Archive for the Category » Akidah/Manhaj «

February 05th, 2011 | Author:

SERUAN UNTUK RAKYAT MESIR DARI MESJID IMAM AHMAD BIN HANBAL DI ISKANDARIAH MESIR

WAHAI RAKYAT MESIR .. TAKUTLAH KALIAN KEPADA FITNAH YANG AKAN MENGHANCURKAN NEGERI KALIAN!

Pemuda-pemuda Mesir sang Pahlawan yang gagah berani!

Tokoh-tokoh Mesir  yang kokok laksana gunung menjulang!

Wanita-wanita Mesir yang merdeka!

Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh

Di waktu berjalannya penghancuran negeri kita di tangan sekelompok orang yang melampui batas, dan pembunuhan yang dilakukan oleh para pencuri dan pelaku kejahatan yang menumpahkan darah. Tidak ada lagi yang dapat diperbuat oleh seorang muslim yang bersaksi An Laa Ilaaha Illallah wa Anna Muhammadur Rasulullah kecuali kembali kepada Kitab Robbnya dan kepada Sunnah NabiNya shollallahu ‘alaihi wa sallama. Memetik nasehat dan pelajaran dari keduanya tentang fitnah dan huru-hara yang sedang melanda kita. Tidak ada yang tahu kecuali Allah kemana bahtera negeri ini membawa kita, apakah menuju keselamatan atau akan karam Laa Haw laa wa laa Quwwata Illa billah.

Sesungguhnya penghancuran Mesir adalah cita-cita setiap orang yang zholim, angan-angan semua orang yang iri dan dengki serta kesempatan yang dinanti-nanti oleh musuh islam.

Mesirnya Amru bin ‘Ash,

Mesirnya Sholaahuddin Al-Ayyubi,

Mesirnya Saifud Din Quthuz, Azh-Zhohr Baibers dan Najmud Din Ayyub,

Mesirnya Al-Laits bin Sa’ad, Asy-Syafi’I, Ath-Thohawy, Ibnu Hajar, As-Suyuthi, Ibnu Daqiq Al-‘Id dan lain-lainnya dari para pemimpin kita yang gagah berani serta ulama-ulama yang mulia.

Wahai rakyat Mesir .. jagalah negeri kalian. Bertakwalah kepada Allah di rumah-rumah kalian, mesjid-mesjid kalian dan tempat-tempat ibadah kalian.

Wahai rakyat Mesir .. sesungguhnya musuh-musuh kalian ingin menghancurkan rumah kalian dengan  tangan kalian sendiri dan membunuh anak-anak kalian dengan pedang kalian sendiri. mereka tidak menembakkan satu pelurupun kepada kalian, akan tetapi kalianlah yangmenembakkan peluru-peluru kepada diri kalian sendiri dan menghancurkan rumah-rumah kalian dengan tangan kalian sendiri.

Tidakkah orang-orang yang mengajak manusia keluar berdemo mengetahui bahwasanya akan di antara mereka para pelaku tindak criminal yang menyusup dan mencuri kesempatan untuk menghancurkan bangunan dan merusak harta milik manusia sedangkan mereka tidak mampu menangkap, atau menahan atau menghalangi orang-orang tersebut.

Apakah kalian ingin para tentaran kita meninggalkan tugasnya untuk menjaga perbatasan negeri kita diluar agar kita berperang melawannya di dalam sehingga darah mengalir deras di jalanan kita, dan rumah-rumah dihancurkan serta kehormatan dirusak? Dan kita beralih dari kondisi yang buruk kepada yang lebih buruh darinya? Wal ‘iyadz billah – inilah dia ciri-ciri fitnah.

Sesungguhnya para pendemo – sekalipun hari ini mereka sepakat – atas kepergian fulan, maka mereka tidak akan sepakat esok untuk memilih siapa yang akan mengatur urusan umat ini. karena mereka adalah kelompok yang banyak, dan hawa nafsu yang beragam. Sesama mereka ada perselisihan dan pertentangan yang Allah lebih mengetahui hal itu. Dan setiap mereka berharap mendapatkan kekuasaan, keburukan mereka tidak lebih sedikit dari orang-orang yang berkuasa sekarang.

Dan negeri ini akan terus berada dalam kekacauan tidak ada kendalinya serta tidak ada yang mengetahui kapan akan berakhir kecuali Allah.

Maka janganlah kalian menta’ati mereka wahai penduduk Mesir!

Janganlah keluar bersama mereka! Kembalilah kepada Allah Ta’ala dalam rangka memperbaiki kondisi kalian, dan Dialah sebaik-baik wali dan penolong.

Wahai rakyat Mesir .. ingatlah firman Allah Ta’ala,

وإنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئاً إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

“Dan jika kalian bersabar dan bertakwa tidak akan membahayakan kalian tipu-daya mereka sedikitpun, sesungguhnya Allah maha meliputi apa yang mereka perbuat”.

Wahai rakyat Mesir ..ingatlah hadits Nabi kalian di dalam Ash-Shohihain dari Abu Hurairah beliau berkata : Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda,

” ستكون فتن ، القاعد فيها خير من القائم ، والقائم فيها خير من الماشي ، الماشي فيها خير من الساعي ، من تشرف لها تستشرفه ”

“Akan terjadi fitnah-fitnah, orang yang duduk padanya lebih baik dari pada orang yang berdiri. Dan orang yang berdiri padanya lebih baik dari pada orang yang berjalan. Dan orang yang berjalan padanya lebih baik dari pada orang yang berlari barangsiapa  mengikuti atau menginginkannya fitnah akan membinasakannya”.

Barangsiapa yang menginginkannya dan ikut serta di dalamnya maka fitnah itu akan membinasakannya .. akan membinasakannya.

Maka tetaplah dirumah kalian .. ta’atilah Robb kalian, tahanlah lidah kalian dan laksanakanlah apa yang difardhukan atas kalian.

Alangkah agungnya apa yang ditunjukkan syara’ kepada kita dan alangkah buruknya ajakan orang-orang jahil dan para demonstran dan pelaku keonaran. (http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=28349)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.8/10 (59 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +67 (from 69 votes)
Category: Akidah/Manhaj  | 3 Comments
January 25th, 2011 | Author:

Alhamdulillah  tidak ada perselisihan (ikhtilaf) diantara para sahabat dalam masalah akidah, demikian juga diantara orang-orang yang datang sesudah mereka dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena mereka meyakini apa yang ditunjukkan oleh Al Kitab dan As Sunnah dan mereka tidak menyampaikan sesuatu dari diri mereka sendiri atau pendapat-pendapat mereka. Inilah yang menyebabkan mereka bersatu dan sepakat di atas akidah dan manhaj yang satu, mengamalkan firman Allah Ta’ala, “Dan berpegang-teguhlah kamu semua dengan Tali Allah dan janganlah kamu berpecah-belah”. (Ali Imron : 103)

Diantaranya adalah masalah orang-orang beriman melihat Robb mereka di hari kiamat. Mereka sepakat menetapkannya sesuai dalil-dalil yang mutawatir dari Al Kitab dan As Sunnah dan mereka tidak berbeda pendapat dalam hal itu.

Adapun ikhtilaf (perselisihan)  tentang apakah Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama melihat Robbnya pada malam Mi’roj dengan penglihatan mata, maka itu adalah perbedaan dalam kejadian tertentu di dunia, bukan perselisihan dalam masalah melihat Allah di hari kiamat.

Yang diyakini oleh mayoritas ulama dan pendapat ini adalah yang benar bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama melihat Robbnya (dimalam mi’roj) dengan hatinya bukan dengan penglihatan mata. Karena beliau shollallahu ‘alaihi  wa sallama ketika ditanya tentang itu bersabda,

نور أنى أراه

“Cahaya bagaimana aku bisa melihatNya”[1].

Beliau menafikan melihat Robbnya dengan mata pada peristiwa tersebut karena adanya hijab yang menghalangi yaitu cahaya. Dan karena mereka (mayoritas ulama) sepakat atas bahwasanya seseorang tidak bisa melihat Robbnya di dunia ini sebagaimana ditegaskan di dalam hadits,

واعلموا أن أحدا منكم لا يرى ربه حتى يموت

“Dan ketahuilah, bahwasanya salah seorang dari kalian tidak bisa melihat Robbnya sehingga ia mati”[2]. (Al Lajnah Ad Daimah : 21008)


[1] HR. Muslim (178/291) dari hadits Abu Dzar.

[2] HR. Muslim  (169/65) dari hadits Abdullah bin Umar.

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 7.8/10 (17 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +9 (from 9 votes)
January 25th, 2011 | Author:

PENGARUH AKIDAH DALAM KEHIDUPAN SEORANG MUSLIM

Apabila akidah benar maka amalan seorang muslim juga benar, karena akidah yang shohih membawa seorang muslim untuk mengerjakan amal-amal sholeh, serta mengarahkannya kepada kebaikan dan perbuatan yang terpuji.

Apabila seorang muslim bersaksi bahwasanya tidak ada yang diibadati dengan hak melainkan Allah, kesaksian yang dibangun di atas ilmu dan keyakinan serta pemahaman terhadap kandungannya, niscaya ia akan mengerjakan amal sholeh. Karena syahadat An Laa Ilaaha Illallah bukan semata kata yang diucapkan dengan lisan. Tetapi ia adalah pernyataan untuk keyakinan dan amal. Dan tidak sah serta tidak bermanfaat syahadat ini kecuali apabila seorang muslim melaksanakan kandungan-kandungannya dari amal-amal sholeh, seperti menunaikan rukun islam dan rukun iman serta perintah-perintah agama yang lainnya, syari’at-syari’atnya, sunnah-sunnahnya dan penyempurna-penyempurnanya. (Al Muntaqo, Syaikh Sholeh Al Fauzan : 15)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.1/10 (21 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +9 (from 11 votes)
Category: Akidah/Manhaj  | 2 Comments
January 25th, 2011 | Author:

PENGARUH AKIDAH DALAM KEHIDUPAN SEORANG MUSLIM

Apabila akidah benar maka amalan seorang muslim juga benar, karena akidah yang shohih membawa seorang muslim untuk mengerjakan amal-amal sholeh, serta mengarahkannya kepada kebaikan dan perbuatan yang terpuji.

Apabila seorang muslim bersaksi bahwasanya tidak ada yang diibadati dengan hak melainkan Allah, kesaksian yang dibangun di atas ilmu dan keyakinan serta pemahaman terhadap kandungannya, niscaya ia akan mengerjakan amal sholeh. Karena syahadat An Laa Ilaaha Illallah bukan semata kata yang diucapkan dengan lisan. Tetapi ia adalah pernyataan untuk keyakinan dan amal. Dan tidak sah serta tidak bermanfaat syahadat ini kecuali apabila seorang muslim melaksanakan kandungan-kandungannya dari amal-amal sholeh, seperti menunaikan rukun islam dan rukun iman serta perintah-perintah agama yang lainnya, syari’at-syari’atnya, sunnah-sunnahnya dan penyempurna-penyempurnanya. (Al Muntaqo, Syaikh Sholeh Al Fauzan : 15)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 7.4/10 (12 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +6 (from 6 votes)
Category: Akidah/Manhaj  | 2 Comments
January 25th, 2011 | Author:

MAKSUD ISTILAH USHULUDDIN

Berbeda-beda makna yang dimaksud dari istilah Ushuluddin. Terkadang yang dimaksud dengannya adalah rukun islam dan rukun iman. Kadang juga digunakan untuk istilah pembahasan-pembahasan akidah. Ada juga yang menggunakannya untuk perkara-perkara yang wajib diketahui oleh seorang muslim dari hukum-hukum islam, seperti pengharaman zina dan khomar.

Ia adalah istilah-istilah yang berbeda-beda maksudnya sesuai dengan perpedaan pandangan orang-orang yang menggunakannya. Dan tidak ada masalah dalam hal ini, yang penting bagi seorang muslim adalah melaksanakan perintah Allah Ta’ala dan meninggalkan laranganNya dengan menempuh jalan lurus syari’at yang suci ini. (Al-Lajnah Ad Daimah : 18612).

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.7/10 (14 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +6 (from 8 votes)
Category: Akidah/Manhaj  | 2 Comments
January 11th, 2011 | Author:

HAKIKAT DIN ISLAM

Hakikat islam  tergambar dalam jawaban Rasul shollallahu ‘alaihi wa sallama untuk Jibril ‘alaihis Salam. Ketika ia bertanya kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama tentan g Islam, maka Beliau menjawab, “Islam itu adalah; engkau bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang diibadati dengan hak melainkan Allah dan bahwasanya Muhamad itu adalah Rasulullah, dan engkau menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan serta mengerjakan haji ke Baitullah jika engkau sanggup melakukannya”. (HR. Muslim 1/8 dari sahabat Umar bin Al Khottob)

Termasuk dalam ini beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, Rasul-rasuNya, hari akhir, dan beriman kepada Qodar yang baik maupun yang buruk, sebagaimana termasuk juga dalam itu Al Ihsan yaitu; Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya. Jika engkau tidak melihatNya sesungguhnya Ia melihatmu. Karena Islam apabila disebutkan mencakup semua hal ini berdasarkan kepada firman Allah Ta’ala (yang artirnya), “Sesungguhnya Din yang diridhoi disisi Allah adalah Islam”. (Ali imron : 19)

Dan hadits Jibril ketika ia bertanya kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama tentang islam, iman, dan ihsan, lalu beliau menjawabnya dengan apa yang disebutkan di atas. Dan Rasul memberitakan bahwa Jibril menanyakan semua perkara ini adalah dalam rangka mengajarkan kepada manusia agama mereka. Tentu ini menunjukkan bahwasanya Dinul Islam adalah tunduk kepada perintah-perintah Allah zohir dan batin serta meninggalkan apa yang dilarangnya zohir dan batin. Inilah dia Islam yang sempurna. (Al-Lajnah Ad Daimah, 1988)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 7.3/10 (6 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +10 (from 10 votes)
Category: Akidah/Manhaj  | 5 Comments
January 11th, 2011 | Author:

APA YANG WAJIB DIPELAJARI DAN DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DALAM URUSAN AGAMANYA?

Seorang muslim wajib mengetahui seluruh urusan agamanya baik akidah maupun syari’ah. Maka dia harus mempelajari perkara-perkara akidah, apa yang wajib dalam akidah dan apa pula lawan-lawan akidah serta perkara-perkara yang menyempurnakan dan menguranginya. Sehingga akidahnya menjadi akidah yang shohihah dan salimah (selamat). Begitu juga dia wajib mempelajari hukum-hukum amaliah agamanya sehingga dia dapat menunaikan apa yang diwajibkan Allah atasnya dan meninggalkan apa yang diharamkan Allah atasnya dengan landasan bashiroh (ilmu).

Allah Ta’ala berfirman, “Ketahuilah bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadati dengan hak melainkan Allah dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan untuk laki-laki mukmin dan perempuan mukminat”. (Muhamad ; 19)

Di ayat ini Allah mulai dengan perintah ilmu sebelum perkataan dan perbuatan (amal).

Maka ilmu dan amal adalah suatu keniscayaan. Ilmu tanpa amal tidak cukup, bahkan pelakunya hanya mendapat murka Allah. Dan amal dengan tanpa ilmu tidak sah, karena ia adalah kesesatan. Sementara Allah  Ta’ala memerintahkan kita berlindung dari jalan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat di akhir surat Al Fatihah dalam setiap rakaat dari sholat kita. (dikutip dari : Al Muntaqo/18, Syaikh Al Fauzan, dengan beberapa penyesuaian)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 7.6/10 (23 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +9 (from 15 votes)
Category: Akidah/Manhaj  | 3 Comments
June 10th, 2010 | Author:

KEPADA (YAHUDI) UMAT YANG DIMURKAI

Oleh, Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholy hafizhahullahu Ta’ala,

Kepada umat yang dimurkai, yang Allah berfirman tentang mereka,

فَبَاؤُواْ بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ

“Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.” (Al Baqoroh : 90)

Kepada umat yang hina dina yang Allah timpakan kepada mereka kehinaan karena kekufuran mereka dan perbuatan mereka membunuh para nabi.

﴿ ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُواْ إِلاَّ بِحَبْلٍ مِّنْ اللهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاؤُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُواْ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللهِ وَيَقْتُلُونَ الأَنبِيَاء بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ ﴾

“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi tanpa alasan yang benar. yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas”. (Ali Imron : 112)

Inilah sebagian sifat-sifat kalian yang menyebabkan kalian hina, rendah dan mendapatkan murka dari Allah. Dan tidak akan tegak kekuasaan kalian kecuali kalian berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia sampai masa kita ini dan sampai hari kiamat.

Kalian tidak punya sandaran keimanan dan akidah, kalian juga tidak punya sandaran sifat kejantanan dan keberanian. Kalian senantiasa berperang dari balik-balik tembok, perpecahan sesama kalian  sangatlah keras.

Sesungguhnya sifat-sifat keji kalian sangatlah banyak, antara lain : khianat, mungkir, membuat-buat fitnah, menyalakan api peperangan, membuat kerusakan di muka bumi dan setiap kali kalian menyalakan api peperangan Allah memadamkannya. Sejarah kalian sungguh hitam dan kehinaan kalian tidak asing lagi bagi seluruh umat-umat.

baca lebih lanjut…

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.6/10 (39 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +17 (from 23 votes)
June 05th, 2010 | Author:

MENDAKWAHI ORANG AWAM …

  • PERTANYAAN : Bagaimana cara mendakwahi manusia awam kepada salafiyyah; manhaj salafush sholeh, khususnya mereka terikat dengan sebagian da’i-da’I suu’ dan yang buruk?
  • JAWABAN : Allah telah meletakkan manhaj untuk berdakwah kepadaNya. Allah Ta’ala berfirman kepada NabiNya,

ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (An Nahl : 125)

Jadi berdakwah kepada Allah dengan hikmah, dan hikmah adalah ilmu dan bayan (penjelasan) serta hujjah. Maka anda berdakwah dengan ilmu, dengan akhlak yang baik, dan dengan lembut, baik terhadap orang awam atau yang bukan awam. Akan tetapi orang awam  lebih mudah menerima, kadang ia menerima kebenaran darimu tanpa membantah, jika anda perlu membantah mungkin karena padanya ada sedikit dalih, sedikit bergantung kepada yang batil, maka bantahlah ia dengan cara yang paling baik.

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ * وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

“dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara Dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai Keuntungan yang besar”.(Fush-shilat : 34-35)

Jadi hikmah ini tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan besar”. (Dijawab oleh Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkholy hafizhohullah sebagaimana disitus beliau)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.3/10 (35 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +21 (from 29 votes)
June 04th, 2010 | Author:

HUKUM PENAMAAN YAHUDI DENGAN ISRAEL

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه.
أمّا بعد :

Ada sebuah fenomena  aneh yang tersebar luas di tengah kaum muslimin, yaitu penamaan Negara yahudi yang dimurkai Allah dengan nama Israel!

Dan saya tidak melihat orang yang mengingkari fenomena berbahaya ini! Yang merendahkan kemuliaan seorang rasul yang mulia dari para rasul, yaitu Ya’qub ‘alaihish sholaatu was salam. Yang mana Allah telah memujinya beserta dua ayahnya yang mulia yaitu Ibrahim dan Ishaq, di dalam kitab-Nya yang mulia,

Allah Tabaaroka wa Ta’ala berfirman,

واذكر عبادنا إبراهيم وإسحاق ويعقوب أولي الأيدي والأبصار. إنا أخلصناهم بخالصة ذكرى الدار. وإنهم عندنا لمن المصطفين الأخيار

“Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang Tinggi Yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. dan Sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar Termasuk orang-orang pilihan yang paling baik”. (Shod : 45-47)

baca lebih lanjut…

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.1/10 (18 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +17 (from 17 votes)