Monday, May 04th, 2009 | Author: Abu Zubair Hawaary

BANTAHAN TERHADAP ORANG YANG ENGGAN MENYEBUT “SAYA SEORANG SALAFY’ KARENA KHAWATIR MENIMBULKAN PERPECAHAN

Pertanyaan :

Sebagian saudara kita para da’I mengatakan, ‘Saya menolak mengatakan ‘Saya seorang salafy’ karena khawatir orang memandangnya seperti sebuah hizbiyyah (kelompok)’. Apakah perkataan ini benar ataukah saya harus menjelaskan kepada orang apa itu salafiyyah?”.

Jawaban : Syaikh Al-Albany berkata,

Pernah terjadi dialog antara saya dan salah seorang penulis islamy yang bersama kita di atas Al-Kitab dan As-Sunnah. Saya berharap dari ikhwan kita para penuntut ilmu untuk menghapal dialog ini; karena manfaatnya sangat  penting sekali. Saya katakana kepadanya, (berikut ini kami susun dialog Syaikh dengan penulis tersebut).

Syaikh Al-Albany : Apabila seseorang bertanya kepadamu, ‘Apa mazhabmu? Apa jawabanmu?”.

Penulis Islamy : Muslim.

Syaikh Al-Albany : Jawaban ini salah.

Penulis Islamy : kenapa?

Syaikh Al-Albany :  kalau seseorang bertanya kepadamu apa agamamu?

Penulis islamy : muslim.

Syaikh Al-Albany : yang pertama tadi saya tidak bertanya apa agamamu, tapi yang saya tanyakan apa mazhabmu? Anda tentunya tahu bahwasanya di dunia islam hari ini ada mazhab-mazhab banyak sekali, dan anda sependapat dengan kami bahwa sebagiannya tidak termsuk ke dalam islam sedikitpun. Seperti mazhab Ad-Duruz, isma’iliyyah, alawiyyah dan lainnya. Namun begitu mereka tetap mengatakan ‘Kami adalah muslim’. Dan ada kelompok-kelompok lain, kita tidak mengatakan bahwa dia keluar dari islam, akan tetapi tidak diragukan lagi bahwasanya ia termasuk kelompoki-kelompok sesat yang dalam banyak masalah keluar dari Al-Kitab dan As-Sunnah. Seperti Mu’tazilah, Khowarij, Murji’ah, dan Jabariyyah serta yang lainnya. Menurutmu, apakah ini ada atau tidak hari ini?

Penulis islamy : ya.

Syaikh Al-Albany : kalau kita tanyakan kepada salah seorang mereka apa mazhabmu? Ia akan menjawab, “Muslim”. Engkau muslim  sama dengan dia yang juga mengaku muslim. Jadi kita ingin anda menjelaskan dalam jawabanmu apa mazhabmu setelah islam dan agamamu?

Penulis islamy : kalau begitu mazhabku Al-Kitab dan As-Sunnah.

Syaikh Al-Albany : jawaban ini juga tidak cukup.

Penulis islamy : kenapa?

Syaikh Al-Albany : karena semua (firqoh/kelompok) yang kita sebutkan di atas mengaku bahwa mereka muslimun, dan tidak seorangpun dari mereka yang mengatakan, ‘Saya tidak berada di atas Al-Kitab dan As-Sunnah. Misalnya : apakah syi’ah mengatakan bahwa kami melawan Al-Kitab dan As-Sunnah? Bahkan mereka mengatakan : kami di atas Al-Kitab dan As-Sunnah, kalian yang menyimpang dari Al-Kitab dan As-Sunnah. Jadi ustadz .. tidak cukup anda mengatakan : saya muslim di atas kitab dan sunnah, harus ada satu perkara lagi yang digabungkan. Bagaimana menurut mu, apakah boleh kita memahami Al-Kitab dan As-Sunnah dengan pemahaman baru? Ataukah kita harus komitmen dalam memahami Al-Kitab dan As-Sunnah dengan mengikuti  jalan Salafush Sholeh?

Penulis islamy : itu harus.

Syaikh Al-Albany : apakah anda meyakini bahwasanya pengikut-pengikut mazhab-mazhab lain yang kelaur dari islam, namun mengaku islam dan yang masih dalam lingkaran islam akan tetapi menyimpang dalam sebagian hukum-hukumnya. Apakah anda yakin bahwasanya mereka mengatakan seperti yang anda dan saya katakana, “Kami berada di atas kitab dan sunnah dan di atas manhaj salafush sholeh?

Penulis islamy : tidak, mereka tidak sama dengan kita.

Syaikh Al-Albany : jika demikian, tidak cukup anda mengatakan saya di atas kitab dan sunnah, harus ada gabungan lain.

Penulis islamy : ya.

Syaikh Al-Albany : jadi semestinya anda mengatakan  di atas Al-Kitab dan As-Sunnah dan di atas manhaj salafush sholeh. Sekarang kita sampai kepada intinya …

Syaikh Al-Albany [1] : apakah ada satu kata dalam bahasa arab yang menyatukan semua kalimat yang kita sebutkan di atas; muslim, di atas kitab dan sunnah, dan manhaj salafush sholeh, misalnya kalimat “saya seorang salafy”?

Penulis islamy : memang benar demikian.

Syaikh Al-Albany berkata, “Dia pun menyerah. Inilah jawabannya, apabila seseorang mengingkari masalah ini sampaikan kepadanya seperti apa yang kita sebutkan tadi ‘mazhab anda apa? Ia akan menjawab : muslim ..dan teruskan lanjutan dialog bersamanya. Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhadu Alla ilaaha illa Anta, astaghfiruka wa Atuuba Ilaika.

(diterjemahkan dari : http://www.alsalafway.com/cms/news.php?action=news&id=1962)


[1] Disini syaikh Al-Albany berkata, “Saya berkata kepadanya dan dia adalah seorang ahli sastra dan penulis”.

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +1 (from 1 vote)
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
13 Responses
  1. khomizd says:

    Assalamu ‘alaikum wrm wbr
    tulisan yg bagus,…!!
    Apa mazhabmu? SAYA SEORANG SALAFY
    OK Bagus , nggak ada masalah, tapi juga gak wajib begitu kan Syaikh …?
    Menurut saya yg terpenting adalah KESADARAN Syaikh….

    Kita semua mengaku dan menjawab TUHANKU ALLAH & USWAHKU RASULULLAH bila ditanyakan seperti diatas. Tapi apakah kita sadar dan pernah merenung dan berkaca diri bahwa orang yg bertuhan Allah Beruswah Rasulullah itu seperti kita2 sekarang ini…? Dan orang2 yg mengaku penerus Salafush Sholeh juga seperti kita2 sekarang ini …?

    Jangan marah ya Syaikh, saya bukannya marah sama Tuan Syaikh, tapi saya lagi marah pada diriku sendiri kenapa saya kok nggak bisa beriman dan berakhlaq seperti para Salafush Sholeh yg mulia itu.

    Ok Syaikh mohon doa, tausiah, dan uswahnya biar kami nggak ngelindur seperti sekarang ini.
    Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhadu Alla ilaaha illa Anta, astaghfiruka wa Atuuba Ilaika.

    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. wa alaikumus salam warahmatullahi wa barakaatuh

    menurut saya??????
    dalam urusan agama jangan mengatakan menurut saya..pendapat saya jika kita bukan ahlinya. agama ini bukan pendapat saya atau anda atau si fulan. agama ini adalah apa yang dikatakan oleh Allah, apa yang dikatakan oleh Rasulullah dan dipahami oleh para sahabat Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama.

    pendapat seseorang diukur dan ditimbang dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, bukannya pendapat seseorang dijadikan timbangan kebenaran.

    dan kita tidak menerima pendapat siapapun apabila telanjang dari Al-Qur’an dan As-Sunnah serta jauh dari pemahaman para salafush sholeh.

    mengikuti mazhab salaf (sahabat) adalah wajib. karena kita diperintahkan mengikuti dan meneladani mereka serta dilarang menyelisihi mereka. kalau saudaraku pandai bahasa Arab tentunya paham, seorang yang mengikuti mazhab salaf (sahabat) dalam bahasa arab disebut SALAFY. memang benar pengakuan saja tidak cukup saudaraku …untuk itu mari kita buktikan kesejatian pengakuan kita itu. jika anda benar seorang salafy maka anda harus berusaha secara totalitas berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan manhaj salaf dalam segala aspek kehidupan …semoga Allah membimbing kita kepada kebenaran dan meneguhkan kita di atas-Nya. amiin.

    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. ummu_umar says:

    Assalamu’alaykum.

    Ustadz.. tapi kadang ana merasa terpuruk, karena fitnah sekarang salafi begitu negatif di mata orang-orang, sehingga sekarang ini orang-orang sekali melihat kita y langsung kena negatifnya itu, padahal kita gak ngapa-ngapain. Sekalipun kita berusaha menunjukkan apa yang mereka kira adalah keliru, namun tetap saja kejelakan itu gak memudar di mata mereka..

    Ustadz, apakah berarti diri ini kurang ikhlas??

    Terkadang juga ketika kita melakukan suatu kesalahan yang sebenarnya masih dlm batas kewajaran sebagai manusia biasa yang dhoif, orang jg melihat kita negatif… padahal kita sendiri jg sedang dalam proses perbaikan diri

    Salafi bukanlah kita, tapi kita selalu berproses untuk menjadi salafi
    …yang benar-benar sejati!

    Allohul musta’an

    Wassalamu’alaykum.

    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. seorang salafy (pengikut salaf) bukan berarti ma’sum
    salafy bukan berarti dia sempurna …
    bahkan para salaf (sahabat) juga tidak ma’shum.. apalagi kita. namun tidak tepat anti mengatakan ‘kita bukan salafy’ itu sama saja anti berlepas diri dari manhaj yang hak.
    kesalahan, kekeliruan selama bukan pada akidah/manhaj tidak mengeluarkan seorang dari manhaj salaf. dia tetap salafy ..karena seorang salafy bukanlah bersih dari dosa sama sekali dan tidak bersalah. dia terkadang keliru, dia terkadang salah ..tetapi cepat menyadari kesalahannya lalu bertaubat dan kembali kepada kebenaran. semoga kita semua termasuk orang-orang istiqomah di atas jalan salafush sholeh ..amin.

    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. firzan bin faisal says:

    assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

    pertanyaan lanjutan ustadz…
    bagaimanakah jawaban kita kepada orang yang bila kita beritahukan suatu sunnah mereka berhujjah dengan “…itu bukan mahdzab kami, kami bermahdzab syafi’i” dan bahkan mengatakan ana sebagai seorang wahabi hanya karena menggerakkan telunjuk ketika tasyahud?
    Mohon petunjuk ustadz kami atas masalah ini. jazakallahu khairan katsiran

    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. ummu aufa says:

    Assalamualaykum

    Subhanalloh… nasehat yang indah..
    anggapan seperti ini yg kadang membuat seseorang mundur mengikuti madzhab salafy “Seorang salafy harus seperti sahabat baik perilaku dan kesehariannya”.
    sehingga apabila seorang salafy berbuat kesalahan yang dicap buruknya SALAFY padahal itu adalah perbuatan individunya bukan termasuk madzhab salafy.

    seorang salafy (pengikut salaf) bukan berarti ma’sum
    salafy bukan berarti dia sempurna …

    sungguh kalimat yang menenangkan hati….
    Sesungguhnya Alloh maha pengampun lagi maha penyayang.
    Astaghfirulloh wa atubu ilaih

    Baarokallahu fiikum

    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. ummu abbas says:

    Barakallahu fiik,
    Semoga ustadz selalu dalam lindungan Allah Azza wa Jalla, diberi kemudahan dalam berdakwah, dan dijaga dari ketergelinciran dalam agama.

    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  8. abu_isa says:

    assalamualaikum,

    di kota kami orang yang berpenampilan salafy ( tdk isbal dan berjanggut ) sering dipandang miring oleh masarakat sekitar karena sebagian besar memiliki lidah yang kasar, suka menghujat, menghina bahkan mengkafirkan orang yang tidak sejalan dengan mereka.
    hal ini mungkin terjadi dikarekan oleh semangat untuk berpenampilan salafy sangat besar namun ustadz yang dijadikan pembimbing tidak ada.
    ada jalan keluarnya ustadz?

    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  9. wa alaikumus salam warahmah

    seorang salafy seharusnya menjaga lidahnya, dan jauh dari mengkafirkan sesama muslim, karena sebagaimana yang diungkapkan Ibnu Taimiyah, “Ahlussunnah adalah yang paling mengetahui Al Haq dan paling menyayangi makhluk”. hmm .. ana g yakin ada salafy sampai mengkafirkan seorang muslim dengan mudahnya..adapun lidah yang kasar, seorang yang mengaku salafy seharusnya lidahnya juga berakhlak salafy. meneladani lidah salafus sholeh. suka menghujat?? kalo yang dimaksud membantah kebatilan, menjelaskan penyimpangan. bukankah itu dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar? namun caranya harus lah dengan ilmu, hikmah, dan lembut.
    suka menghina?? itu bukan akhlak seorang salafy …
    semoga Allah Ta’ala menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan beramal dengannya, amin.

    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  10. abdulhakim says:

    assalaamu ‘alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh afwan ustadz! untuk fontnya hrf Tnya mirip salib, klo bs diganti yg lain saja

    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  11. Abudea says:

    Bismillah.assalamualaykum.ustadz syukron atas penjelesanx tentang salafy ana jd pede dgn nisbah tersbt doakan ana istiqomah dlm ilmu dan amal

    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  12. Abu syilfa says:

    Assalamualaykum.jaman skr,banyak kelompok Islam yg menisbatkan diri sbg kelompok ahlussunnah,bahkan ada yg mengaku bermanhaj salaf,saat dilìhat penampilan mrk: berjenggot,tdk isbal,malah pakai gamis/jubah lagi.rujukan buku-buku aqidah mereka pun dari buku-buku aqidah karangan imam-imam ahlussunnah, ,msl: ushul Sunnah karya Imam Ahmad bin Hanbal, Aqidah Al-Washitiyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah,Aqidah Thahawiyah karya Imam Abu Ja’far Thahawi, kitab Tauhid karya Muhammad bin Abdul Wahhab, dll.tapi dlm masalah manhaj, mrk berpedoman kpd manhaj khawarij,IM,atau Quthbiyyah.maka klaim mereka: kami juga bermanhaj salaf,adlh TIDAK BENAR, sebaliknya mrk itu adlh yg para ulama2 ahlussunnah, seperti: Syaikh Robi,syaikh Muqbil,syaìkh bin baz,syaikh al-Utsaimin,dll sbg kelompok Sururiyyah yg harus DI WASPADAI KEBERADAAN NYA. NB: Tulisan dan komentar Ust. Abu Zubair sangat bagus skl dan sesuai pemahaman salafussholeh. Smg kita tetap istiqomah menempuh manhaj salaf,baik : aqidah,manhaj,amal,akhlak,dll, sampai Allah ta’la mematikan kita.Salam kenal Ustadz, dari ana di Bandung. wasallam.

    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  13. Wa’alaikumus salam warahmatullahi wa barakaatuh. dulu pujangga mengatakan, “Semua mengaku mencintai Laila, tapi Laila tidak mengakuinya”.
    juga dikatakan, “Apabila air mata telah bercucuran di pipi, nyatalah siapa yang menangis dan siapa yang berpura-pura”.
    semua bisa saja mengaku pahlawan dan jagoan, tetapi ketika debu-debu tersingkap akan diketahui siapa pahlawan sesungguhnya. salafy sejati mengikuti jejak-jejak salafush sholeh dalam segala aspek, baik dalam akidah maupun manhaj. bagaimana mungkin akidah seseorang lurus jika ia tidak mengikuti manhaj yang lurus, dan bagamana bisa manhajnya benar jika akidahnya salah. semoga Allah menjadikan kita pengikut Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallama yang sesungguhnya, amin. salam kenal juga akhi ..juziita khoiron. wassalamu ‘alaikum.

    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.5_1061]
    Rating: 0 (from 0 votes)
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>