Archive for » May, 2010 «

May 25th, 2010 | Author:

KENIKMATAN YANG PALING BAIK

Dari Abu Darda’ rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia berkata, “Hai penduduk Himsh, kenapa aku lihat ulama-ulama kalian pergi, dan aku lihat orang-orang jahil kalian tidak belajar. Aku lihat kalian sibuk dengan apa yang telah dijamin untuk kalian dan menyia-nyiakan apa yang diamanahkan kepada kalian. Belajarlah sebelum ilmu diangkat, sesungguhnya lenyapnya ilmu adalah dengan kepergian para ulama. Kalau bukan karena tiga perkara niscaya baik keadaan manusia, yaitu; orang pelit yang dita’ati, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman seseorang pada diri sendiri. barangsiapa yang dianugerahi hati yang bersyukur, lisan yang berzikir, dan istri yang beriman, maka itu adalah sebaik-baik kenikmatan yang diberikan kepadanya, dan dia tidak akan ketinggalkan kebaikan sedikitpun. Barangsiapa yang banyak berdo’a diwaktu lapang dikabulkan do’anya diwaktu sempit, barangsiapa yang sering mengetuk pintu, niscaya dibukakan untuknya”.

(Tarikh Dimasyq : 47/172)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.8/10 (20 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +14 (from 16 votes)
Category: kata-kata emas  | 5 Comments
May 25th, 2010 | Author:

ORANG-ORANG YANG MENGGENGGAM BARA API

Al Hasan rahimahullah berkata, “Seorang mukmin hidup di dunia seperti orang asing (ghorib), tidak risau karena kehinaan (dunia), tidak berlomba-lomba mengejar kemuliaannya.  Manusia punya keadaan dan ia punya keadaan. Manusia merasa nyaman dengan dunia sedangkan dia letih dan lelah.

Diantara sifat-sifat orang-orang yang asing ini (Al Ghuroba’) yaitu orang-orang yang dipuji oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama adalah,

-          Berpegang teguh dengan sunnah apabila manusia meninggalkannya.

-          Meninggalkan bid’ah-bid’ah  yang  diperbuat manusia sekalipun itu mereka anggap baik.

-          Memurnikan tauhid sekalipun ia diingkari oleh kebanyakan manusia.

-          Tidak menisbatkan diri kepada siapapun selain kepada Allah dan Rasul-Nya shollallahu ‘alaihi wa sallama, tidak kepada syaikh, thoriqoh, mazhab, atau kelompok tertentu. Akan tetapi mereka menisbatkan diri kepada Allah dengan menghambakan diri hanya kepadaNya semata dan hanya mengikuti apa yang dibawa oleh Rasul-Nya.

Mereka inilah orang-orang yang menggenggam bara api sebenarnya dan kebanyakan manusia bahkan seluruhnya mencela mereka”. (Madaari As Salikiin, oleh Ibnul Qoyyim)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 7.8/10 (23 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +14 (from 18 votes)
May 25th, 2010 | Author:

AHLI QUR’AN

قال ابن القيم – رحمه الله – :” و لهذا كان أهل القرآن هم العالمون به , و العاملون بما فيه و إن لم يحفظوه عن ظهر قلب , و أما مَنْ حفظه و لم يفهمه , و لم يعمل بما فيه , فليس من أهله , و إن أقام حروفه إقامة السهم ….. و أما مجرد التلاوة من غير فهم و لا تدبر , فيفعلها البر و الفاجر , و المؤمن و المنافق

(الضوء المنير على التفسير 1 / 13 , 14)

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Oleh karena itu, Ahli Qur’an adalah orang-orang yang memahaminya, dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya sekalipun mereka tidak menghapalnya di luar kepala. Adapun orang yang hapal tapi tidak memahaminya dan tidak mengamalkan isinya, maka ia tidak termasuk Ahli Qur’an, sekalipun ia menegakkan hurufnya seperti meluruskan anak panah .. adapun sebatas membaca tanpa pemahaman dan tadabbur, itu dilakukan oleh orang yang baik, yang fajir, yang mukmin maupun orang munafik”. (Kitab, Adh-Dhow-ul Munir ‘ala At Tafsir : 1/13, 14)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 7.7/10 (23 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +17 (from 17 votes)
May 24th, 2010 | Author:

Saudaraku ..

Tulisan ini kutujukan kepadamu, ya .. kepadamu yang mengharapkan Ridho Allah dan kenikmatan yang kekal di sisiNya, serta takut kepada siksa dan azab yang Allah Ta’ala siapkan untuk orang-orang yang bermaksiat dan kafir.

Kepadamu saudaraku, yang pernah merasakan manisnya keimanan dan nikmatnya berjalan di atas jalan yang lurus serta indahnya mendekatkan diri kepada Allah.

baca lebih lanjut…

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 9.5/10 (27 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +22 (from 24 votes)
May 18th, 2010 | Author:

MENGAKU TAHU KEJADIAN DI MASA DEPAN

Seseorang bercerita, ada orang yang mengaku bahwasa jin muslim mendatanginya di dalam tidurnya, dan jin itu membawanya thowaf di Makkah Al Mukarromah, memberinya minum dari air Zamzam dan membawanya menziarahi kuburan Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama. Ia mengatakan bahwa semua itu terjadi dalam satu malam. Orang ini menceritakan kejadian-kejadian yang akan terjadi di masa depan dan sebagiannya ada terbukti. Sehingga tidak sedikit manusia yang terfitnah oleh oleh seperti ini, sehingga mempercayai apa yang dikatakannya.

baca lebih lanjut…

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.4/10 (13 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +10 (from 10 votes)
Category: Akidah/Manhaj  | Tags: , , , , ,  | 2 Comments
May 17th, 2010 | Author:

KEIKHLASAN SEORANG ULAMA

Ar-Robi’ bin Sulaiman  berkata, “Aku mendengar Asy Syafi’I berkata, “Aku ingin bahwasanya manusia mempelajari ilmu ini dan tidak dinisbatkan kepadaku sedikitpun darinya”.

Ar Robi’ juga menuturkan, “Aku masuk menemui Asy-Syafi’I ketika ia sakit, lantas ia menanyakan keadaan sahabat-sahabat kami, lalu ia berkata, ‘Hai anakku, sungguh aku sangat ingin, bahwasanya manusia semuanya mempelajari  – maksudnya kitab-kitabnya – dan tidak dinisbatkan kepadaku sedikitpun darinya”.

Dari Harmalah ia berkata, “Aku mendengar Asy Syafi’I berkata, “Aku ingin bahwasanya setiap ilmu yang kuajarkan kepada kepada manusia aku diberi pahala atasnya dan mereka tidak memujiku”. (Hilyatul Awliya’ oleh Abu Nu’aim : 9/118)

Semoga Allah merahmatimu wahai Imam Asy Syafi’I …

Perjuangannya untuk membela dan menyebarkan sunnah Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama sehingga ia digelari Naashirus Sunnah (pembela sunnah).

Perjuangannya membukukan sendi-sendi ilmu ushul fiqh untuk pertama kali dalam sejarah .. sehingga terbukalah kunci-kunci ilmu fiqh bagi orang-orang sesudahnya.

Namun ia tidak ingin orang memujinya, tidak ingin manusia menyebut-nyebut jasanya sedikitpun ..

Demikianlah ketulusan para ulama, jauh dari keinginan tenar dan tersohor, jauh dari ‘ujub dan sum’ah.

Adapun penuntut ilmu hari ini ..

Tidak sedikit yang bangga hanya karena menulis satu, dua atau beberapa artikel yang itupun isinya mencomot (copi paste) dari sana dan sini.

Bangga karena gelar kesarjanaan yang telah diraih …

Semoga Allah Ta’ala melimpahkan kepada kita keikhlasan dalam beramal, dan menjauhkan kita dari penyakit riya’, ‘ujub dan hubbusy syuhroh (cinta ketenaran) , amin.

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 9.9/10 (10 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +10 (from 10 votes)
May 17th, 2010 | Author:

KESABARAN SEORANG ULAMA

Al Mubaarok bin Al Mubaarok Adh Dhoriir seorang ulama ahli nahwu yang digelari Al Wajiih. Beliau dikenal seorang yang elok akhlak dan perilakunya, lapang dada, penyabar dan tidak pemarah. Sehingga ada sebagian orang-orang jahil yang berniat mengujinya dengan memancing kemarahannya.

Maka datanglah orang ini menemui Al Wajiih, kemudian bertanya kepadanya tentang satu masalah dalam ilmu nahwu. Syaikh Al Wajiih menjawab dengan sebaik-baik jawaban dan menunjukan kepadanya jalan yang benar.

Lantas orang itu berkata kepadanya, “Engkau salah’.

Syaikh kembali mengulangi jawabannya dengan bahasa yang lebih halus dan mudah dicerna dari jawaban pertama, serta ia jelaskan hakekatnya.

Orang itu kembali berkata, “Engkau salah hai syaikh, aneh orang-orang yang menganggapmu menguasai ilmu nahwu dan engkau adalah rujukan dalam berbagai ilmu, padahal hanya sebatas ini saja ilmumu!”.

Syaikh berkata dengan lembut kepada orang itu, “Ananda, mungkin engkau belum paham jawabannya, jika engkau mau aku ulangi lagi jawabannya dengan yang lebih jelas lagi dari pada sebelumnya”.

Orang itu menjawab, “Engkau bohong! Aku paham apa yang engkau katakan akan tetapi karena kebodohanmu engkau mengira aku tidak paham”.

Maka syaikh Al Wajiih berkata  seraya tertawa, “Aku mengerti maksudmu, dan aku sudah tahu tujuanmu. Menurutku engkau telah kalah. Engkau bukanlah orang yang bisa membuatku marah selama-lamanya.

Ananda, konon ada seekor burung duduk di atas punggung gajah, ketika dia hendak terbang ia berkata kepada gajah, “Berpeganglah kepadaku, aku akan terbang!”.  Gajah berkata kepadanya, “Demi Allah hai burung, aku tidak merasakanmu ketika bertengger di punggungku, bagamaimana aku berpegang kepadamu saat engkau terbang!”.

Demi Allah hai anakku! Engkau tidak pandai bertanya tidak pula paham jawaban, bagaimana aku akan marah kepadamu?!”.

(Mu’jamul Udaba’ : 5/44).

Menjadi guru, juga seorang da’I memang harus banyak belajar bersabar, lapang dada dan berakhlak mulia .. semoga Allah Ta’ala memudahkan hal itu untuk kita, aamiin.

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 9.4/10 (9 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +4 (from 4 votes)
May 17th, 2010 | Author:

Suatu ketika saya ikut sholat jenazah di salah satu mesjid. Selesai salam, terdengarlah suara imam yang memimpin do’a bersambut dengan sahutan aamiin jama’ah yang dibelakangnya. Anehnya, tak satupun do’a yang dibaca oleh imam setelah sholat jenazah tersebut yang berisikan do’a untuk si mayyit, padahal biasanya banyak orang melakukan itu untuk mendo’akan si mayyit. Adapun makmum, entah paham atau tidak do’a yang dibacakan oleh imam, terus saja mengucapkan aamiin dipenghujung setiap do’a yang dibacanya.

Saya jadi teringat kejadian yang saya alami pada tahun 95-an. Ketika itu saya dan seorang teman singgah untuk sholat maghrib di salah satu mesjid di Cianjur.

Ketika bacaan Al Fatihah imam sampai (Waladh Dhoolliin) kami berdua mengucapkan aamiin. Aneh!! Hanya kami berdua yang mengucapkan amin! Ternyata setelah itu itu imam melanjutkan membaca (Robbighfirlii wa liwaalidayya- artinya; Robbi ampunilah aku dan kedua orangtuaku) setelah itu baru mereka serempak mengucapkan aamiin.

Ada beberapa catatan yang ingin saya tuangkan disini :

-          Dalam sholat jenazah sejatinya imam dan makmum telah membaca do’a untuk si mayyit, dan itulah inti dari sholat jenazah. Oleh karena itu berdo’a bersama setelah sholat jenazah adalah amalan yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallama. Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda,

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

“Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amal tersebut ditolak”. (HR. Bukhari dan Muslim)

-          Begitu juga tambahan ucapan (Robbighfirlii wa liwaalidayya)  oleh imam setelah membaca Al Fatihah dan di aminkan oleh makmum juga adalah bid’ah yang sangat buruk. Menambah-nambah dalam sholat dengan sesuatu yang tidak ada contohnya dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama. Selain itu, perbuatan tersebut juga menyelisihi hadits Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama,

وإذا قال : ولا الضالين فقولوا : آمين

“Dan apabila imam mengucapkan (Waladh Dhoolliin) maka ucapkanlah (aamiin)”. (HR. Ahmad, Muslim, Al Baihaqy  lihat Ash-Shohihah : 3476).

-          Dalam banyak kejadian do’a bersama yang dipimpin, makmum asal amin saja, tanpa tahu apa yang dido’akan imam. Entah apa yang dibaca pemimpin do’a dan entah siapa yang dido’akan yang penting di setiap ujung do’a; aamiin.

Saya jadi teringat kisah seorang sahabat kecil di masa Umar bin Al Khottob yaitu Mu’adz Al Qori’ semoga Allah Ta’ala meridhoi keduanya, dia adalah salah seorang imam yang ditunjuk Umar untuk mengimami sholat tarawih.

Suatu ketika Mu’adz Al Qori’ membaca do’a dalam Qunutnya, “Allahumma Qohhithil Mathor..” (artinya : Ya Allah jangan turunkan hujan). makmum yang dibelakang pun mengucapkan, “Aamiin!”.

Usai sholat, ia (Mu’adz ) berkata kepada makmum, “Tadi saya mengucapkan Allahumma Qohhitil Mathor, lantas kalian mengucapkan aamiin! Tidakkah kalian mendengarkan apa yang aku ucapkan??  Kemudian kalian malah mengucapkan (aamiin)!. (Ikhtishor Al Muqriizy likitaab Al Witri oleh Muhammad bin Nashr, halaman : 326).

Hmm .. kalau itu terjadi di masa mereka, apalagi di masa yang jauh dari ulama dan ilmu seperti sekarang ini. Wallahul Musta’aan …

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.2/10 (6 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +4 (from 4 votes)
May 10th, 2010 | Author:

SEBAIK-BAIK KALIAN ADALAH ORANG YANG MEMPELAJARI AL-QUR’AN DAN MENGAJARKANNYA

Al-Muhaddits Al-’Allaamah Asy-Syekh Muhamad Nashiruddin Al-Albany rahimahullah menjelaskan di dalam salah satu kasetnya, mengomentari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Abdurrahman As-Sulamy dari Utsman bin Affan marfu’an (yang artinya), “Sebaik-baik kalian adalah orang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”.

Beliau berkata, “Di dalam hadits ini ada isyarat yang memerintahkan mempelajari Al-Qur’an. Bahwasanya sebaik-baik pengajar adalah yang mengajarkan Al-Qur’an. Andai saja para penuntut ilmu mengetahui itu, sesungguhnya di dalamnya ada manfaat yang besar.

Di antara fenomena yang tersebar luas di zaman kita bahwasanya engkau mendapatkan banyak da’i-da’I atau para pemula dalam menuntut ilmu, tampil untuk berdakwah, berfatwa dan menjawab pertanyaan-pertanyaan manusia sementara dia tidak benar dalam membaca Al-Fatihah dengan makhraj-makhraj yang benar untuk setiap huruf. Sehingga engkau melihatnya mengucapkan sin seperti shod dan tho’ seperti ta’, dzal seperti zaai dan tsa’ sebagai siin. Jatuh dalam Lahan Al-Jalii apalagi Lahan al-Khofii.

Seharusnya -  adalah suatu keniscayaan – ia memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan hapalannya. Agar ia membawakan ayat-ayat dengan baik dan berdalil dengannya dalam nasehat-nasehat, pelajaran-pelajaran dan dakwahnya.

Engkau dapatkan ia sibuk dengan menshohih dan mendho’ifkan, membantah ulama dan mentarjih diantara mereka. Dan engkau sering mendengar darinya kalimat-kalimat  yang lebih tinggi dari levelnya sendiri. Kadang ia berkata, “Menurut pandangan saya ..saya katakan ..pendapatku dalam masalah ini begini dan pendapat yang rojih menurutku begini”.

Lebih mencengangkan lagi, orang-orang seperti mereka engkau dapatkan tidak berbicara dalam masalah-masalah yang telah disepakati. Akan  tetapi selalu  – kecuali yang dirahmati Allah – berbicara dalam masalah-masalah khilaf, sehingga ia turut pula memberikan pendapat padanya. Jika ia kesulitan ia merajihkan di antara pendapat-pendapat. Aku berlindung kepada Allah dari riya’, dan cinta ketenaran.

Pertama aku nasehati diriku sendiri dan kedua untuk mereka; bahwasanya sebaik-baik perkara yang harus dimulai oleh seorang penuntut ilmu adalah menghapal Al-Qur’an karena Allah Ta’ala berfirman,

فذكر بالقرآن من يخاف وعيد

“Maka berilah peringatan dengan Al-Qur’an orang-orang yang takut akan ancaman”.

(diterjemahkan dari : http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=5348)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 10.0/10 (5 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +6 (from 6 votes)
May 10th, 2010 | Author:

MUTIARA ILMU DAN FAEDAH DARI KITAB-KITAB SYAIKH AL MUHADDITS AL ALBANY RAHIMAHULLAHU TA’ALA

Disarikan oleh, Syaikh Badr bin Muhamad Ali Badar Al ‘Anzy

diterjemahkan dengan beberapa penyesuaian oleh, Abuz Zubair Hawaary

بسم الله الرحمن الرحيم

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا , ومن سيئات أعمالنا.
من يهده الله فلا مضل له , ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله .
(يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون)
(يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالاً كثيراً ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا)
(يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولاً سديداً يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزاً عظيماً)
أما بعد

Berikut ini adalah faedah-faedah yang saya ringkas dari sebagian kitab Imam Al Albany rahimahullah, saya memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar menjadikannya bermanfaat.
PERTAMA : DARI KITAB ADAB AZ ZIFAAF FIS SUNNAH AL MUTHOHHAROH

baca lebih lanjut…

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.0/10 (4 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +1 (from 1 vote)
Category: FIKIH  | Leave a Comment