Archive for » March, 2009 «

March 31st, 2009 | Author: Abu Zubair Hawaary

TUJUH KALIMAT LEBIH BERNILAI DARI EMAS DAN PERAK

“عن أنس رضي الله عنه قال: جاء أعرابي إلى النبي – صلى الله عليه وسلم -، فقال: يا رسول الله! علمني خيراً، فأخذ النبي – صلى الله عليه وسلم – بيده فقال  :قل : سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر . فعقد الأعرابي علي يده ومضى فتفكر ثم رجع فتبسم النبي صلى الله عليه وسلم قال : تفكر البائس
فجاء فقال : يا رسول الله سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر هذا لله فمالي ؟ فقال له النبي صلى الله عليه وسلم : يا أعرابي  إذا قلت : سبحان الله قال الله : صدقت وإذا قلت : الحمد لله قال الله : صدقت وإذا قلت : لا إله إلا الله قال الله : صدقت وإذا قلت : الله أكبر قال الله : صدقت وإذا قلت اللهم اغفر لي قال الله : قد فعلت إذا قلت : اللهم ارحمني قال الله :  قد  فعلت إذا قلت : اللهم ارزقني قال الله : قد فعلت . فعقد الأعرابي على سبع في يده ثم ولى”

Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Seorang arab baduwi menemui Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama, lalu ia berkata, ‘Hai Rasulullah! Ajarkanlah aku suatu kebaikan’. Maka Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama meraih tangannya seraya berkata, ‘Ucapkanlah Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha Illallah wallahu Akbar (Maha Suci Allah, dan segala puji untuk Allah, dan tidak ada yang diibadati dengan hak melainkan Allah, dan Allah Maha besar)’.

Lantas arab baduwi  itupun menghitung jari-jemarinya, dan pergi sambil berpikir. Kemudian dia kembali lagi. Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama tersenyum melihatnya, beliau berkata, ‘Si malang ini berpikir’.

Datanglah arab baduwi tersebut lalu berkata, ‘Hai Rasulullah, Subhaanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar .. ini untuk Allah, lantas apa untukku?

Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama berkata kepadanya, ‘Hai arab baduwi, apabila engkau mengucapkan Subhanallah. Allah berkata, ‘Engkau benar’. Apabila engkau mengucapkan wal Hamdulillah. Allah berkata, ‘Engkau benar’. Apabila engkau mengucapkan La Ilaaha Illallah. Allah berkata, ‘Engkau benar’. Apabila engkau mengucapkan Allahummaghfirlii (Ya Allah ampunilah aku). Allah berkata, ‘Aku telah lakukan’. Apabila engkau mengucapkan Allahummarhamnii (Ya Allah kasihilah aku). Allah berkata, ‘Aku telah lakukan’. Apabila engkau mengucapkan Allahummarzuqnii (Ya Allah berilah aku rizki). Allah berkata, ‘Aku telah lakukan’.

Lalu orang arab baduwi tersebut menghitung tujuh jemarinya kemudian pergi meninggalkan Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama”.

(As-Silsilah Ash-Shohihah 9/no.3336).

Subhanallah …

Alhamdulillah …

La ilaah Illallah …

Allahu Akbar …

Allahummaghfirlii …

Allahummarhamnii …

Allahummarzuqnii …

Empat kalimat apabila kita ucapkan Allah akan mengatakan ‘Engkau benar’.

Dan tiga permohonan jika kita ucapkan akan dikabulkan.

Jangan sia-siakan wahai saudaraku ..kalimat yang ringan dilisan ini tapi besar dan agung faedahnya. Jangan biarkan satu haripun dalam hidupmu berlalu tanpa mengucapkan kalimat ini dengan lisan dan hatimu …wallahu a’lam bish showab.

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.3/10 (3 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +2 (from 2 votes)
March 28th, 2009 | Author: hyperdoc

Nikmatnya Mencintai Allah Oleh Ustadz Abu Zubair Hawaary

Durasi : 01:28:03

Ukuran : 29,3 MB

Bitrate : 32 Kbps

Pekanbaru

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 10.0/10 (4 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 0 (from 2 votes)
 
icon for podpress  Standard Podcast: Play Now | Play in Popup | Download
Category: Download Kajian  | 3 Comments
March 28th, 2009 | Author: hyperdoc

Menangis Karena Takut Kepada Allah Oleh Ustadz Abu Zubair Hawaary

Durasi : 01:30:54

Ukuran : 29,9 MB

Bitrate : 32 Kbps

Pekanbaru

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 10.0/10 (3 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +4 (from 4 votes)
 
icon for podpress  eksklusif: Play Now | Play in Popup | Download
March 28th, 2009 | Author: Abu Zubair Hawaary

LARANGAN MENGHARAPKAN/MEMINTA BERKAH DARI POHON, BATU DAN SEJENISNYA.

عن أبي واقد الليثي – رضي الله عنه – قال : خرجنا مع رسول اللهr إلى حنين ونحن حدثاء عهد بكفر ، وللمشركين سدرة يعكفون عندها وينوطون بها أسلحتهم يقال لها ذات أنواط ، فمررنا بسدرة ، فقلنا يا رسول الله اجعل لنا ذات أنواط ، كما لهم ذات أنواط فقال رسول اللهr : « الله أكبر إنها السنن قلتم والذي نفسي بيده ، كما قالت بنو إسرائيل لموسى : ] اجعل لنا إلهاً كما لهم آلهة قال إنكم قوم تجهلون [ لتركبن سنن من كان قبلكم »

Artinya : Dari Abu Waqid Al-Laitsi semoga Allah meridhoinya ia berkata, “Kami pergi bersama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama menuju Hunain. Dan ketika itu kami baru meninggalkan kekufuran. Orang-orang musyrikin mempunyai  Sidroh (sejenis pohon) , mereka beri’tikaf di dekatnya dan menggantungkan senjata-senjata mereka padanya. Pohon itu disebut Dzaatu Anwath. Maka kami melewati sebuah pohon sidroh. Kami pun berkata, ‘Ya Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwath seperti yang mereka miliki’. Maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, ‘Allahu Akbar .. sesungguhnya itu adalah jalan-jalan (orang-orang sebelum kalian). Kalian telah mengatakan demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya sebagaimana ucapan Banu Israil kepada Musa (jadikanlah untuk kami tuhan-tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan. Ia (Musa) berkata :  sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang bodoh).

Sungguh, kalian pasti akan mengikuti jejak-jejak orang-orang yang seblum kalian”.

(Dikeluarkan oleh Ahmad 5/228, At-Tirmidzi  4/475 kitab Al-Fitan no.2180, Abdurrozaq 11/369 no. 20763, Ibnu Jarir 9/45-46, Ibnul Mundzir di Ad-Durrul Mantsur 3/533, Abu Hatim 3/275 no. 3290-3294 dan Ath-Thobroni)

MAKNA HADITS

Dalam perang Hunain, ikut serta dalam pasukan Rasulullah shollallahu alaihi wa sallama orang-orang yang baru masuk islam. Kaki mereka belum kokoh di atas islam, dan belum paham dakwah islamiyah serta akidah-akidah dan landasan-landasanya, karena mereka belum lama meninggalkan jahiliyah dan syirik. Ketika mereka melewati orang-orang musyrikin yang sedang I’tikaf di di dekat sebuah pohon mengharapkan berkah dan mengagungkan pohon itu. Tatkala orang-orang yang baru masuk islam itu melihat mereka melakukan itu, mereka meminta Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama membuatkan untuk mereka pohon tempat mereka menggantungkan senjata-senjata mereka dengan tujuan mengharapkan berkah dari pohon itu – bukannya mengibadatinya – mereka mengira bahwa islam mengizinkan tabarruk (mengharapkan berkah) seperti ini, dan bahwasanya dengan itu mereka dapat meraih kemenangan atas musuh-musuh mereka.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama terkejut mendengar permintaan yang aneh ini. Maka beliau mengucapkan kalimat yang agung, yang seharusnya menjadi pelajaran bagi umat sampai hari kiamat, beliau berkata (Allahu Akbar .. sesungguhnya itu adalah jalan-jalan (orang-orang sebelum kalian). Kalian telah mengatakan demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya sebagaimana ucapan Banu Israil kepada Musa (jadikanlah untuk kami tuhan-tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan. Ia (Musa) berkata :  sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang bodoh).Sungguh, kalian pasti akan mengikuti jejak-jejak orang-orang yang seblum kalian.

Kaum muslimin teramat membutuhkan untuk memahami pelajaran ini. Begitu juga para ulama seyogyanya mereka menyuarakan kalimat yang kuat ini kepada orang-orang yang mengharap berkah dari makhluk yang hidup maupun yang sudah mati, pohon-pohon dan bebatuan. Karena mereka mengira itu dari islam. Dan mereka dibohongi  oleh orang-orang yang tidak takut kepada Allah serta tidak mengharapkan Allah dan hari akhir dari para penyembah harta dan kedudukan. Mereka memanfaatkan emosi orang-orang bodoh dan awam. Sehingga mereka memegang kebatilan dan mendorong mereka untuk memerangi kebenaran dan tauhid.

Kesimpulan Hadits :

1.       Larangan menyerupai orang-orang jahiliyah.

2.       Bahwasanya perbuatan Bani Israil yang dicela, juga tercela bagi umat ini jika melakukannya.

3.       Di dalam hadits ini ada isyarat kepada kaedah (Saddudz Dzari’ah) atau menutup pintu keburukan.

4.       Di dalam hadits ini juga terdapat mu’jizat Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama, karena apa yang disabdakannya terbukti.

5.       Wajib takut terhadap kesyirikan. Dan bahwasanya seseorangitu bisa jadi menganggap baik sesuatu, dan ia mengiranya itu bisa mendekatkan dia kepada Allah, padahal malah menjauhkannya dari rahmat Allah, dan mendekatkannya kepada kemurkaan-Nya.

(diringkas dari : Mudzakkiroh Al-Hadits An-Nabawy  fil Akidah wal It-Tiba’  karangan Syaikh Robi bin Hadi Al-Madkholi, halaman 17-19).

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +1 (from 1 vote)
Category: Akidah/Manhaj  | 2 Comments
March 21st, 2009 | Author: Abu Zubair Hawaary

Imam Ibnul Qoyyim rahihamullah berkata, “Akar-akar maksiat itu baik yang besar maupun yang kecil ada tiga : bergantungnya hati kepada selain Allah, mena’ati kekuatan amarah dan kekuatan syahwat. semuanya itu adalah; syirik, zalim dan perbuatan-perbuatan keji. puncak dari bergantung kepada selain Allah adalah syirik. Ujung dari kekuatan amarah adalah membunuh. Dan puncak dari kekuatan syahwat adalah zina. Oleh karena itu Allah mengumpulkan tiga perkara ini dalam firman-Nya, “Dan orang-orang yang tidak berdo’a kepada tuhan yang lain disamping berdo’a kepada Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, dan orang-orang yang tidak berzina”. (Al-Furqon)
dari kitab : Ma’lumat Hadifah Qoyyimah halaman 9)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 0 (from 0 votes)
March 21st, 2009 | Author: Abu Zubair Hawaary

KESAKSIAN …

Dibawah rintik hujan
Ku saksikan Rahmat-Mu
Bersama gemuruh air jatuh dibebatuan
Ku lihat ke Maha Perkasaan-Mu
Disa’at burung berkicau dipepohonan menyambut pagi
Daku terbuai dalam kesucian dan keagungan-Mu
Ketika kemilau pelangi menghiasi langit
Ku saksikan ke Maha Indahan dan ke Maha sempurnaan-Mu
Semilir angin menerpa wajah membawa kesejukan
Menyusup kedalam pori-pori, mengalir dalam setiap nadi
Hingga sampai ke hati menghantarkan kedamaian
Kutahu kasih-sayang-Mu meliputi segala sesuatu
Dilembah ini .. dalam kesunyian, kesejukan dan kedamaian
Aku bersaksi, aku bertasbih, aku memuja dan memuji-Mu
Robbi .. Engkau tidak menciptakan semua ini dengan sia-sia
Dakulah yang telah berbuat sia-sia bergelimang dosa
Seluruh makhluk bertasbih mengagungkan-Mu
Dan aku.. ke-akuan membuatku buta tak membaca ayat-ayat-Mu,
Kesombongan membuatku tuli tak mendengar Firman-Mu, keangkuhan membuatku bisu tidak bertasbih memuja dan memuji-Mu.
Namun, Engkau Maha Mengetahui .. hatiku tetap bersaksi
Engkaulah Yang Maha Perkasa dan akulah si lemah, maka kuatkanlah aku
Engkaulah Yang Maha Mulia dan akulah si hina maka muliakanlah aku
Engkaulah Yang Maha Kaya dan akulah si miskin, maka anugerahilah aku
Akulah si pendosa dan Engkaulah Yang Maha Pengampun dosa
Maha Suci Engkau .. maka jagalah daku dari azab neraka
Robbi .. daku terlalu lemah untuk menanggung azab-Mu
Jauhkanlah daku dari orang yang engkau campakkan ke neraka dan Engkau hinakan
Robbi .. aku telah mendengar seruan-Mu
Aku bersaksi Engkaulah Sang Pencipta
Hanya untukmu semata segala bentuk ibadah
Engkaulah pemilik segala nama yang indah dan sifat yang sempurna
Ampunilah dosaku, hapuslah keselahanku, dan wafatkanlah aku bersama orang-orang yang baik
Robbi .. berikanlah yang telah Engkau janjikan melalui Rasul-Mu
Janganlah hinakan daku di yaumil qiyamah
Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji
Amin.
Abuz Zubeir Hawaary

Suatu pagi di Hutan Lembah Aek Martua

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +1 (from 1 vote)
March 20th, 2009 | Author: Abu Zubair Hawaary

SEBAIK-BAIK KALIAN ADALAH ORANG YANG MEMPELAJARI AL-QUR’AN DAN MENGAJARKANNYA

Al-Muhaddits Al-’Allaamah Asy-Syekh Muhamad Nashiruddin Al-Albany rahimahullah menjelaskan di dalam salah satu kasetnya, mengomentari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Abdurrahman As-Sulamy dari Utsman bin Affan marfu’an (yang artinya), “Sebaik-baik kalian adalah orang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”.

Beliau berkata, “Di dalam hadits ini ada isyarat yang memerintahkan mempelajari Al-Qur’an. Bahwasanya sebaik-baik pengajar adalah yang mengajarkan Al-Qur’an. Andai saja para penuntut ilmu mengetahui itu, sesungguhnya di dalamnya ada manfaat yang besar.

Di antara fenomena yang tersebar luas di zaman kita bahwasanya engkau mendapatkan banyak da’i-da’I atau para pemula dalam menuntut ilmu, tampil untuk berdakwah, berfatwa dan menjawab pertanyaan-pertanyaan manusia sementara dia tidak benar dalam membaca Al-Fatihah dengan makhraj-makhraj yang benar untuk setiap huruf. Sehingga engkau melihatnya mengucapkan sin seperti shod dan tho’ seperti ta’, dzal seperti zaai dan tsa’ sebagai siin. Jatuh dalam Lahan Al-Jalii (kesalahan yang jelas)  apalagi Lahan al-Khofii (kesalahan yang tersembunyi).

Seharusnya -  adalah suatu keniscayaan – ia memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan hapalannya. Agar ia membawakan ayat-ayat dengan baik dan berdalil dengannya dalam nasehat-nasehat, pelajaran-pelajaran dan dakwahnya.

Engkau dapatkan ia sibut dengan menshohih dan mendho’ifkan, membantah ulama dan mentarjih diantara mereka. Dan engkau sering mendengar darinya kalimat-kalimat  yang lebih tinggi dari levelnya sendiri. Kadang ia berkata, “Menurut pandangan saya ..saya katakana ..pendapatku dalam masalah ini begini dan pendapat yang rojih menurutku begini”.

Lebih mencengangkan lagi, orang-orang seperti mereka engkau dapatkan tidak berbicara dalam masalah-masalah yang telah disepakati. Akan  tetapi selalu  – kecuali yang dirahmati Allah – berbicara dalam masalah-masalah khilaf, sehingga ia turut pula memberikan pendapat padanya. Jika ia kesulitan ia merajihkan di antara pendapat-pendapat. Aku berlindung kepada Allah dari riya’, dan cinta ketenaran.

Pertama aku nasehati diriku sendiri dan kedua untuk mereka; bahwasanya sebaik-baik perkara yang harus dimulai oleh seorang penuntut ilmu adalah menghapal Al-Qur’an karena Allah Ta’ala berfirman,

فذكر بالقرآن من يخاف وعيد

“Maka berilah peringatan dengan Al-Qur’an orang-orang yang takut akan ancaman”.

(diterjemahkan dari : http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=5348)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +2 (from 2 votes)
March 20th, 2009 | Author: Abu Zubair Hawaary

PERUMPAMAAN HATI …

Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah berkata, “Apabila badan  sakit tidak bermanfaat lagi padanya makanan dan minuman. begitu juga apabila hati sakit karena syahwat, tidak bermanfaat lagi padanya nasehat-nasehat. barangsiapa yang menginginkan kebeningan hati, hendaklah ia mengedepankan Allah atas syahwatnya. hati yang terikat oleh syahwat akan ter-hijab dari Allah sesuai kadar keterikatannya dengan syahwatnya tersebut. Hati itu ibarat Bejana-bejana Allah di muka bumi, yang paling dicintai-Nya adalah yang paling lembut, paling tegar dan yang paling  bening”. (Kitab Al-Fawaid dinukil dari : http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=10487)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 0 (from 0 votes)
March 16th, 2009 | Author: Abu Zubair Hawaary

assalamualaikum ustadz,
ana mau nanya…..

ana suka sama seorang akhwat, dia masih sekolah di smu. pengen nikah tapi ada sesuatu hal yang belum di restui ma orang tua masing-masing. kata orang tua boleh nikah 3 tahun lagi.tapi ana ga sanggup ustad untuk nunggu 3 tahun tersebut. ana takut dosa……..ana masih kuliah, umur 22 tahun.
sebaiknya apa yang harus ana lakukan ustad ?

sebelumnya terima kasih atas jawabannya ustad……..

wassalamualaikum

wa alaikumus salam warahmatullahi wa barakaatuh

akhii ..semoga Allah senantiasa melimpahkan taufik-Nya untukmu untuk menempuh jalan yang hak ..amin.

akhii ..nikah itu ibadah ..sunnah Nabi kita shollallahu ‘alahi wa sallama. Ketika engkau hendak menikah luruskan niat dan motivasimu. Pilihlah wanita yang sholehah dan berakhlak dan dewasa.

Menikah bukan hanya kenikmatan semata. Menikah itu membentuk sebuah keluarga yang merupakan pondasi umat islam. Menikah itu membentuk keturunan dan generasi yang sholeh. Oleh karena itu ketika engkau memilihnya ..cobalah duduk merenung ..apa motivasimu memilihnya?! Apakah dia menjalankan agama dengan baik? Ta’at kepada Allah??

Apalagi dia masih duduk dibangku smu ..dan orangtuanya belum mengizinkan. Kenapa harus memaksakan dengan dia? Masih banyak wanita mukminah lain yang sholehah dan telah siap menikah.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Al-Baqoroh : 216).

Dan jika engkau belum bisa menikah .. banyaklah mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, khususnya berpuasa sunnah. Sibukkan diri dengan menuntut ilmu agama dan aktifitas positif lainnya. Serta hindari hal-hal yang bisa menggerakkan syahwat.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa membimbingmu untuk menjalankan agama-Nya dengan benar dan menjagamu dari fitnah syahwat ..amin.

Akhuukum

Abuz Zubair Hawaary

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 0 (from 0 votes)
Category: Tanya Jawab  | One Comment
March 16th, 2009 | Author: Abu Zubair Hawaary

KEUTAMAAN AKIDAH TAUHID

عن عبادة بن الصامت – رضي الله عنه – قال : قال رسول الله r :

« من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأن محمداً عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه، والجنة حق والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل ».

Dari Ubadah bin Ash-Shomit semoga Allah meridhoinya ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Barangsiapa yang bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak diibadati dengan hak melainkan Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan bahwasanya Muhamad itu adalah hamba dan Rasul-Nya, bahwasanya Isa adalah hamba Allah dan rasul-Nya dan kalimat-Nya yang ditiupkannya kepada Maryam dan ruh dari-Nya, dan surga serta neraka adalah hak, Allah akan memasukkan dia ke surga sesuai dengan amalannya”. (diriwayatkan oleh Al-Bukhari kitabul anbiya’ no. 3435, dan Muslim kitabul iman no. 46, 47, dan Ahmad 5/314).

MAKNA HADITS

Hadits ini mencakup lima perkara barangsiapa yang beriman dengan semuanya dan mengamalkan kandungannya zhohir dan batin masuk surga.

Pertama : sabda beliau shollallahu ‘alaihi wa sallama, “Barangsiapa yang bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak diibadati dengan hak melainkan Allah Ta’ala semata tidak ada sekutu bagi-Nya”.

Maksudnya, ia beriman kepada Allah dengan benar dan meyakini. Mengakui ke esaan Allah Ta’ala dan berlepas diri dari mengibadati selain-Nya dan mengamalkan kandungan-kandungan kesaksiannya tersebut dengan mengikuti perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya perkataan maupun perbuatan.

Kedua : syahadat bahwasanya Muhamad itu rasul (utusan) Allah shollallahu ‘alaihi wa sallama. Maksudnya barangsiapa yang meyakini dengan keyakinan yang pasti tidak ada keraguan padanya bahwasanya Muhamad itu Rasulullah yang diutus kepada jin dan manusia dengan risalah yang sempurna. Bahwasanya dia adalah penutup para nabi, dan risalahnya adalah penutup seluruh risalah. Mengimani bahwasanya ia adalah salah seorang hamba-hamba Allah yang dimuliakan Allah dengan mengembang risalah-Nya kepada seluruh alam, membenarkan apa yang yang diberitakannya dan menaati perintah-perintahnya serta menjauihi apa yang dilarangnya.

Ketiga : meyakini bahwasanya Isa ‘alaihi wa sallama salah satu hamba dan rasul Allah. Bahwasanya dia bukan anak zina sebagaimana tuduhan yahudi. Dan ia bukan Allah bukan pula anak Allah bukan pula satu dari yang tiga sebagaimana anggapan nasrani. Akan tetapi dia adalah salah satu hamba Allah yang Allah utus kepada Bani Israil yang mengajak mereka untuk beribadah kepada Allah semata.

Allah telah menciptakan Isa dengan kalimat (Kun) yang menunjukkan atas takwin, bahwasanya dia adalah salah satu dari ruh yang diciptakan Allah,

خلقها الله ] إن مثل عيسى عند الله  كمثل آدم خلقه من تراب ثم قال له كن فيكون [.

“Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah adalah seperti Adam, Ia menciptakannya dari tanah kemudian ia berkata kepada-Nya, “Jadilah” maka ia pun jadi”.

Ke empat : bahwasanya surga itu adalah hak. Maksudnya meyakini bahwasanya surga yang telah disiapkan Allah untuk orang-orang yang ta’at dari hamba-hamba-Nya telah ada dan benar wujudnya tidak ada keraguan padanya. Dan bahwasanya ia adalah tempat terakhir yang kekal bagi orang-orang beriman dan mengikuti rasul-rasul-Nya.

Kelima : bahwasanya neraka adala hak. Maksudnya meyakini bahwasanya neraka yang dijanjikan Allah sebagai tempar orang-orang kafir dan munafik benar-benar ada tidak ada keraguan darinya telah disiapkan oleh Allah untuk orang yang kafir kepada-Nya, mengingkari dan menentang-Nya.

Lima perkara ini barangsiapa yang membenarkannya, beriman kepadanya dan mengamalkan tuntutan-tuntutannya, Allah masukkan dia ke surga sekalipun ia lalai dan memiliki dosa. Hal itu disebabkan tauhid dan keikhlasannya dalam beribadah kepada Allah semata.

KESIMPULAN HADITS :

1.       Keutamaan mentauhidkan Allah, dan bahwasanya Allah mengampuni dosa-dosa dengannya.

2.       Luasnya anugerah Allah dan Rahmah-Nya kepada hamba-hamba-Nya.

3.       Kebenaran para Nabi dan apa yang dibawanya, khususnya para Muhamad  shollallahu ‘alaihi wa sallama tanpa mengurangi hak-hak mereka dan tidak pula me lampui batas.

4.       Bahwasanya pelaku-pelaku maksiat dari orang-orang yang bertauhid tidak kekal di dalam neraka.

5.       Ke wajiban beriman kepada surga dan neraka.

(Mudzakkirotul Hadits An-Nabawy fil Akidah wal It-Tiba’ (hal. 10-13 dengan diringkas)  Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholi)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +1 (from 1 vote)
Category: Akidah/Manhaj  | One Comment