sholeh. Demi Allah tidak akan baik akhir umat ini kecuali dengan apa-apa yang telah membuat baik generasi awalnya.</p>
<p>Robahlah manhaj-manhaj ini, yang kebanyakannya tidak menghasilkan untuk kalian kecuali buih-buih diatas permukaan air. Tegakkanlah di atas puing-puingnya manhaj robbany yang tidak ada kebaikan, keberuntungan dan kesuksesan di dunia dan akhirat bagi kalian kecuali dengannya, jika kalian menginginkan untuk diri kalian dan umat kalian keberuntungan, kebaikan dan kemenangan atas musuh-musuh, terutama atas orang-orang yang Allah timpakan atas mereka kehinaan dan kerendahan (yahudi).</p>
<p>Dan kepada para pemimpin kaum muslimin – secara khusus – sesungguhnya di atas pundak kalian ada tanggung jawab yang sangat besar;</p>
<p>Pertama : komitmen kalian kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, serta siroh Al Khulafa’ Ar Rosyidin, dalam akidah, ibadah dan politik kalian. Dan dalam membawa rakyat kalian serta mendidik mereka di atas itu semua.</p>
<p>Adalah kewajiban dari Robb kalian atas kalian untuk mencampakkan undang-undang buatan manusia – demi Allah – yang terkebelakang itu. Lalu memimpin umat kalian dalam segala aspek kehidupannya dengan Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya serta sunnah khulafa ar rosyidin; baik yang berkaitan dengan agama maupun dunianya.</p>
<p>Sesungguhnya kalian adalah hamba-hamba Allah, hidup di bumi-Nya, dan dari rizkiNya lah kalian makan, minum dan berpakaian. Maka merupakan kewajiban kalian untuk mengibadati-Nya, bersyukur kepada-Nya dan berbangga dengan agama serta syari’at-Nya, lalu kalian berpegang teguh dengannya, dan mewajibkan rakyat kalian untuk memegang teguhnya, karena manusia itu mengikuti agama raja-rajanya. Sesungguhnya Allah mengangkat sesuatu dengan kekuasaan, apa yang tidak diangkatnya dengan Al Qur’an, sebagaimana dikatakan oleh Al Kholifah Ar Rosyid Utsman.</p>
<p>Kedua : hendaklah kalian membentuk pasukan-pasukan islamiyah yang terdidik di atas Al Kitab dan As Sunnah serta di atas azas-azas kemiliteran islami. untuk merealisasikan tujuan dan cita-cita pasukan pengikut Nabi Muhammad, kalian wajib mendidiknya di atas akidah dan manhaj Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama, Al Faruq dan Kholid. Serta mendidik mereka di atas cita-cita yang telah digariskan Allah untuk Muhamad dan sahabat-sahabatnya, agar mereka menjadi tentara Allah sejati. Ketika itulah kalian tidak akan terkalahkan.</p>
<p dir="rtl">﴿ وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ ﴾</p>
<p>“Dan Sesungguhnya tentara Kami Itulah yang pasti menang”. (Ash-Shoffat : 173)</p>
<p>Bukan di atas cita-cita dan tujuan duniawiyah, slogan-slogan jahiliyah seperti sukuisme, nasionalisme dan rasisme, serta apa yang lebih buruk dari pada itu.</p>
<p>Sungguh telah cukup bagi kalian – insya Allah – dan telah cukup bagi umat kalian apa yang menimpa kalian dan mereka, yaitu pelecehan umat paling hina lagi rendah dan tantangan mereka kepada kalian. Serta keangkuhan, kesombongan dan perbuatan aniaya mereka kepada kalian. Demi Allah tidak ada yang bisa menolak keburukan dan kesombongan ini melainkan dengan berpegang teguh kepada islam dan mendidik umat kalian serta pasukan-pasukan kalian di atas pokok-pokoknya dan dasar-dasarnya di samping itu meruntuhkan segala syi’ar, pemikiran dan akidah yang telah membawa umat kepada realita pahit ini.</p>
<p>Dan kepada rakyat Palestina – secara khusus – rakyat ini wajib mengetahui; bahwasanya (dahulu) Palestina tidak ditaklukan kecuali dengan islam ditangan (Umar) Faruq-nya islam serta pasukan-pasukan islamiyahnya. Dan Palestina tidak akan bisa dibebaskan dari kotoran yahudi kecuali dengan islam yang hak, yang dengannya dahulu Palestina ditaklukan melalui tangan Al Faruq (Umar).</p>
<p>Kalian telah banyak berjuang dan sangat banyak. Saya tidak pernah mengetahui suatu bangsa yang memiliki kesabaran seperti kesabaran kalian. Akan tetapi banyak dari kalian tidak mengemban akidah Al Faruq dan manhajnya. Kalau jihad kalian tegak di atas ini, niscaya problema kalian akan lenyap, dan kalian pasti meraih kemenangan. Maka wajib atas kalian menegakkan akidah-akidah kalian, manhaj-manhaj kalian dan jihad kalian di atas Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Kalian wajib berpegang teguh semuanya dengan tali Allah dan janganlah berpecah-belah. Lakukanlah semua ini dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan; di mesjid-mesjid, sekolah-sekolah dan perguruan tinggi-perguruan tinggi kalian. Serta tepatilah janji kepada Allah dalam semua itu – insya Allah – untuk mewujudkan kemenangan sesungguhnya atas yahudi saudara-saudara kera dan babi.</p>
<p>Dan sesungguhnya penduduk Syam yang muslim dijanjikan kemenangan atas yahudi dan nasrani melalui lisan Ash Shodiqul Mashduq       shollallahu ‘alaihi wa sallama. Maka sinsingkanlah lengan niscaya Allah akan mewujudkan janjiNya untuk kalian. Tanpa itu kalian tidak akan mendapatkan kecuali kerugian.</p>
<p>Demi Allah, tidak bermanfaat bagi kalian campur tangan amerika dan PBB, begitu juga sukuisme dan nasionalisme yang dimurkai Allah.</p>
<p>Segeralah! Segeralah jalani sebab-sebab kemenangan hakiki. Telah cukup bagi kalian pengalaman-pengalaman yang tidak memberikan apa-apa untuk kalian. Janganlah seperti yang dikatakan (permisalan arab),</p>
<p>“Bagaikan seekor onta ditengah gurun, mati kehausan</p>
<p>Sedangkan ia membawa air di atas punggungnya”.</p>
<p>Ya Allah, wujudkanlah untuk umat ini perkara yang baik yang padanya wali-waliMu menjadi mulia dan musuh-musuhmu padanya menjadi hina. Ya Allah tinggikanlah Kalimat-Mu, muliakanlah Din-Mu dan muliakanlah dengannya kaum muslimin, bimbinglah mereka kepada-Mu dan kepada agama-Mu, sesungguhnya Engkau Maha mendengarkan do’a.</p>
<p>(Dinukil dan diterjemahkan dari : http://www.sahab.net/home/index.php?Site=News&amp;Show=662)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/kepada-umat-yang-dimurkai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENDAKWAHI ORANG AWAM …</title>
		<link>http://abuzubair.net/mendakwahi-orang-awam-%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/mendakwahi-orang-awam-%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 04:41:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Akidah/Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=453</guid>
		<description><![CDATA[MENDAKWAHI ORANG AWAM … PERTANYAAN : Bagaimana cara mendakwahi manusia awam kepada salafiyyah; manhaj salafush sholeh, khususnya mereka terikat dengan sebagian da’i-da’I suu’ dan yang buruk? JAWABAN : Allah telah meletakkan manhaj untuk berdakwah kepadaNya. Allah Ta’ala berfirman kepada NabiNya, ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ “serulah (manusia) kepada jalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>MENDAKWAHI ORANG AWAM …</strong></p>
<ul>
<li>PERTANYAAN : Bagaimana cara mendakwahi manusia awam kepada salafiyyah; manhaj salafush sholeh, khususnya mereka terikat dengan sebagian da’i-da’I suu’ dan yang buruk?</li>
</ul>
<ul>
<li>JAWABAN : Allah telah meletakkan manhaj untuk berdakwah kepadaNya. Allah Ta’ala berfirman kepada NabiNya,</li>
</ul>
<p dir="rtl"><strong>ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ</strong><strong></strong></p>
<p>“serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (An Nahl : 125)</p>
<p>Jadi berdakwah kepada Allah dengan hikmah, dan hikmah adalah ilmu dan bayan (penjelasan) serta hujjah. Maka anda berdakwah dengan ilmu, dengan akhlak yang baik, dan dengan lembut, baik terhadap orang awam atau yang bukan awam. Akan tetapi orang awam  lebih mudah menerima, kadang ia menerima kebenaran darimu tanpa membantah, jika anda perlu membantah mungkin karena padanya ada sedikit dalih, sedikit bergantung kepada yang batil, maka bantahlah ia dengan cara yang paling baik.</p>
<p dir="rtl"><strong>وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ * وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ</strong><strong></strong></p>
<p>“dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara Dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai Keuntungan yang besar”.(Fush-shilat : 34-35)</p>
<p>Jadi hikmah ini tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan besar”. (Dijawab oleh Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkholy hafizhohullah sebagaimana disitus beliau)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/mendakwahi-orang-awam-%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HUKUM PENAMAAN YAHUDI DENGAN ISRAEL</title>
		<link>http://abuzubair.net/hukum-penamaan-yahudi-dengan-israel/</link>
		<comments>http://abuzubair.net/hukum-penamaan-yahudi-dengan-israel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 06:35:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Zubair Hawaary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah/Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuzubair.net/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[HUKUM PENAMAAN YAHUDI DENGAN ISRAEL بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه. أمّا بعد : Ada sebuah fenomena  aneh yang tersebar luas di tengah kaum muslimin, yaitu penamaan Negara yahudi yang dimurkai Allah dengan nama Israel! Dan saya tidak melihat orang yang mengingkari fenomena berbahaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>HUKUM PENAMAAN YAHUDI DENGAN ISRAEL</strong></p>
<p dir="rtl"><strong> </strong></p>
<p dir="rtl"><strong>بسم الله الرحمن الرحيم</strong></p>
<p dir="rtl"><strong>الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه</strong><strong>.<br />
</strong><strong>أمّا بعد</strong><strong> : </strong></p>
<p>Ada sebuah fenomena  aneh yang tersebar luas di tengah kaum muslimin, yaitu penamaan Negara yahudi yang dimurkai Allah dengan nama Israel!</p>
<p>Dan saya tidak melihat orang yang mengingkari fenomena berbahaya ini! Yang merendahkan kemuliaan seorang rasul yang mulia dari para rasul, yaitu Ya’qub ‘alaihish sholaatu was salam. Yang mana Allah telah memujinya beserta dua ayahnya yang mulia yaitu Ibrahim dan Ishaq, di dalam kitab-Nya yang mulia,</p>
<p>Allah Tabaaroka wa Ta’ala berfirman,</p>
<p dir="rtl"><strong>واذكر عبادنا إبراهيم وإسحاق ويعقوب أولي الأيدي والأبصار. إنا أخلصناهم بخالصة ذكرى الدار. وإنهم عندنا لمن المصطفين الأخيار</strong><strong> </strong></p>
<p>“Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya&#8217;qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang Tinggi Yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. dan Sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar Termasuk orang-orang pilihan yang paling baik”. (Shod : 45-47)</p>
<p><span id="more-447"></span></p>
<p>Inilah kedudukan Rasul yang mulia ini di dalam Islam, lantas bagaimana mungkin ia dilekatkan pada yahudi dan mereka melekatkan diri mereka dengannya?</p>
<p>Kebanyakan kaum muslimin menggunakan namanya dalam bentuk ungkapan celaan terhadap Negara (yahudi) ini, seperti perkataan : Israel melakukan ini, melakukan begini dan akan melakukan begini!</p>
<p>Menurut pandanganku ini adalah perkara mungkar, sekedar ada saja ditengah-tengah kaum muslimin tidak boleh apalagi menjadi sebuah fenomena yang tersebar luas diantara mereka tanpa pengingkaran!</p>
<p>Beranjak dari sini, kami letakkan pertanyaan ini beserta jawabannya, maka kami katakan,</p>
<p>-         Apakah boleh menamakan daulah yahudiah yang kafir dan keji dengan Israel atau daulah (Negara) Israel kemudian mengarahkan celaan kepadanya dengan nama Israel?</p>
<p>Yang benar adalah bahwa itu tidak boleh!</p>
<p>Yahudi telah berbuat makar yang besar, di mana mereka membuat hak mereka sebagai hak yang  sah dalam menegakkan Negara di tengah negeri kaum muslimin dengan atas nama warisan Ibrahim dan Israel!</p>
<p>Yahudi telah membuat makar besar dalam menamakan Negara zionisnya dengan nama Negara Israel!</p>
<p>Tipu daya mereka ini merembes pada kaum muslimin, saya tidak katakan pada orang-orang awam mereka saja, bahkan juga pada kebanyakan cendikiawan<a href="#_ftn1">[1]</a>. Sehingga mereka menyebutkan Negara Israel bahkan menyebutkan nama Israel dalam khabar-khabar mereka di Koran-koran, majalah-majalah dan pembicaraan-pembicaraan mereka, baik sekedar dalam bentuk berita atau dalam bentuk celaan dan laknat, semua itu terjadi di tengah-tengah kaum muslimin, dan sangat disayangkan kita tidak mendengar adanya yang mengingkari!</p>
<p>Allah banyak mencela yahudi di dalam Al Qur’an serta melaknat mereka, dan menceritakan kepada kita kemurkaan yang ditimpakanNya kepada mereka, akan tetapi dengan nama yahudi dan dengan nama “Orang-orang yang kafir dari Bani Israil tidak dengan nama Israil nabi yang mulia Ya’qub putra yang mulia Ishaq putra yang mulia Ibrahim Kholilullah ‘alaihimush sholaatu was salaam!</p>
<p>Mereka orang-orang yahudi tidak punya hubungan keagamaan apapun dengan Nabiyullah Israil (Ya’qub ‘alaihis salam) dan tidak pula dengan Ibrahim Kholilullah ‘alaihis sholatu was salam!</p>
<p>Dan mereka tidak punya hak mewarisi kedua nabi tersebut dalam hal keagamaan, itu hanyalah kekhususan orang-orang yang beriman.</p>
<p>Allah Ta’ala befirman,</p>
<p dir="rtl"><strong>إن أولى الناس بإبراهيم للذين اتبعوه وهذا النبي والذين آمنوا والله ولي المؤمنين</strong><strong> </strong></p>
<p>“Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman.” (Ali Imron : 68)</p>
<p>Dan Allah Ta’ala berfirman menyatakan bahwa Kholil-Nya Ibrahim berlepas diri dari yahudi dan nasrani serta orang-orang musyrikin,</p>
<p dir="rtl"><strong>ما كان إبراهيم يهودياً و لا نصرانياً ولكن كان حنيفاً مسلماً وما كان من المشركين</strong><strong> </strong></p>
<p>“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi Dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah Dia Termasuk golongan orang-orang musyrik”. (Ali Imron : 67)</p>
<p>Kaum muslimin tidak mengingkari bahwasanya yahudi adalah dari keturunan Ibrahim dan Israil, akan tetapi mereka meyakini bahwasanya yahudi termasuk musuh Allah dan musuh rasul-rasulNya, diantara mereka adalah Muhamad, Ibrahim dan Israil. Mereka meyakini bahwasanya tidak ada saling mewarisi antara para nabi dan antara musuh-musuh mereka dari orang-orang kafir, baik itu yahudi atau nasrani atau orang-orang musyrik arab dan selain mereka.</p>
<p>Dan sesungguhnya manusia yang paling berhak terhadap Ibrahim dan seluruh para nabi adalah orang-orang islam yang beriman dengan mereka, mencintai mereka dan memuliakan mereka, dan beriman dengan apa yang diturunkan kepada mereka dari kitab-kitab dan shohifah. Mereka menganggap itu adalah bagian dari pokok-pokok agama mereka, merekalah pewaris para nabi dan manusia yang paling berhak terhadap para nabi!</p>
<p>Bumi Allah hanyalah untuk hamba-hambaNya yang beriman kepadaNya dan kepada para rasul yang mulia.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p dir="rtl"><strong>ولقد كتبنا في الزبور من بعد الذكر أن الأرض يرثها عبادي الصالحون</strong><strong> </strong></p>
<p>“dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur  sesudah (kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.” (Al Anbiya’ : 105)</p>
<p>Maka musuh-musuh nabi tidak berhak menjadi pewaris di muka bumi – terutama yahudi – di kehidupan dunia ini dan  bagi mereka di akhirat azab neraka yang kekal!</p>
<p>Sungguh mengherankan kondisi banyak kaum muslimin yang menerima propaganda yahudi yang mengatakan bahwa mereka adalah pewaris bumi palestina, dan mencari haikal Sulaiman yang mereka sendiri mengkafirkanya serta menuduhnya dengan tuduhan-tuduhan yang buruk. Mereka adalah orang-orang yang paling memusuhi Sulaiman dan yang lainnya dari nabi-nabi Bani Israil.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p dir="rtl"><strong>أفكلما جاءكم رسول بما لا تهوى أنفسكم استكبرتم ففريقاً كذبتم وفريقاً تقتلون</strong><strong> </strong></p>
<p>“Apakah Setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?”. (Al Baqoroh : 87)</p>
<p>Bagaimana bisa sebagian kaum muslimin menerima – paling tidak kondisi mereka mengatakan demikian – propaganda-propaganda batil ini?! Lalu disamping itu menamai mereka dengan israil dan Negara Israel!</p>
<p>Maka hendaklah kaum muslimin menyiapkan diri mereka secara akidah dan manhaj beranjak dari Kitab Robb mereka dan sunnah Nabi mereka shollallahu ‘alaihi wasallama, serta apa-apa yang dahulu Rasul shollallahu ‘alaihi wasallama dan para sahabatnya berada di atasnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dari kalangan tabi’in yang terpilih serta imam-imam petunjuk dan agama. Sesungguhnya inilah dia sarana paling besar untuk kemenangan mereka atas musuh-musuh mereka dan untuk kemulian serta kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat!</p>
<p>Hendaklah mereka membersihkan diri mereka dari hawa nafsu, bid’ah-bid’ah, fanatisme kepada kebatilan dan ahlinya. Kemudian berusaha dengan sungguh-sungguh mempersiapkan secara materi yaitu berupa persenjataan dengan berbagai bentuknya. Dan penunjang-penunjang itu seperti pelatihan militer, sebagaimana Allah dan Rasul-Nya memerintahkan itu.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman, <strong> </strong></p>
<p dir="rtl"><strong>وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط الخيل ترهبون به عدو الله وعدوكم</strong><strong> </strong></p>
<p>“dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu”. (Al Anfal : 60)</p>
<p>Kekuatan di dalam nash ini mencakup segala kekuatan yang membuat musuh takut dari berbagai jenis persenjataan.</p>
<p>Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah”.</p>
<p>Dan memanah mencakup segala senjata yang dilemparkan (atau ditembakkan), semua itu wajib dimiliki bisa dengan diproduksi sendiri atau dengan membeli atau lain-lainya!</p>
<p>Sekali lagi saya sangat heran penggunaan nama nabi yang mulia ini untuk Negara yang keji, umat yang dimurkai dan umat pendusta, sebagaimana dikatakan dalam pemberitaan-pemberitaan tentang mereka dan dalam mencela mereka : Israel  dan Negara israil, seolah-olah bahasa islam dan arab yang luas telah sempit bagi mereka sehingga tidak menemukan lagi kecuali nama ini!</p>
<p>Kemudian apakah mereka telah berpikir pada diri mereka sendiri dalam hal ini, apakah perbuatan ini membuat Allah atau Rasul-Nya shollallahu ‘alaihi wa sallama ridho? Dan kalau nabiyullah Israil hidup apakah ia ridho ataukah malah menyakitinya?</p>
<p>Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya celaan yang mereka tujukan kepada yahudi dengan namanya (nabi Israil) juga tertuju kepadanya tanpa mereka sadari?</p>
<p>Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu ia berkata,</p>
<p dir="rtl"><strong>قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: &#8220;ألا تعجبون كيف يصرف الله عني شتم قريش ولعنهم يشتمون مذمماً ويلعنون مذمماً وأنا محمد&#8221;</strong></p>
<p>“Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Tidakkah kalian heran bagaimana Allah mengalihkan dariku celaan Quraisy dan laknat mereka? Mereka mencela dan melaknat orang yang tercela sedangkan aku adalah Muhamad (yang terpuji)”. Diriwayatkan oleh Ahmad dan Al Bukhari di Shohihnya (no.3533) dan An Nasai.</p>
<p>Maka bagaimana kalian alihkan celaan dan laknat kalian untuk musuh-musuh Allah kepada  nama nabi yang mulia, salah seorang dari nabi-nabi Allah, rasul dan orang-orang pilihanNya?</p>
<p>Jika ada yang mengatakan, “Penamaan seperti ini ada terdapat di dalam Taurah!”.</p>
<p>Kita jawab : tidak mustahil bahwa ini adalah bagian dari penyelewengan-penyelewengan ahli kitab sebagaimana Allah bersaksi atas mereka bahwasanya mereka menyelewengkan Al Kitab dengan tangan-tangan mereka kemudian mereka mengatakan ini adalah dari sisi Allah. Bahkan di dalam taurah yang telah diselewengkan ada tuduhan kufur kepada nabi-nabi Allah serta perbuatan-perbuatan keji, bagaimana bisa dijadikan sandaran apa yang terdapat di dalam kitab-kitab mereka kalau realitanya seperti ini.</p>
<p>Kita memohon kepada Allah agar Ia melimpahkan taufik-Nya untuk seluruh kaum muslimin kepada apa-apa yang dicintai dan diridhoiNya dari perkataan maupun perbuatan sesungguhnya Robb kita Maha mendengar do’a.</p>
<p>Ditulis oleh</p>
<p>Robi’ bin Hadi ‘Umair Al Madkholy</p>
<p>(http://www.sahab.net/forums/showthread.php?p=754789)</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Baru saja penerjemah mendengar khotib jum’at mengatakan, “…Israel yang memborbardir kaum muslimin di Palestina”.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuzubair.net/hukum-penamaan-yahudi-dengan-israel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

