AKHLAK AHLI ILMU
Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah, “Apabila engkau mendapatkan seorang ahli ilmu yang mencari dalil, berhukum kepadanya dan mengikuti kebenaran kapanpun di manapun dari dari siapapun datangnya. Hilanglah kebencian dan tumbuhlah kasih sayang, orang seperti ini jika menyelisihimu sesungguhnya ia menyelisihimu dan memaklumimu. Sedangkan seorang yang jahil lagi zalim menyelisihimu dengan tanpa hujjah, ia mengkafirkanmu atau membid’ahkanmu dengan tanpa hujjah, kesalahanmu baginya adalah karena engkau tidak suka jalannya yang buruk dan perilakunya yang tercela. Maka janganlah engkau terpedaya dengan banyaknya orang seperti ini, sesungguhnya ribuan orang seperti mereka tidak akan sebanding dengan seorang saja dari ahli ilmu, sedangkan seorang ahli ilmu mengalahkan sepenuh bumi orang seperti mereka”.
(Ibnul Qoyyim Al Jauziyah, kitab I’laamul Muwaqqo’iin : 3/396)



syukron khairan katsiiron.
syukron, saya sedang gundah dengan akhlak ahli ilmu yang saat ini sedang menggugat saya di pengadilan, tetapi dengan tulisan ustadz Abu saya merasa bersyukur Allah membawa saya ke blog ini..Alhamdulillah..JazzakumuLlahu khiron katsiiron.
assalamu’alaykum ustadz,
afwan,
kok sudah lama tidak menulis artikel lagi?
Assalaamu’alaykum
ust izin copas artikel2 ust.
Insya Allaah akan kami jadi amanah ilmiahnya dg mencantumkan url (sumber) tsb.
Jazaakallahu khayran
subhanallah…barakallahu ya ustadz..