Archive for » February, 2009 «

February 26th, 2009 | Author:

WASIAT SANG KEKASIH

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Wahai sekalian manusia! Siapa saja dari manusia atau kaum mukminin yang tertimpa musibah maka hendaklah dia menghibur diri dengan musibahku dari musibah selainku. Sesungguhnya salah seorang dari umatku tidak akan ditimpa suatu musibah yang lebih berat dari musibahku.” (Shahih Sunan Ibnu Majah no. 1300 dari Aisyah radhiallahu anha).

Musibah apa lagi yang lebih besar dari wafatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam? Musibah apa yang lebih besar bagi manusia dibanding dengan terputusnya wahyu dari langit yang merupakan pertanda mulai munculnya fitnah seperti penggalan-penggalan malam yang gelap, yang terakhir mengikuti yang pertama, yang terakhir lebih buruk daripada yang pertama? Musibah apa yang lebih besar dari musibah yang dengannya kemudian terbuka pintu-pintu fitnah yang membawa kepada keburukan hingga akhir zaman?

Merenungkan bagian akhir kisah kehidupan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam merupakan pelajaran yang sangat berharga. Sungguh beliau tidak kembali kepada Rabb-Nya melainkan telah meninggalkan dua perkara yang malamnya bagaikan siang, dan barangsiapa yang berpegang kepada keduanya tidak akan sesat selamanya, yakni Al-Qur’an dan Sunnahnya. Betapa sering di akhir-akhir hidupnya beliau mewasiatkan untuk berpegang teguh terhadap ajaran yang ditinggalkannya. Lalu dimana posisi kita? Dimana kita pada hari ini, yang mengaku sangat mencintai Nabi yang mulia – shallallahu alaihi wasallam – namun pada saat yang bersamaan meninggalkan sebagian ajarannya, mengabaikan sunnahnya, bahkan tidak jarang sebagian yang lain mencemoohnya? Apakah bukti cinta itu dengan bentuk perayaan-perayaan atas nama beliau, bait-bait syair, nyanyian yang menjadi pilihan, sementara sunnah beliau yang merupakan jalan menuju keselamatan untuk bertemu dengannya di telaga Haud ditinggalkan?

Kajian Wasiat Sang Kekasih ini menitikberatkan kepada masa-masa terakhir kehidupan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Penjabaran mengenai wasiat beliau serta hikmah yang seharusnya diambil dari musibah besar wafatnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Durasi : 02:39:29

Ukuran : 36,4 MB

Bitrate : 32 Kbps

Pekanbaru

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 7.9/10 (16 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +6 (from 8 votes)
 
icon for podpress  Eksklusif: Play Now | Play in Popup | Download
Category: Download Kajian  | 7 Comments
February 24th, 2009 | Author:

Durasi : 00:60:59

Ukuran : 14 Mb

Yogyakarta, 25 Januari 2009

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 7.7/10 (7 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +1 (from 1 vote)
 
icon for podpress  Eksklusif: Play Now | Play in Popup | Download
Category: Download Kajian  | One Comment
February 21st, 2009 | Author:

SUNGAI LIMA WAKTU

Setiap kali kemelut hidup menyelimut bagai kabut

Setiap kali dosa kotor melumuri jiwa

Setiap kali hawa membuatku lupa

Setiap kali mata hati buta karena semua

Setiap kali semua membuatku, lengah .. lemah .. goyah  dan terpedaya

Seruan-Mu menyadarkan aku

Panggilan-Mu mengingatkan aku

Sayup terdengar, menyeruak dan menghentak kepongahan dunia

Membawa kepada sungai-sungai suci

Hapus dosamu

Kikis dakimu

Basuh lukamu

Buka belenggu nafsu

Tenggelam dalam sungai lima waktu

Bermandikan cahaya menerangi jiwa

Disini, disungai ini dalam telaga ini

Kuraih kesejukan, kedamaian, ketentraman, ketenangan

Dan kemenangan.


Abuz Zubeir Hawaary

Pekanbaru, 1 Ramadhan 1425 H

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 9.7/10 (3 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +3 (from 3 votes)
February 21st, 2009 | Author:

Durasi : 00:44:29

Ukuran : 10 MB

Solo, 25 Oktober 2008

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.4/10 (10 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +4 (from 4 votes)
 
icon for podpress  Eksklusive: Play Now | Play in Popup | Download
February 20th, 2009 | Author:

HUKUM SHOLAT DI MESJID AHLI BID’AH

Apa hukum sholat di mesjid ahli bid’ah dan bagaimana saya sholat apabila kami tidak mendapatkan mesjid Ahlus Sunnah di kampung ini. Apakah boleh saya sholat bersama istriku di rumah?”.

Syeikh Robi’ hafizhohullah menjawab, “Tidak (boleh)[1] . Apabila ada mesjid sholatlah di situ, sekalipun bersama ahli bid’ah. Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhuma sholat di belakang Najdah Al-Khorijy[2], dan Imam Bukhari memakai riwayat ini sebagai penguat[3].

Sholah Jama’ah adalah perkara yang besar tidak boleh ditinggalkan hanya karena alasan seperti ini. Disamping itu, ahli bid’ah ada yang mastur (tersembunyi kondisinya). Jika dia mastur maka sholat kamu dibelakangnya . jika ternyata terbukti bagimu bahwa dia seorang mubtadi’ (pembuat dan pelaku bid’ah) jelaskan kepadanya al-hak. Apabila bid’ahnya adalah bid’ah kufriyah[4] dan ia bersikeras di atas bid’ahnya jangan sholat di belakangnya. Karena setelah tegaknya hujjah ia menjadi kufur. Maksudnya ia melakukan bid’ah kufriyah seperti berdo’a kepada selain Allah, menyembelih untuk selain Allah, beristighotsah kepada selain Allah, menolak sifat-sifat Allah. Jika ia mempunyai salah bid’ah mukaffiroh dan engkau telah berdialog dengannya serta engkau telah menjelaskan kebenaran kepadanya dari Kalamullah dan Hadits Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama serta perkataan salaf lalu dia masih keras kepala. Ketika itu jangan sholat dibelakangnya. Adapun apabila kondisi dia tersembunyi dan tidak ada padanya bid’ah-bid’ah mukaffiroh dan sesat ini maka sholatlah di belakangnya”. (diterjemahkan dari : http://www.rabee.net/show_fatwa.aspx?id=214)


[1] Kata-kata dalam kurung dari penerjemah untuk memudahkan pembaca memahami.

[2] Salah seorang gembong Khowarij.

[3] Maksudnya, penguat bolehnya sholat dibelakang ahli bid’ah.

[4] Yaitu bid’ah yang bisa membuat pelakunya kafir.

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 5.0/10 (4 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +1 (from 1 vote)
February 20th, 2009 | Author:

MANA YANG LEBIH UTAMA MENIKAH ATAUKAH MENUNTUT ILMU?

Syeikh Robi’ bin Hadi Al-Madhkholi Hafizhohullah Ta’ala ditanya, “Mana yang lebih utama apakah saya mendahulukan menuntut ilmu atau menikah? Padahal saya tidak sanggup menahan diri untuk tidak menikah?”.

Beliau menjawab, “Jika engkau sanggup bersabar dan menuntut ilmu, maka tuntutlah ilmu. Maksudnya, belajarlah sebelum memimpin sebagaimana dikatakan Umar rodhiyallahu ‘anhu. Sebagian orang, menikah menghalanginya dari menuntut ilmu, apabila ia menikah ia meninggalkan ilmu dan mulai sibuk bekerja untuk dirinya.

Apabila dia sanggup menggabungkan di antara kedua mashlahah (menikah dan menuntut ilmu) itu adalah baik. Adapun ia berpikir untuk pergi berbuat keji dan berzina – demi Allah – menikah dan menjaga kesucian dirinya adalah lebih utama. (diterjemahkan dari : http://www.rabee.net/show_fatwa.aspx?id=213)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 9.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 0 (from 0 votes)
February 20th, 2009 | Author:

Durasi : 01:10:31

Ukuran: 16 MB

Solo, 25 Januari 2009

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.7/10 (6 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +2 (from 2 votes)
 
icon for podpress  Eksklusive: Play Now | Play in Popup | Download
Category: Download Kajian  | 14 Comments
February 14th, 2009 | Author:

Transkrip Tanya Jawab Telaga Hati

Hari.Tanggal: Jum’at, 13 Februari 2009

———————————————————-

Tulisan yang ditampilkan dalam transkrip ini atas persetujuan dengan pihak penanya dan semoga bisa di jadikan pelajaran bagi kita semua. Demikian juga dengan ID penanya sengaja tidak kami tampilkan. Harap maklum.

———————————————————-

….

Admin: ya

Fulanah: ana tidak pantas lagi hidup didunia ini

Fulanah: ana telah melakukan dosa yg amat besar

Fulanah: tiap hari ana sll dikelilingin dan dihantui oleh dosa ini

Admin: ya Allah ..yang menentukan seseorang pantas tidak pantas hidup itu Allah

Admin: kita hanyalah hamba Allah

Admin: ada apa denganmu?

Fulanah: ustadz….

Admin: ya

Admin: kalau engkau mati sekarang apa sudah siap menghadapi malaikat dikuburan?

Admin: apa dah siap membawa dosa2 dan dihisab nanti??

Fulanah: ana tidak siap ustadz

Fulanah: ana takut

Admin: kalau engkau tidak siap menghadapi yaumul hisab.. harus berusaha lebih baik

Admin: mempersiapkan diri untuk mati dan hari hisab

Fulanah: tp…

Fulanah: apakah dosa ana ini akan diampuni

Admin: sahabat Nabi shollallahu ‘alaihi wasallama ada yang terjerumus zina, sampai hamil dan dirajam. Dan taubatnya diterima Allah …

Fulanah: ana bingung hrs gimana

Fulanah: bibir tlh bisu

Admin: ingat kisah wanita yang hamil karena zina di zaman Nabi?

Fulanah: air mata yg sll keluar dimata ini

Fulanah: baiklah

Fulanah: ana dl pernah pacaran

Fulanah: ana tlh berzina ustadz…………….

baca lebih lanjut…

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 7.7/10 (13 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +8 (from 10 votes)
Category: Tanya Jawab  | 19 Comments
February 13th, 2009 | Author:

ILMU YANG BERMANFA’AT

Imam Adz-Dzahaby rahimahullah berkata, “Adapun kitab Al-Ihya’ di dalamnya secara garis besar terdapat hadits-hadits batil dan di dalamnya juga banyak kebaikan jika seandainya di dalamnya tidak terdapat adab-adab, simbol-simbol dan zuhud ala ahli hikmah dan shufiyah yang menyimpang. kita memohon kepada Allah ilmu yang bermanfaat.

tahukah engkau apa ilmu yang bermanfaat itu?

dia adalah ilmu yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan ditafsirkan oleh Rasul shollallahu ‘alaihi wa sallama baik dengan perkataan maupun perbuatannya.
hendaklah engkau hai saudaraku .. men-tadabburi Kitabullah dan terus mengkaji Ash-Shohihaini (Bukhari dan Muslim), Sunan An-Nasa-i, Riyadhus Sholihin An-Nawawy dan Al-Adzkarnya, engkau akan beruntung dan berhasil.

dan jauhilah pendapat-pendapat ahli ibadah dari kalangan sufiyah dan hanya kepada Allah kita meminta pertolongan.

Ya Allah .. Tunjukilah kami kepada jalan yang lurus”. (Siyar A’laamin Nubala’ 22/368)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 5.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 0 (from 0 votes)
Category: kata-kata emas  | Comments off
February 11th, 2009 | Author:

FAJAR DI KOTA NABI

Kelam masih hitam

Selimuti Bulan dan bintang yang mengintip malu

Menyongsong lahirnya fajar baru.

Sayup …kumandang azan seru-menyeru

Mengiringi lahirnya fajar hari ini di kota Nabi.

Syahdu ..

Menghentak kalbu

Bangunlah jiwa yang berselimut mimpi

Mimpimu  t’lah berlalu

Jemputlah asamu

Bangkitlah hai  jiwa yang terlena

Hayya ‘alash sholaah

Hayya ‘alal falaah

Panggilan Allah menggema

Menyeruak dedaunan dan pokok-pokok korma

Hayya ‘alash sholah

Hayya ‘alal falah

Panggilah Allah menggema

Mimpiku menjadi nyata

Menimba ilmu di Madinah Nabawiyyah.

Kota Nabi, penghujung 1997

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.0/10 (4 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +5 (from 5 votes)