Archive for » January, 2009 «

January 31st, 2009 | Author:

HAKIKAT KEBERANIAN

قال شيخ الإسلام ابن تيمية (والشجاعة ليست هي قوة البدن فقد يكون الرجل قوي البدن ضعيف القلب وانما هي قوة القلب وثباته فأن القتال مداره على قوة البدن وصنعته للقتال وعلى قوة القلب وخبرته به والمحمود منهما ما كان بعلم ومعرفة دون التهور الذي لا يفكر صاحبه ولا يميز بين المحمود والمذموم ولهذا كان القوي الشديد هو الذي يملك نفسه عند الغضب حتى يفعل ما يصلح دون ما لا يصلح فأما المغلوب حين غضبه فليس هو بشجاع ولا شديد )

“Syeikhul  Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Keberanian itu bukanlah kekuatan badan. Bisa jadi seseorang itu kuat badannya lemah hatinya. Keberanian sejati adalah kekuatan hati dan keteguhannya. Sesungguhnya perang itu mengacu kepada kekuatan fisik dan keahliannya untuk berperang  serta kekuatan hati dan pengalamannya. Yang  terpuji dari keduanya adalah apa yang bersumber dari ilmu dan ma’rifah. Bukannya nekad yang pelakunya tidak berpikir, dan tidak membedakan antara yang terpuji dan antara yang tercela. Oleh karena itu seorang yang kuat dan perkasa adalah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya ketika marah, sehingga ia melakukan apa yang mendatangkan maslahat bukannya yang tidak baik. Adapun orang yang kalah (oleh hawa nafsunya) ketika marah, bukanlah seorang yang kuat dan perkasa”. (Al-Istiqomah 2/271)

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 0 (from 0 votes)
January 31st, 2009 | Author:

Hadits yang menakjubkan, jarang ditampilkan padahal sangat dibutuhkan khususnya para suami …

Hadits ini mewasiatkan kaum pria untuk berbuat baik kepada wanita, memperlakukan mereka dengan lembut, bersabar terhadap kekurangan mereka bahkan hadits ini mendorong untuk tidak mentalak mereka serta tetap menjaga ikatan suami istri hingga mati.

Aduhai .. alangkah indahnya cinta suami-istri jika meneladani rumah-tangga Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama.

Sungguh akan menjadi kisah cinta paling indah!!

Imam Ath-Thobroni meriwayatkan di Al-Mu’jamul Kabir (20/374, no.648) dari hadits Al-Miqdam bin Ma’di Karb rodhiyallahu ‘anhu dengan isnad shohih, bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallama berdiri di hadapan manusia. Maka ia memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda,


إن الله يوصيكم بالنساء خيراً إن الله يوصيكم بالنساء خيراً فإنهن أمهاتكم ، وبناتكم ، وخالاتكم
إن الرجل من أهل الكتاب يتزوج المرأة وما يعلق يداها الخيط ؛ فما يرغب واحد منهما عن صاحبه حتى يموت هرماً

“Sesungguhnya Allah mewasiatkan kepada kalian agar memperlakukan wanita dengan baik. Sesungguhnya Allah mewasiatkan  kalian agar memperlakukan wanita dengan baik. Sesungguhnya mereka adalah ibu-ibukalian, putrid-putri kalian dan bibi-bibi kalian. Sesungguhnya ada seorang dari Ahli Kitab yang menikahi seorang wanita , dan ia tidak pernah mengikat tangan wanita itu dengan benang. Maka salah satu dari keduanya tidak membenci pasangannya sampai mati”.

baca lebih lanjut…

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 5.8/10 (6 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +6 (from 6 votes)
Category: Usroh Muslimah  | 16 Comments
January 30th, 2009 | Author:

SYARAH KITAB USHUL AL-IMAN KARANGAN IMAM MUMAHAMAD BIN ABDUL WAHHAB.

Disyarah oleh, Abuz Zubair Hawaary.

BAB : MAKRIFATULLAH AZZA WA JALLA WAL IMAN BIHI

Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab memulai kitab Ushulul Iman-nya dengan pembahasan mengenai Makrifatullah wal Iman Bihi, maksudnya ; bab yang membahas tentang pengenalan terhadap Allah Azza wa Jalla dan bagaimana cara mengimaninya.

Sesuai dengan materi kitab ini yang membahas pokok-pokok keimanan, maka seyogyanyalah, masalah makrifatullah ini dahulukan sebagaimana yang dilakukan imam dalam kitabnya ini begitu juga kitab beliau yang lainnya seperti Al-Ushul Ats-Tsalatsah.

Yang dimaksud dengan makrifutullah yaitu ; mengenal Allah Azza wa Jalla dengan hati, pengenalan yang mendorong seseorang untuk menerima apa yang disyari’atkan-Nya serta tunduk dan patuh kepada-Nya, dan berhukum dengan syari’at-Nya yang telah dibawa oleh Rasul-Nya Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallama.

Seorang hamba dapat mengenal Robb-nya dengan beberapa hal, diantaranya; dengan melihat dan men-tadabburi ayat-ayat syar’iyyah yanga ada dalama Kitabullah Azza wa Jalla dan Sunnah Rasul-Nya shollallahu ‘alaihi wasallama, ayat-ayat Kauniyah yaitu makhluk-makhluk ciptaan Allah Ta’ala. Sesungguhnya manusia setiap kali ia melihat dan men-tadabburi ayat-ayat tersebut bertambahlah ilmunya terhadap Sang Pencipta yang diibadati-Nya, Allah Ta’ala berfirman :

“Dan dibumi ada tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin, dan begitu juga didalam diri kalian sendiri, maka apakah kalian tidak melihat?”. (QS : Adz-Dzariyat : 20-21).[1]
baca lebih lanjut…

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 7.0/10 (3 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 0 (from 2 votes)
January 30th, 2009 | Author:

DUKA DAN ASA

Mendung kelabu bergayut diwajah

Langitpun menangis, sirami hati yang duka

Agar asa kembali tumbuh dihati.

Manusia hidup diantara dua waktu

Masa lalu, yang membuat kita takjub

Masa mendatang hanya Allah yang tahu

Hari ini…. Apapun yang terjadi

Harus dihadapi dengan usaha, tawakkal dan sabar.

Tiada seorangpun ingin kehilangan yang dicinta

Jangan cela daku bila menangis, karena Rasulpun menangis

Tak kuasa menahan duka,

Ketika yang dicinta mendahuluinya.

Biarkan air mata menetes, membasuh luka

Selama kata-kata tetap diridhoi Allah.

Siapakah yang ingin bala menimpanya?

Atau adakah orang yang ingin ditimpa musibah?

Semua akan berkata semoga kita dijauhkan darinya.

Akan tetapi tak selamanya angin bertiup sebagaimana yang diinginkan nakhkoda

Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat raih

Allah telah menakdirkan,

Kehendak-Nya jua yang terlaksana,

Jika baik, kita bersyukur

Jika sebaliknya, kita bersabar

Begitulah semestinya seorang mukmin

kita adalah milik Allah dan akan kembali kepadanya

waktu, tempat dan cara yang berbeda.

Yang telah dahulu kembali kita do’akan

Yang akan menyusul, teguhkan iman semoga Allah gantikan yang lebih baik dari

Musibah itu, amin.

Pekanbaru, Selasa 6 Juli ‏2004‏‏-‏07‏‏-‏07‏

Abuz Zubeir Hawaary

Untuk sahabatku yang sedang diuji dalam peristiwa tragis, kecelakaan yang merenggut nyawa anak dan istrinya.

Semoga tetap tegar dan Allah pilihkan yang terbaik untuknya didunia

Dan diakhirat, amin.

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 9.7/10 (3 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +4 (from 4 votes)
January 30th, 2009 | Author:

Ada hikmah yang besar dalam ujian dan nikmat yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Yang demikian itu disebabkan manusia diciptakan dengan membawa tabiat berkeluh kesah dan sangat ingkar; tidak mengetahui sesuatu, kecuali jika telah mengetahui lawannya; tidak tahu membalas budi kecuali jika telah kehilangan budi itu; dan tidak lagi dapat menikmati kelezatan jika terus menerus tenggelam dalam kelezatan, sehingga dia merasa bosan – karena ukuran sesuatu akan habis, jika telah berlangsung lama dan berulang-ulang – bahkan barangkali dia merasa gelisah dengan budi, jika terus menerus menerimanya dan tidak pernah berubah.

Oleh sebab itu, Allah merasakan kepadanya pahitnya kesusahan dan perubahan hidup ini, agar dia merasakan manisnya kesenangan dang menghargai kenikmatan, karena manis setelah pahit akan terasa lebih manis, cahaya setelah gelap akan tampak lebih terang, dan makan sesudah berpuasa akan terasa lebih nikmat. Dalam pertukaran hal-hal yang kontradiktif dan perpindahan seseorang antara yang membuatnya senang dengan yang membuatnya susah, dan antara yang memberinya nikmat dengan yang memberinya penderitaan, terdapat penghargaan terhadap perkara kehidupan. Maka tidak ada orang yang dapat menandingi perasaan orang yang mencintai keindahan dibanding orang yang membenci keburukan, tidak ada orang yang menghargai nikmatnya kesehatan seperti orang yang pernah merasakan penderitaan sakit, dan tidak ada orang yang dapat merasakan kebahagiaan ketentraman seperti orang yang pernah merasakan azab keluh-kesah. Tidak sedikit kesengsaraan membawa kenikmatan. Tidak jarang ujian menyebabkan hati menjadi bangkit, bertaubat kepada Allah, menghargai nikmat-nikmat-Nya, dan bersyukur serta ta’at kepada-Nya. Sesungguhnya perasaan iman dan panasnya yang paling besar, dan rasa syukur yang paling hangat kepada Allah serta keikhlasan beribadah kepada-Nya terdapat setelah selamat dari marabahaya dan bencana, setelah lepas dari penderitaan dan kepayahan, setelah hilangnya mendung kesesusahan dan cobaan, kembali kepada kebahagiaan setelah kesengsaraan, dan merasa lapang setelah sempit.

baca lebih lanjut…

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 9.7/10 (3 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +2 (from 2 votes)
Category: Jendela Hati  | 3 Comments
January 28th, 2009 | Author:

Ketika kata tak lagi bermakna

Lisan tak lagi berdaya

Pena jua yang berbicara

Atas namakan jiwa.

Diatas kertas .. membisikkan mantera cinta

Tentang rindu yang membara

Membakar jiwa

Ku kan terus menanti asa

Hingga jiwa kembali kepada-Nya.

Pekanbaru 8/12/2006

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 6.4/10 (8 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: +2 (from 2 votes)
January 28th, 2009 | Author:

قال الشيخ المحدث الألباني رحمه الله
طالب الحق يكفيه دليل وصاحب الهوى لا يكفيه الف دليل الجاهل يتعلم وصاحب الهوى ليس لنا عليه سبيل

Syeikh Al-Muhaddits Al-Albany rahimahullah berkata, “Pencari kebenaran cukup baginya satu dalil. sementara pengikut hawa tidak cukup baginya sekalipun seribu dalil. seorang yang jahil akan belajar, akan tetapi pengikut hawa tak ada yang bisa kita perbuat terhadapnya”.

VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 8.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.8.5_1061]
Rating: 0 (from 0 votes)
Category: kata-kata emas  | Tags: , , ,  | 5 Comments